• Selasa, 16 Agustus 2022

Survei SMRC: Penilaian Negatif Publik Terhadap Penegakkan Hukum Naik Sejak Pandemi Covid-19

- Minggu, 26 Desember 2021 | 20:48 WIB
Penilaian negatif publik pada penggakkan hukum menunjukkan tren meningkat sejak pandemi Covid-19 melanda berdasarkan survei SMRC. (Dokumentasi SMRC)
Penilaian negatif publik pada penggakkan hukum menunjukkan tren meningkat sejak pandemi Covid-19 melanda berdasarkan survei SMRC. (Dokumentasi SMRC)

BANTENRAYA.COM - Lembaga survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) merilis survei terbaru. 

Survei dari SMRC kali ini bertajuk 'Ekonomi-Politik 2021 dan Harapan 2022: Opini Publik Nasional' yang dirilis secara online pada Minggu, 26 Desember 2021 di Jakarta. 

Hasil survei SMRC menunjukkan, jika penilian negatif publik atas kondisi penegakan hukum mengalami kenaikan sejak munculnya Covid-19

Baca Juga: Asyik Nonton Timnas Indonesia Vs Singapura, Seorang Kakek di Tulungangung Meninggal Dunia 

Direktur Riset SMRC Deni Irvani dalam presentasi hasil surveinya menjelaskan bahwa ada sekitar 42,3 persen warga yang menilai kondisi penegakan hukum baik atau sangat baik.

Sementara yang menilai buruk atau sangat buruk sekitar 26,6 persen. Ada 26,7 persen yang menilai sedang saja. Yang tidak tahu atau tidak menjawab sebesar 4,5 persen.

Survei SMRC ini dilakukan pada 8-16 Desember 2021 melalui tatap muka atau wawancara langsung dengan melibatkan 2.420 responden terpilih secara acak multistage random sampling.

Baca Juga: 5 Buruh Dikabarkan Dijemput Polisi Terkait Kasus Geruduk Ruang Kerja Gubernur Banten

"Responden berasal dari seluruh populasi Indonesia yang berumur minimal 17 tahun atau sudah menikah," ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima Bantenraya.com.

Response rate responden yang dapat diwawancarai secara valid sebesar 2.062 atau 85 persen.

Halaman:

Editor: Jermainne Tirta Dewa

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X