BANTENRAYA.COM – Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Cilegon Maman Mauludin menyatakan jika ketimpangan kaya dan miskin alias indeks gini rasio semakin meningkat.
Dimana, ketimpangan kaya dan miskin di Kota Cilegon pada 2022 lalu sebesar 0,318 poin pada 2023 menjadi sebesar 0,363 point.
Salah satu faktor penyebab ketimpangan kaya dan miskin semakin naik yakni adanya migrasi alias eksodus kependudukan yang sangat signifikan, sehingga ketimpangan menjadi naik.
Baca Juga: Duh, Mau Bagi-bagi ke Pemda Harga Saham Bank Banten Malah Anjlok 18,89 Persen
Maman menyampaikan, Walikota Cilegon Helldy Agustian sudah memberikan warning terhadap peningkatan signifikan jumlah pendudukan selama 2 tahun terakhir.
“Salah satu penyebabnya adalah kenaikan jumlah penduduk yang signifikan, sehingga gini rasio sebelumnya 0,318 menjadi 0,363,” katanya saat menjadi pembicara dalam acara Musrenbang Rencana Kerja Perangkat Daerah (RKPD) yang digelar Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Penelitian dan Pengembangan (Bappedalitbang) Kota Cilegon, Selasa 26 Maret 2024.
Maman menyampaikan, banyaknya warga yang migrasi menjadi warga Kota Cilegon karena beberapa diantaranya tertarik dengan adanya banyak program gratis yang sudah direalisasikan Pemkot Cilegon.
Baca Juga: Buntut Kontroversi Film Kiblat, Akun Instagram KPI Pusat di Serbu Netizen
“Ini sudah disampaikan dalam acara RPJPD (Rencana pembangunan jangka panjang daerah). Faktornya banyak warga luar yang tertarik dengan program yang ada,” jelasnya.
Maman menjelaskan, meminta kepada dinas terkait untuk memperketat soal kependudukan, sehingga tidak mengalami kenaikan lagi.
“Warning terhadap penduduk mungkin dengan berbagai fasilitas dan kemudahan yang diberikan Pemkot Cilegon terhadap warga, misalnya layanan gratis dan sebagainya itu menjadi tujuan untuk mencari peruntungan, di dua tahun kemarin ini sangat signifikan kenaikan dan kedepan bisa diperketat,” jelasnya.
Selain indeks gini, ada pendapatan per kapita yang mengalami peningkatan dari Rp271,35 juta pada 2022 dan meningkat sebesar Rp287,53 juta per kapita, lainnya yang meningkat juga indeks kepuasan masyarakat 82,95 poin pada 2022 sekarang 2023 menjadi 89,79 poin.
“Ada banyak angka kenaikan juga misalnya pendapatan per kapita dan juga kepuasan masyarakat,” pungkasnya.***















