BANTENRAYA.COM – Layar merupakan cabang olahraga yang stabil menyumbangkan medali emas bagi Banten di perhelatan PON. Untuk PON Aceh dan Sumatera Utara layar berhasil menyumbangkan 2 medali emas dan 1 medali perak di Pantai Gampong Jawa, Banda Aceh, kemarin.
Emas yang didapat dari nomor international 420 dihasilkan pasangan muda Alif Okta Junaedi dan Faridzky Arifien. Sementara di kelas Tecno 293 dihasilkan atlet Dandi Juliansyah.
Hasil menakjubkan diraih pasangan Alif dan Faridzky yang meraih medali emas dengan angka sempurna 9,0 poin hasil 9 kali finish pertama mulai dari hari pelaksanaan hingga akhir.
“Sejak hari pertama para atlet layar kami mampu tampil konsisten. Ini modal yang bagus untuk kami sehingga kami bisa meraih 2 medali emas. Kami bersyukur dengan hasil ini” kata Ketua Pengprov Porlasi Banten Asep Yusuf.
Baca Juga: MANTAP! Talas Beneng di Pabuaran Kabupaten Serang Tembus Pasar Amerika dan Australia
Dua atlet layar Alif Okta Junaedi dan Faridzky Arifien mengakui mereka puas dengan penampilan dan medali emas yang mereka capai pada PON yang pertama kali mereka ikutkan. Medali emas ini buah hasil latihan yang mereka jalani selam ini di Pantai Anyer, Serang.
“Senang pastinya, kami sudah berusaha semaksimal mungkin tampil kompak. Kami bangga bisa menang cukup jauh dari lawan-lawan yang lain, tapi ini semua berkat semua yang terlibat di tim Banten,” ucap Alif Okta Junaedi.
Sedang medali emas yang diraih di kelas Tecno 293 dihasilkan atlet Dandi Juliansyah yang merupakan atlet Kabuapten Serang luar biasa karena harus bersaing ketat dengan lawannya hingga laga berakhir.
Saat memasuki babak penentuan pelatih minta untuk menempel ketat rivalnya. Strategi ini berhasil membuat lawannya berbuat kesalahan yang menguntungkan bagi dirinya.
Baca Juga: Switch Over Pertama Stasiun Rangkasbitung Mulai Diberlakukan, Jalur Keluar Masuk Penumpang Berubah
“Saya menekan lawan saat berlomba di tengah laut. Akhirnya nerhasil menyamai dan berhasil menang. Saya bersyukur dan kemenangan ini untuk orangtua dan warga Banten,” tegasnya.
Sementara medali perak diraih mantan peraih dua medali emas PON XX Papua tahun 2021, Dexy Priany. Atlet Kabupaten Tangerang tersebut tersalip perolehan nilainya dihari terakhir atas lawannya dari Jawa Barat Kahea Abdillah Zulfikar.
Dexy yang di seri terakhir hanya butuh finish di posisi pertama mendapat perubahan angin yang drastis diakhir lomba dan tersusul saat memasuki garis finish.
“Mohon maaf saya gagal emas. Saya persembahkan kemenangan ini untuk Banten,” tegasnya.(***)

















