BANTENRAYA.COM – Lurah Bagendung, Kecamatan Cilegon Eha Nursoleha memberikan respons cepat atas laporan warga soal adanya rumah roboh milik Rohman di Link Curug. Larangan, RT 08, RW 04.
Eha didampingi Seklur Bagendung Yuda dan beberapa stafnya langsung meluncur ke lokasi untuk memastikan keadaan.
Disamping juga, Eha melakukan koordinasi dengan RT dam RW setempat tentang kondisi dan data warga yang terkena rumah roboh.
Selanjutnya, Eha juga melakukan usaha untuk memfasilitasi dengan komunikasi kepada pemangku kebijakan semisal Baznas, lembaga CRS agar bisa membantu.
Eha menyatakan, sudah langsung mengecek rumah warga yang roboh serta memastikan kondisinya.
“Sudah langsung melihat, saya juga sudah cek statusnya,” katanya, Jumat 19 April 2024.
Eha menjelaskan, secara status yang bersangkutan ini belum masuk ke dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial atau DTKS.
Hal itu tentunya akan menyulitkan pihak kelurahan untuk bisa mengajukan bedah rumah dari program pemerintah, baik itu pusat sampai daerah.
Sebab, DTKS itu menjadi syarat dan prosedur penerima bantuan dari pemerintah.
“Kami mengalami kesulitan karena secara aturan itu, penerima bantuan harus masuk dalam DTKS, terutama bedah rumah dan lainnya dari Pemerintah Pusat, Provinsi dan Kota. Karena syaratnya tidak masuk. Nanti malah menyalahi aturan dan jadi masalah,” tegasnya.
Namun, Eha menyatakan, akan mengupayakan lewat jalur lain yang itu tidak menyalahi aturan dan aman, misalnya ke lembaga CSR atau Baznas Cilegon atau donatur lainnya.
“Kami akan upayakan ajukan. Namun, semuanya butuh proses dan tidak bisa instan. Tapi kami akan fasilitilasi untuk pengajuan,” tegasnya.
Baca Juga: 262 Rumah di Kabupaten Lebak Terendam Banjir
Sementara itu Roham mengaku, rumahnya sudah roboh sejak Ramadhan lalu. Bahkan, sekarang kondisinya hanya menyisakan ruang tamu saja dengan bangunan yang sudah rentan roboh jika ada cuaca buruk lagi.
“Semoga saja harapannya saya bisa dibantu,” jelasnya.
Rohman mengaku, rumah tersebut ditinggalinya dan status tanah sendiri milik orang tuanya.
“Yah milik ibu,” imbuhnya.
Baca Juga: Trafik Internet XL Axiata di Kabupaten Pandeglang Naik 30 Persen Saat Libur Lebaran
Rohman menjelaskan, sudah dari 6 tahun lalu kondisi rumahnya rentan roboh. Terlebih sekarang sudah musim hujan dan angin.
“Ini juga sudah doyong. Takutnya roboh dan menimpa atap rumah tetangga,” pungkasnya.***















