BANTENRAYA.COM – Sejak dulu para ulama banyak yang beda pendapat soal kapan tanggal atau waktu Isra Mi’raj.
Ada banyak pendapat ulama tentang kapan waktu Isra Mi’raj terjadi dan perbedaan itu menjadi sesuatu yang lumrah.
Lalu kapan sebenarnya kejadian Isra Mi’raj ini dan mana yang benar?
Baca Juga: Tegas! Aceh Besar Tolak SE Menag Terkait Aturan Pengeras Suara di Masjid dan Mushola
Dikutip Bantenraya.com dari YouTube Quraish Shihab pada Sabtu, 26 Februari 2022, dikatakan bahwa ada 15 pendapat ahli hadits soal waktu kapan Isra Mi’raj terjadi.
Ada ulama yang bilang bahwa Isra Mi’raj terjadi pada bulan Rabiul Awal saat Nabi Muhammad dilantik sebagai Nabi.
Ada juga ulama yang berkata Isra Mi’raj terjadi pada bulan Ramadhan. Ada ulama yang berkata Isra Mi’raj terjadi pada tahun ke-10 Hijrah.
Baca Juga: Tertimpa Tanah Longsor, Dua Rumah Warga di Kabupaten Lebak Ambrol
Bahkan ada ulama yang berkata Isra Mi’raj terjadi setahun sebelum Nabi hijrah.
Sementara bagi masyarakat Indonesia populer diketahui bahwa Isra Mi’raj terjadi pada 27 Rajab.
Semua pendapat itu berbeda-beda. Lalu mana yang paling benar?
Baca Juga: Burung Elang Terbesar di Dunia, Jadi Satwa Baru Milik Alshad Ahmad
Quraish Shihab mengatakan, bila sudah menyangkut perkara sejarah, bukan perkara akidah, maka para ulama biasa saja berbeda pendapat dan tidak menjadi masalah.
“Ulama kalau menyangkut sejarah itu longgar,” kata Quraish Shihab.
Lalu bagaimana umat Islam menyikapi perbedaan itu semua?
Baca Juga: Jadwal Liga Inggris Pekan Ini: Ada Everton vs Manchester City hingga Liverpool dan Chelsea Absen
Quraish Shihab mengatakan, jangan terlalu memikirkan soal waktu kejadian dalam peristiwa-peristiwa yang ada di Al Qur’an.
Fokuslah pada peristiwa dan hikmahnya.
Yang perlu dilakukan adalah umat Islam wajib yakin bahwa peristiwa Isra Mi’raj benar-benar terjadi. Sebab ini menyangkut keimanan seorang muslim.
Baca Juga: Dinilai Mampu Memimpin Indonesia, Ormas Pakar Kawal Erick Thohir Jadi Capres
“Yang pasti Isra pernah terjadi tidak boleh diingkari adanya isra karena sudah jelas,” kata Quraish.
Sebab siapa yang tidak percaya adanya Isra Mi’raj maka keluar dari Islam. ***



















