BANTENRYA.COM – Debat Pilkada Kota Cilegon dinilai akan berpengaruh terhadap keterpilihan masyarakat untuk para Pasangan Calon.
Bahkan, penampilan debat akan berpengaruh terhadap 25 persen suara pemilih.
Terlebih di Kota Cilegon yang merupakan masyarakat perkotaan yang sudah melek dan rasional dalam menentukan pilihannya.
Pengamat Politik The Sultan Center Edi M Abduh menyatakan, porsi debat sendiri cukup besar untuk bisa menggiring pemilih menentukan pilihannya.
Baca Juga: Dimyati Natakusumah Targetkan 200 Ribu Suara di Kota Cilegon
“Bisa sampai 25 persen mempengaruhi suara. Artinya debat menjadi penting bagi paslon,” katanya, Senin 28 Oktober 2024.
Edi menyatakan, biasanya debat sendiri akan berpengaruh besar terhadap masyarakat yang sudah memiliki Pendidikan dan masyarakat perkotaan.
Meski tentu saja mesin politik dan relawan serta logistik paslon bisa sangat menentukan sebesar 40 persen.
“Kampanye baik melalui APK (Alat Peraga Kampanye) atau temu simpatisan dan pemilih termasuk kampanye media sosial 25 persen, Debat 25 pers, soliditas mesin politik baik timses, relawan dan simpatisan termasuk finansial paslon 40 persen,” jelasnya.
“Terakhir faktor lain 10 persen yakni track record calon, garis keturunan dan keluarga besar paslon,” ujarnya.
Edi menjelaskan, pentingnya debat karena sekarang eranya digital atau visual, jadi berpengaruh setiap paslon dalam performa debat paslon pilkada,
“Bisa sampai 20 persen tapi itu kan bicara konsep ya, karena dalam implementasi juga penting, konsep jika tidak diterapkan dalam rencana operasional ini akan terlihat sekedar konsep dan butuh akuntabilitas paslon untuk mengukur konsistensi paslon saat terpilih nanti,” pungkasnya.***















