BANTENRAYA.COM – Ketua Fraksi NasDemPKB DPRD Kota Cilegon Erick Rebi’in meminta Walikota Cilegon Helldy Agustian dan Wakil Walikota Cilegon Sanuji Pentamarta duduk bersama.
Keduanya baik Helldy maupun Sanuji diminta memerbaiki komunikasinya antara kepala daerah dan wakilnya demi pembangunan di Kota Cilegon.
Alasan Politikus Partai NasDem ini meminta Helldy dan Sanuji duduk bersama lantaran pembangunan di Kota Cilegon saat ini dirasa tidak berjalan maksimal.
Baca Juga: Kedatangan Juara Bertahan, Persikabo 1983 Punya Misi Laga Wajib Menang
Bahkan, pada 2023 ini belum terlihat adanya pembangunan yang berjalan.
“Saya meminta kepada Walikota (Helldy Agustian) dan Wakil Walikota (Sanuji Pentamarta) segera kalian duduk bersama,” kata Erick ditemui di Kantor DPRD Kota Cilegon, Kamis, 2 Maret 2023.
“Hal itu ntuk menyinkronkan visi misi, agar tidak melakukan pencitraan masing-masing,” tuturnya.
Baca Juga: Doa Malam Nisfu Syaban, Lengkap Tulisan, Arab, Latin dan Terjemahannya
Erick meminta kepada keduanya baik Walikota maupun Wakil Walikota untuk memimpin Kota Cilegon dengan hati, tidak hanya pencitraan masing-masing.
”Saya kecewa terhadap mereka, ini di mana letak leadershipnya mereka yang jadi panutan, mereka sendiri seperti anak kecil tidak mau duduk bersama, memang pemerintah mau dibelah apa?,” tandasnya.
Erick juga meminta agar Aparatur Sipil Negara atau ASN tidak terkotak-kotak.
Jangan sampai karena kedekatan dengan Walikota atau Wakil Walikota, kinerja ASN menjadi miring ke salah satu pihak.
Ia meminta ASN bekerja sesuai alur serta tugas pokok dan fungsinya.
”Kami saja di dewan bingung, kalau dipanggil iya iya, siap siap, tapi pembangunan Kota Cilegon belum maksimal, banjir bukan teratasi malah titiknya bertambah,” ungkapnya.
Baca Juga: 13 Ide Tema Pesantren Kilat Ramadan 2023 yang Kekinian Cocok untuk di Sekolah SD, SMP hingga SMA
“Penganggurang berkurang hanya berapa persen saja tak sebanding dengan investasi yang masuk puluhan triliun, padahal janji politiknya penyerapan tenaga kerja 25.000, mana,” tandasnya.
Erick juga menyesalkan belum dilakukannya pengisian jabatan kosong serta mutasi dan rotasi di Pemkot Cilegon.
Padahal, saat ini sudah memasuki bulan ke 3 tahun 2023.
Ia mengingatkan agar rotasi dan mutasi tidak dilakukan di tengah tahun saat Kota Cilegon berjalan, karena akan mengganggu penyerapan anggaran.
”Kalau mutasi dan rotasi di tengah tahun atau akhir tahun akan jadi bumerang karena bisa menyisakan Silpa seperti tahun 2021 yang menjadi rekor hampir menyetuh 500 miliar, saya tahu karena saya waktu itu Ketua Pansus LKPj 2021,” terangnya. ***


















