BANTENRAYA.COM – Film Hafalan Shalat Delisa untuk mengenang tragedi tsunami yang terjadi di Aceh 2004 lalu.
Tepat pada hari ini, 26 Desember 2021 mengenang kembali tsunami di Aceh yang terjadi 17 tahun yang lalu dan Film Hafalan Shalat Delisa adalah refleksi dari bencana ini.
Gempa yang meluluh lantahkan Aceh dengan kekuatan 9.1-9.3 skala ritcher, yang kemudian disusul gelombang tsunami setinggi 30 meter pada tahun 2004 lalu meninggalkan banyak luka bagi semua orang dan sekelumit cerita diangkat ke layar lebar dengan judul Film Hafalan Shalat Delisa.
Pasalnya akibat tragedi besar tersebut, jumlah korban mencapai 167 ribu orang dan tak kurang dari 500 ribu orang kehilangan tempat tinggalnya.
Baca Juga: Survei SMRC: Penilaian Negatif Publik Terhadap Penegakkan Hukum Naik Sejak Pandemi Covid-19
Untuk mengenang kembali tragedi tsunami Aceh kamu bisa menonton film Hafalan surat delisa bersama keluarga.
Berikut ini sinopsis Hafalan surat delisa untuk mengenang tsunami Aceh 2004 lalu.
Hafalan Shalat Delisa merupakan film arahan sutradara Sony Gaokasak yang diadaptasi dari novel berjudul sama karangan Tere Liye.
Film yang dirilis pada 22 Desember 2011 ini berkisah tentang tragedi tsunami Aceh.
Cerita film Hafalan Shalat Delisa berfokus pada kisah gadis kecil bernama Delisa (Chantiq Schargerl).
Baca Juga: Asyik Nonton Timnas Indonesia Vs Singapura, Seorang Kakek di Tulungangung Meninggal Dunia
Ia bersama keluarganya tinggal di Lhok Nga, sebuah desa kecil yang berada di tepi pantai Aceh.
Ayahnya, Abi Usman (Reza Rahadian), bekerja di sebuah kapal tanker perusahaan minyak internasional.
Ketika ayahnya bekerja, Delisa menghabiskan waktunya bersama sang ibu (Nirina Zubir) serta ketiga kakaknya, Fatimah (Ghina Salsabila) dan si kembar Aisyah (Reska Tania Apriadi) dan Zahra (Riska Tania Apriadi).
Pada 26 Desember 2004, tepat sebelum tsunami menerjang, Delisa bersama ibunya sedang bersiap untuk ujian praktik shalat.
Tiba-tiba, terjadi gempa sangat dahsyat dan membuat keluarga Delisa begitu ketakutan.
Baca Juga: Sempat Mualaf, Kriss Hatta Pindah Agama Lagi Memeluk Nasrani
Tak lama kemudian, tsunami datang dan memporak-porandakan desa kecilnya.
Tubuh kecil Delisa bersama ratusan ribu warga lainnya hanyut terbawa arus entah ke mana.
Setelah berhari-hari pingsan dan terdampar di cadas bukit, Delisa akhirnya diselamatkan Smith (Mike Lewis), tentara Angkatan Darat Amerika.
Sayangnya, Delisa mengalami luka cukup parah hingga membuat kakinya harus diamputasi.
Ayah Delisa, yang mendengar bencana tersebut, langsung pulang menuju tempat tinggalnya.
Ia pun harus menerima fakta kalau ketiga putrinya telah ditemukan tak bernyawa, sementara istrinya masih hilang.
Baca Juga: Romantis! Jonathan Christie Resmi Lamar Shanju Eks JKT 48, Begini Awal Kisah Cinta Mereka
Abi Usman segera mencari Delisa dan menemukan putrinya itu sedang dirawat Smith.
Delisa sangat senang bisa berkumpul dengan ayahnya lagi.
Meski begitu, ia juga tak bisa menyembunyikan kesedihan karena kehilangan kakak dan ibunya.
Jadi itulah sinopsis Hafalan surat delisa, dari film tersebut banyak pelajaran penting yang bisa dipetik.
Salah satunya bahwa manfaatkan waktu bersama orang yang kamu sayangi dan buatlah kenangan sebanyak-banyaknya.***
















