BANTENRAYA.COM – Rinjani menjadi salah satu gunung yang diminati untuk para pecinta pendakian.
Rinjani memiliki perjalanan yang sangat bisa dinikmati karena ada air terjun, termasuk hutan hujan tropis, savana, dan pemandangan pegunungan sangat indah.
Namun, untuk bisa naik ke Rinjani, maka para pendaki harus sudah memiliki peralatan yang sangat lengkap dan aman, terutama untuk menahan dinginnya suhu di Rinjani.
Baca Juga: Masyarakat Tak Perlu Antre Lagi, RSUD Kota Serang Buka Registrasi Pasien Secara Online
Suhu di Rinjani sendiri bisa sangat ektrem dan mencapai minus 5 derajat celcius pada saat malam di musim kemarau.
Pada saat siang saja di puncak rinjani bisa mencapai 4 derajat celcius dan di kaki gunung mencapai 11 derajat celcius.
Pemandu pendakian dan relawan penyelamat Gunung Rinjani Agam Rinjani dalam salah satu tayangan Youtube Close The Door menyatakan, jika kondisi cuaca di Rinjani tidak bisa diprediksi dalam setiap 4 jam bisa berubah. Untuk itu peralatan yang dibawa harus lengkap.
“Kalau di Rinjani hampir setiap 4 jam sampai 10 jam itu tidak menentu, kadang kabut, kadang badai dan angin. Kalau mau naik gunung perlu sangat persiapan matang, perlengkapan karena cuacanya sangat ekstrem. Kadang di bawah cerah itu sampai atas hujan,” katanya.
Baca Juga: Sambut Super League 2025-2026, Persib Bandung Luncurkan Program Bobotoh Goes to Thailand
Agam menjelaskan, suhu ekstrem di Rinjani bisa mencapai minus 1 derajat celcius. Tidak hanya perlengkapan lengkap.
Kadang orang tidak menjaga suhu tubuhnya dan lupa minum karena dingin termasuk harus banyak makan dengan kalori bukan protein.
“Banyak mengandung kalori, kalau protein malah memicu dehidrasi, jadi harus makan karbo yang kalorinya sangat tinggi. Karena dingin juga bisa dehidrasi tidak terasa haus,” pungkasnya. ***



















