BANTENRAYA.COM – Kementrian Agama (Kemenag) Kota Cilegon mengungkapkan tidak ingin mendapat siswa buangan dan menjadi alasan untuk membuka jadwal penerimaan peserta didik baru (PPDB) lebih awal dari yang lain.
Kepala Seksi (Kasi) Pendidikan Madrasah (Penma) Munirudin mengatakan, sekolah negeri yang di bawah naungan Kemenag lebih dahulu diadakan PPDB karena tidak ingin sebagai sekolah dengan mendapatkan sisa siswa yang tertolak di PPDB.
“Kami membuka PPDB diawal karena tidak mau mendapat sisa ya, kami ingin benar-benar mendapatkan siswa yang benar-benar berminat masuk ke madrasah,” kata Munir kepada Banten Raya, Rabu 3 Juni 2024.
Baca Juga: Setoran Pajak Digas, 25 Tapping Box bakal Dipasang Disejumlah Hotel dan Restoran
Munir menyampaikan, saat ini popularitas sekolah dibawah naungan Kemenag meningkat, meskipun sempat diperkirakan sepi peminat
“Sampi pelaksaanaan PPDB untuk madrasah tahun 2024 di Kota Cilegon memiliki peningkatan peminat, baik dari Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), dan Madrasah Aliyah (MA) di Negeri maupun Swastanya,” lanjutnya.
Namun ia mengungkapkan belum menerima dat secara keseluruhan untuk PPDB sekolah yang dibawah naungan Kemenag tersebut, karena masih ada beberapa yang melakukan PPDB.
“Untuk data keseluruhan belum ada laporannya, namun untuk peminat ke madrasah alhamdulillah meningkat di Kota Cilegon. Karena lulusan madrasah ini hafalannya bagus, akhlaknya dan lain-lain. Madrasah tidak bisa dipandang sebelah mata,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, pada PPDB yang berlangsung, kata dia terdapat kuota untuk perkelasnya mencapai 32 siswa pada sekolah negeri.
“Kalau di Kota Cilegon sendiri MTS negeri ada 3, jumlah kuota sekolah kita tidak menentukan kuota, hanya targetnya satu kelas itu untuk di MTS ada 32 siswa. Jadi soal kuota sekolah itu tergantung berapa nanti kekuatan pihak sekolah untuk menampungnya,” jelasnya.
Baca Juga: Dapat Bansos dari Pemerintah, 329 Warga Kalanganyar Rela Antre Demi Sekarung Beras
Ia menuturkan terdapat perbedaan PPDB dengan jalur PPDB dari Dindikbud Kota Cilegon, pendaftar PPDB di Kemenag hanya melalui dua jalur saja, yakni jalur prestasi dan jalur tes.
“PPDB di Kemenag itu sudah ada juknas dan juklak dari pusat dan itu semua diatur dari bulan Maret sampai Juni 2024 sebelum pelaksanaan tahun ajaran baru. Dimana jalur PPDB ada prestasi dan lewat tes. Kalau tes itu ada tes tulis keagamaan dan umum, juga tes baca tulis quran (BTQ),” ucapnya.
Munir mengatakan, jumlah seluruh sekolah Negeri di Kota Cilegon naungan Kemenag terdapat sebanyak enam sekolah negeri dari Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), Madrasah Aliyah (MA).
Baca Juga: Deadline Besok, Verfak Dukungan Cabup Pandeglang Independen Sudah 90 Persen
“Di Cilegon sekolah negerinya itu ada MIN terdapat satu sekolah, MTSN terdapat 3 sekolah, dan MAN terdapat 2 sekolah,” ucapnya.***















