BANTENRAYA.COM- Multitasking atau disebut juga orang yang melakukan lebih dari satu pekerjaan dalam waktu secara bersamaan.
Multitasking tidak hanya digunakan oleh orang yang bekerja formal seperti bekerja di kantor tetapi setiap orang yang melakukan berbagai pekerjaan secara bersamaan, baik anak-anak ataupun ibu rumah tangga.
Merasa bangga dianggap multitasking karena bisa menghemat waktu dan beranggapan bahwa multitasking itu baik, padahal sebaliknya.
Baca Juga: Beredar Video Seorang Gadis Berseragam SMP Diduga Dianiaya
Menghabiskan lebih banyak energi dan mengurangi kualitas pekerjaan sehingga bukan hanya kewalahan tetapi juga membuat pekerjaan yang tak kunjung selesai.
Melakukan dua pekerjaan secara bersamaan justru akan memakan waktu lebih lama dibandingkan mengerjakan satu persatu, seperti berbincang sambal bermain hp atau membalas dan mengangkat telepon sambil berkendara.
Dikutip Bantenraya.com dari akun Instagram @youngontop ternyata Multitasking juga membawa efek buruk, berikut penjelasannya
Baca Juga: Bupati dan Walikota di Banten Belum Serahkan Rekomendasi UMK 2022
1. Merusak Otak
Multitasking menurunkan performa area otak yang disebut _brains grey_ _matter_ , terutama area yang berkaitan dengan fungsi kognitif, motivasi dan emosi. Kebiasaan multitasking berkepanjangan juga bisa mengurangi kemampuan daya ingat otak, sehingga jadi gampang lupa.
2.Mudah Kehilangan Fokus
Hal ini karena multitasking menyebabkan kesulitan untuk membedakan interupsi mana yang penting dan tidak. Sebuah studi juga menemukan bahwa seseorang yang melakukan multitasking juga akan menjadi distraksi untuk orang lain yang berada di dekatnya.
3. Mengurangi Produktivitas
Menurut hasil riset, saat mengerjakan lebih dari satu pekerjaan dalam satu waktu, fokus akan terpecah, sehingga pekerjaan pun akan memakan waktu lebih lama untuk selesai. Ashasil, multitasking akan membuat kamu kurang produktif dan tidak bekerja dengan efisien.***



















