BANTENRAYA.COM – Warga Banten tercatat jumlah pinjaman online atau pinjol sebesar Rp 5,09 triliun, sepanjang tahun 2023.
Angka tersebut meningkat dibandingkan dengan triwulan sebelumnya di bulan Oktober 2023 sebesar Rp 4,94 triliun.
Kepala Otoritas Jasa Keuangan atau OJK Jabodebek dan Banten Roberto Akyuwen mengatakan, perusahaan pembiayaan industri keuangan non bank atau IKBN di Banten mencatatkan peningkatan jumlah piutang sebesar 11,49 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
“Dari Rp27,54 triliun pada November 2022 menjadi sebesar Rp30,71 pada November 2023. Dan kualitas pembiayaan melalui net performing financing (NPF) sebesar 2,46 persen, masih terjaga di bawah threshold 5 persen,” kata Roberto dalam keterangan tertulis yang diterima Banten Raya, Jumat, 16 Februari 2024.
Baca Juga: Indosat Cetak Proplayer Esport Lewat H3RO Masterclass: Level Up
Roberto melanjutkan, kendati demikian, jumah entitas atau peminjaman di Provinsi Banten mengalami penurunan sebesar 27,91 persen, dari 2,01 juta entitas pada November 2022 menjadi 1,45 juta entitas pada November 2023.
“Dengan tingkat wanprestasi yang turun menjadi 2,19 persen pada November 2023 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya 2,53 persen,” imbuhnya.
Penurunan tersebut, merupakan salah satu dampak positif dari rangkaian edukasi yang dilakukan OJK kepada masyarakat di Banten sepanjang tahun 2023.
“OJK telah melakukan kegiatan edukasi sebanyak 67 kali dengan diikuti oleh 4.444 peserta dari UMKM, komunitas, pelajar, dan masyarakat umum,” terang Roberto.
Baca Juga: Gara-Gara Tagih Hutang Rp12 Ribu, Pegawai Bank Keliling Dianiaya Dua Warga Kabupaten Serang
OJK juga menerima layanan pengaduan konsumen berupa pemberian informasi riwayat kredit atau pembiayaan secara online maupun offline.
“Kami telah menerima 160 layanan pengaduan, delapan permintaan informasi, dan 5.639 permintaan informasi debitur,” paparnya.
Sebagai informasi tambahan, kredit pada sektor bank umum di Banten pada Desember 2023 mengalami perbaikan, yakni tumbuh 7,48 persen, menjadi Rp195,87 triliun. Pembiayaan BPR dan BPRS naik 14,62 persen menjadi Rp6,34 triliun.
“Artinya, sepanjang 2023 OJK mencatat pertumbuhan yang stabil dan terkendali pada sektor jasa keuangan. Serta profil risiko dan likuiditas yang masih memadai,” kata Roberto.***



















