BANTENRAYA.COM – Sejumlah pelabuhan penyeberangan mudik lebaran 2026 mulai ramai pemudik.
Dimana, meski tidak signifikan namun intensitasnya semakin meningkat terlebih menjelang puncak mudik pada 18 dan 19 Maret 2026.
Berdasarkan data Posko Mudik Lebaran pada H-10 sampai H-6 pelabuhan penyeberangan baik Pelabuhan Merak, Ciwandan, BBJ Bojonegara semakin padat. Dimana, tercatat 247.297 orang menyeberang.
BACA JUGA: Spoiler Mad Concrete Dreams Episode 2 Sub Indo: Rencana Beresiko Su Jong dan Hwal Song
Angka tersebut masih mengalami penurunan sebesar 6,4 persen dibandingkan realisasi periode sama tahun lalu sebanyak 264.174 orang.
Berbeda dengan jumlah kendaraan yang menyeberang mengalami peningkatan 1,9 persen dibandingkan 2025 lalu sebesar 60.452 menjadi 61.602.
Sedangkan total penumpang yang menyeberang dari Sumatera ke Jawa melalui Pelabuhan Bakauheni, Wika Beton, dan BBJ Muara Pilu pada H-10 sampai H-6 tercatat 160.207 orang atau turun 13,9 persen dibandingkan realisasi periode sama tahun lalu sebanyak 186.134 orang.
Untuk total kendaraan yang telah menyeberang tercatat 36.246 unit atau turun 7,2 persen dibandingkan realisasi periode sama tahun lalu sebanyak 39.077 unit.
Direktur Utama (Dirut) PT ASDP Indonesia Ferry Heru Widodo menjelaskan, secara trafik harian terus mengalami peningkatan. Terutama pada pada kendaraan yang melintas mulai naik.
“H-10 sampai H-6 sudah ada kenaikan tapi belum signifikan dan masih aman. kenaikan sekitar 5 persen,” katanya saat mengecek kondisi posko di rest area KM 43 pada Minggu (15/3).
Heru menegaskan, pihaknya akan menyiapkan sejumlah upaya menghadapi puncak mudik yang akan terjadi pada 18 dan 19 Maret.
Dimana, salah satunya adalah menyiapkan delaying system atau perlambatan arus di tol dan jalan arteri.
Misalnya di Merak ada di ASDP, Rest Area KM 43, Rest Area KM 68, Buffer zone Jalan Lingkar Selatan (JLS) sebagai lokasi penampungan sementara kendaraan sebelum masuk Pelabuhan di Cikuasa Atas.
“Kami telah berkoordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan untuk menerapkan delaying system melalui sejumlah titik buffer zone guna mengatur arus kendaraan menuju pelabuhan,” ujarnya.
Termasuk di Bakauheni menuju Merak, papar Heru juga disiapkan area delaying system. Misalnya, Rest Area KM 87B, KM 67B, KM 49B, KM 33B, KM 20B, Area penyangga tambahan di Terminal Gayam dan RM Gunung Jati.
“Ini juga untuk mengantisipasi kendala dari Pelabuhan Bakauheni,” ujarnya.
Heru mengingatkan, meminta warga untuk menyiapkan kondisi kendaraan yang baik dan fisik yang sehat. Jika kelelahan maka dipersilakan beristirahat di posko yang sudah disediakan ASDP di sejumlah lokasi termasuk rest area.
“Para pemudik untuk menyiapkan kendaraan yang sehat dan fisik yang baik. Kami juga sudah memastikan posko untuk bisa memberikan pelayanan baik yang berkaitan dengan kebutuhan tiket warga dan juga istirahat selama perjalanan,” ujarnya.
General Manager PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Merak Umar Imran menyatakan, pihaknya juga menyiapkan kontingensi plan jika terjadi emergensi saat pelayanan.
“Kami menyiapkan kesiapan tugboat, teknisi siaga 24 jam, serta dukungan pelabuhan alternatif jika terjadi gangguan operasional. Koordinasi operasional dipantau melalui Port Operation Control Center yangmelakukan monitoring dan koordinasi secara real time dengan seluruh pemangku kepentingan,” jelasnya.
Disisi lain, jelas Umar, pihaknya juga berharap warga terus memantau kondisi cuaca dari BMKG. Dimana, itu untuk meningkatkan kewaspadaan saat mudik.
“Pemudik juga diimbau memantau informasi cuaca dan mengikuti arahan petugas di lapangan demi keselamatan perjalanan,” pungkasnya. (Uri) ***











