BANTENRAYA.COM – Puasa ramadhan merupakan kewajiban bagi semua umat Islam di seluruh dunia.
Umat Islam yang menderita sakit tertentu, memang diperbolehkan tidak berpuasa.
Namun, bagi yang secara fisik masih kuat untuk menjalankan puasa ramadhan, maka puasa tetap menjadi sebuah kewajiban.
Baca Juga: Berikut Link Pengumuman Hasil SNMPTN 2022, Ajak Keluarga untuk Melihatnya!
Bagi penderita diabetes, memang ada yang disarankan tidak berpuasa, namun ada juga yang diperbolehkan berpuasa.
Ahli Gizi Rumah Sakit Umum Daerah atau RSUD Cilegon Evalia Puspaningrum mengatakan, bagi penderita diabetes tetap bisa berpuasa dengan mendapatkan rekomendasi dari dokter yang selama ini menangani.
“Bagi penderita diabetes kalau tidak berpuasa, harus makan ketat, tiga kali makan utama dan tiga kali selingan, makan pagi selingan, makan siang selingan, makan sore selingan,” kata Eva kepada Bantenraya.com.
Baca Juga: Bikin Pilu, Bocah Menangis di Depan Makam Sang Ayah
Bagi penderita diabates yang berpuasa, kata Eva, saat sahur maupub berbuka asupa gizi harus tetap terpenuhi.
“Tidak boleh tidak pakai nasi dan kawan-kawannya, nasi tetap harus dibatasi, kaeena orang diabetes itu karbohidrat dan gula harus dibatasi,” kata Eva.
Ia juga menyarankan pemakaian gula buatan khusus penderita diabetes maupun sirup bagi penderita diabetes.
“Kalau minum es tidak masalah, yang penting pemanisnya yang harus dibatasi. Kalau gorengan jangan yang pakai tepung, karena nanti ada double karbohidrat,” tuturnya.
Eva menjelaskan, makan gorengan juga tidak boleh banyak.
“Pasien diabetes saat sahur kita sarankan minum susu khusus diabetes,” tuturnya.
Saat berbuka puasa, kata Eva, jika setelah tarawih akan tidur maka makan utama hanya saat buka saja, setelah tarawih disarankan tidak makan.
“Kalau makan bukaan, sebelum makan utama saat buka boleh, ya itu tadi gorengan tidak boleh pakai tepung dan pemanisnya khusus yang untuk diabetes,” sarannya.
Eva menjelaskan, makanan yang dianjurkan agar tetap menjaga cairan dalam tubuh.
Baca Juga: Kode Redeem FF Free Fire 29 Maret 2022 Terbaru, Dapatkan Skin, Senjata dan Diamond Gratis
Kebutuhan minum air minimal 1,5 liter per hari atau setara delapan gelas ukuran 200 mili liter.
“Asupan cairan itu termasuk juga kalau minum es ataupun sayuran berkuah, itu juga sudah dihitung cairan,” katanya.
Eva juga menyarankan, minum air delapan gelas juga tidak sekaligus.
Baca Juga: Link Live Streaming Pengumuman SNMPTN 2022
“Minumnya itu bisa bertahap, misal buka satu gelas untuk mengawalinya, kemudian makan, habis itu satu gelas lagi. Nanti habis tarawih satu gelas lagi, mau tidur satu gelas lagi kan sudah empat gelas,” kata Eva.
Saat bangun akan sahur, Eva juga menyarankan jika dianjurkan minum dua gelas, setelah itu dilanjutkan makan sahur.
“Sebagai penutup sahur, juga minum dua gelas lagi. Ini biar tidak kekurangan cairan saat siangnya,” katanya.
Baca Juga: Link Pengumuman SNMPTN Lengkap dengan Link 32 Perguruan Tinggi yang Bisa Diakses
Sementara, untuk pemilihan menu makanan, juga dianjurkan yang menyehatkan.
“Makanan yang penting, makan intinya harus memenuhi standar gizi saat buka maupun sayur,” kata Eva.
Adapun makanan yang disebut memunyai standar gizi yang cukup yaitu nasi ataupun diganti kentang untuk asupan karbohidrat, bagi penderita diabetes harus dibatasi.
Baca Juga: PBSI Kabupaten Serang Kirimkan Atlet di Kejuaraan Bulutangkis di Kota Tangerang
Kemudian, sumber protein hewani, bisa daging ayam, ikan, telur, daging sapi, ataupun yang lainnya.
“Sumber protein nabati juga perlu, tahu, tempe, sayurannya, bila perlu ada buah-buahannya juga,” saran Eva. ***
















