BANTENRAYA.COM – Peristiwa tragis Kebakaran Gedung Cyber 1 di Jalan Kuningan Barat Nomor 8 Jakarta, tiba-tiba dihentikan penyidik Polres Jakarta Selatan.
Padahal, kebakaran pada 2 Desember 2021 itu menewaskan dua pelajar yang sedang magang, Seto Fachrudin (18) dan Muhammad Redzuan Khadafi (17).
Dihentikannya penyidikan kasus kebakaran ini, tentu mengejutkan publik yang menanti kejelasan kasus ini.
Baca Juga: Bawa Senjata Tajam, Dua Anggota Geng Motor Diamankan di Kota Serang
Sebab selain jatuhnya dua korban meninggal, banyak aset negara ikut terbakar. Di mana negara rugi hingga ratusan miliar akibat dikeluarkannya surat perintah penghentian penyidikan (SP3) oleh Polisi.
Keputusan ini tentu mengundang tanda tanya besar, ada apa di balik SP3 ini? Siapa bermain di kasus ini?
SP3 Kebakaran Gedung Cyber Terlalu Berani
Sumber terpercaya di kepolisian mengkonfirmasi terbitnya SP3 kasus kebakaran Gedung Cyber.
Baca Juga: Pamit Mandi, Kakek asal Ciruas Ditemukan Tewas di Sungai
“Iya benar, kasus kebakaran itu telah keluar surat SP3-nya,” ujar sumber Kepolisian yang enggan disebutkan namanya.
Dia juga menekankan bahwa keputusan ini terlalu cepat dan berisiko menimbulkan kecurigaan.
“Terlalu berani. Seharusnya kalau belum pasti, jangan dihentikan,” tambahnya.
Baca Juga: Kabupaten Tangerang Juara Umum MTQ XXI Provinsi Banten
Penyegelan Ruangan
Penghentian penyidikan ini kian menimbulkan berbagai spekulasi. Pasca SP 3 dikeluarkan, pihak gedung bahkan telah melakukan penyegelan ruangan lokasi kebakaran pada 25 Juli 2024 lalu, tanpa tanda tangan dari salah satu pihak, yakni PT Media Nusantara Data Global.
Dari informasi yang berhasil dihimpun, penyegelan dilakukan pengelola gedung, dan hanya disaksikan oleh sekuriti Cyber 1 dan Binmas dari Polsek Mampang.
Beberapa dokumen berita acara bahkan telah disiapkan oleh pihak gedung, termasuk berita acara penggantian kunci, berita acara pengeluaran barang.
Kemudian berita acara kedua belah pihak untuk akses gedung – yang mengatur akses masuk ke dalam gedung bagi pihak-pihak yang berkepentingan.
Baca Juga: Spoiler Serendipity Embrace Episode 3 Sub Indo: Hong Ju Kecelakaan, Hoo Young Putuskan Ini?
Korban Menanti Hasil Investigasi
Sementara itu, keluarga korban kasus kebakaran Gedung Cyber hingga kini masih terus menanti kejelasan hasil temuan investigasi yang dilakukan Polisi.
Walau pihak gedung dan penyewa gedung sudah memberi santunan kepada keluarga korban.
“Belum ada yang disampaikan ke keluarga. Kita juga menunggu hasil investigasinya seperti apa, dan kita dijanjikan soal itu,” kata Beno, orangtua korban Redzuan, kepada wartawan, Jumat 27 Juli 2024.
Baca Juga: Dewi-Iing Didukung 20 Kursi, Siapa yang Siap Melawan di Pilkada Pandeglang?
Senada juga disampaikan Jono, orangtua korban bernama Seto.
“Belum ada informasi apapun dari Polisi,” katanya kepada wartawan, Kamis 25 Juli.
Menurut dia, pihak keluarga korban belakangan hanya diminta untuk membantu pihak pemilik gedung untuk membuka segel Polisi dalam bentuk tanda tangan agar kegiatan operasional bisa kembali dilakukan.
Baca Juga: Ujung Kulon Resmi Jadi Geopark Nasional, Dorong Pariwisata dan Pelestarian Budaya
Dampak Besar Kebakaran
Kebakaran Gedung Cyber 1 beberapa tahun lalu mengakibatkan gangguan besar pada layanan digital dan perbankan.
Aplikasi penting seperti Shopee, RuangGuru, dan IPOT mengalami gangguan akses. Perusahaan teknologi yang berkantor di gedung tersebut juga mengalami kerugian besar.
Baca Juga: Red Swan Episode 9 Sub Indo: Yong Kook Peringatkan Ini Pada Sang Il, Young Min Mengacau
Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) melaporkan gangguan pada proses registrasi International Mobile Equipment Identity (IMEI) akibat kebakaran di pusat data yang mengelola Central Equipment Identity Register (CEIR).
Hal ini berdampak pada registrasi IMEI untuk ponsel, komputer genggam, dan tablet, termasuk perangkat milik tamu negara dan wisatawan asing.
Registrasi IMEI oleh Kementerian Perindustrian, penggantian kartu SIM, dan aktivasi perangkat baru juga terganggu.
Baca Juga: Denny Sumargo dan Olivia Allan Dikaruniai Anak Pertama, Lahirnya Gabriella Allan Sumargo
Beberapa sekuritas seperti Indopremier Sekuritas, Ajaib Investasi, PT Korea Investment and Sekuritas Indonesia, dan Rumahweb Indonesia turut terdampak dari kebakaran Gedung Cyber.***



















