SERANG, BANTEN RAYA – “Yuni”, sebuah film garapan sutradara Kamila Andini, akan tayang perdana di Toronto International Film Festival (TIFF) 2021 di Toronto, Kanada. Film berbahasa Jawa dan Sunda dialek Banten ini akan berkompetisi bersama tujuh film terpilih lainnya dari seluruh dunia.
Dikutip dari kurungbuka.com, film yang diproduseri Ifa Isfansyah itu dibuat dengan setting lokasi di daerah Banten seperti Pasar Rau dan Anyer. Selain itu, dialog tokoh-tokohnya juga didominasi dengan bahasa Jawa dan Sunda Banten.
Hal itu dapat disimak dari trailer resmi fil “Yuni” yang dapat ditonton di Youtube di akun TIFF Trailers. Dalam trailer itu, dialog dibuka dengan bahasa Jawa dialek Banten.
“Sire arep nerusaken ning perguruan tinggi kan, Yun? (kamu bakal meneruskan ke perguruan tinggi, kan, Yun?),” kata seorang tokoh ketika berbincang dengan Yuni.
Selain menggunakan dialog berbahasa Jawa dan Sunda dialek Banten, banyak pemain dan kru yang terlibat dalam pembuatan film ini yang merupakan warga asli Banten.
Dini sang sutradara mengatakan, budaya di Indonesia sungguh kaya dan kekayaannya tersimpan dalam bahasa dan kesusastraannya. “Saya rasa penting untuk sebuah film yang dibuat dan berlatar belakang di daerah Banten untuk memakai bahasa ibunya,” terang Dini.
Dikutip dari indozone.com, “Yuni” merupakan proyek film yang disiapkan sejak tahun 2017, diproduksi Fourcolours Films dengan produser Ifa Isfansyah. “Yuni” merupakan produksi kerjasama dengan Akanga Film Asia (Singapura), Manny Films (Perancis) dan Kedai Film (Indonesia).
Saksikan Podcast Meja Redaksi di Banten Raya Channel
Produksi ini memperoleh dukungan pendanaan dari Infocomm Media Development Authority (IMDA), Singapore Film Comission, Aide Aux Cinémas Du Monde CNC France,Visions Sud Est Switzerland, Purin Pictures Thailand, MPA-APSA Academy Film Fund Australia dan terseleksi menjadi bagian dari Torino Film Lab di Italia. (tohir)















