BANTENRAYA.COM – Pembangunan kantor Kelurahan Sayar, Kecamatan Taktakan, Kota Serang, terpaksa ditunda, lantaran terganjal persoalan aset lahan.
Alhasil di sisa 1 tahun masa jabatan Walikota Syafrudin dan Wakil Walikota Subadri Ushuludin, Kelurahan Sayar, belum memiliki kantor kelurahan sendiri.
Hal ini disampaikan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang atau DPUPR Kota Serang Iwan Sunardi, usai mendampingi Walikota Serang Syafrudin meresmikan tiga kantor kelurahan di Kecamatan Walantaka, Kota Serang, Kamis 5 Januari 2023.
Baca Juga: Spesial Jumat Berkah! Berikut Jadwal Acara Trans TV Pada 6 Januari 2023 Lengkap
Iwan Sunardi menyebutkan, ada beberapa kelurahan di Kota Serang yang belum memiliki gedung ideal.
Beberapa kelurahan itu adalah Kelurahan Sayar, Kelurahan Sukajaya, Kelurahan Gelam, dan Kelurahan Cibendung.
“Kalau yang belum memiliki gedung ideal yang pertama Sayar. Sayar persoalannya adalah terkait lahan,” ujar Iwan Sunardi, kepada Bantenraya.com.
Baca Juga: Harga Tiket Nonton Puisi Cinta yang Membunuh Hari ini di Bioskop Bandung
Selain Kelurahan Sayar, kata Iwan Sunardi, Kelurahan Sukajaya, Kelurahan Gelam, dan Kelurahan Cibendung, pun belum memiliki kantor yang ideal.
“Kelurahan Sukajaya dan Kelurahan Gelam tahun ini kita bangun. Seharusnya Kelurahan Sukajaya tahun kemarin kita bangun, tapi karena ada persoalan-persoalan asetnya tahun ini kita bangun,” ucap dia.
Iwan Sunardi menjelaskan, tahun 2023 ada sekitar tujuh kelurahan yang akan dibangun dan direhabilitasi.
Baca Juga: Cerita Potret Soekarno yang Tergantung di Dinding-dinding Kamar Pelacur
“Tadi disampaikan Pak Wali, tujuh kelurahan itu berikut rehab kelurahan. Kalau untuk pembangunannya ada dua, Kelurahan Sukajaya dan Kelurahan Gelam,” tuturnya.
“Anggarannya Rp 2,5 miliar. Tapi untuk pemeliharaannya bisa diangka delapan kelurahan,” jelasnya.
Iwan Sunardi menyebutkan, anggaran untuk pemeliharaan kantor kelurahan tahun 2023 berkisar Rp 4 miliar.
Baca Juga: UNIQLO Sedang Buka Program Manajemen Global 2023, Bisa Dapat Kesempatan Terbang ke Tokyo!
“Kurang lebih di angka Rp 4 miliar. Tapi tidak hanya kelurahan saja, termasuk gedung-gedung pemerintahan juga,” tegas Iwan Sunardi.
Iwan Sunardi mengimbau kepada seluruh kecamatan, apabila mengajukan permohonan pembangunan kantor kelurahan asetnya harus sudah clean and clear.
“Jadi saya tidak mau pembangunan yang sudah diprogramkan, dianggarkan terkendala terhadap itu (aset-red) nantinya,” tutur dia.
Baca Juga: Indonesia vs Vietnam, Bermain Cerdas, Jangan Buat Kesalahan di Leg Pertama Semifinal Piala AFF
Iwan Sunardi mengungkapkan, seharusnya tahun 2022 kantor Kelurahan Sayar sudah harus terbangun, namun karena persoalan aset, sehingga pembangunan kantor Kelurahan Sayar dialihkan untuk pembangunan kantor Kelurahan Cibendung.
“Program dan anggaran sudah siap, ternyata persoalan aset tidak ada dan ada masalah kita alihkan. Ini jangan sampai terjadi lagi,” tandasnya.
Sementara itu, Lurah Sayar Romli mengatakan, penundaan pembangunan kantor Kelurahan Sayar, karena warganya belum mufakat untuk menentukan lokasi kantor kelurahannya.
“Tadinya warga sebelah Utara dan sebelah selatan pada gak mau kalau kantor kelurahannya jaraknya jauh,” ungkapnya.
“Sekarang warganya udah pada menyadari dan bagaimana lurah, yang penting punya kantor,” katanya, Kamis 5 Januari 2023.
Romli menuturkan, saat ini kantor Kelurahan Sayar masih mengontrak di rumah warga Lingkungan Cikentang, Kelurahan Sayar, Kecamatan Taktakan.
“Masih ngontrak di rumah warga. Sudah lima tahun berjalan,” tutur dia.
Romli menjelaskan, untuk lahan kantor Kelurahan Sayar sudah disiapkan yang lokasinya tidak jauh dari kantor Kelurahan Sayar sementara yang ngontrak di rumah warga.
“Lahan sudah ada milik warga. Luasnya sekitar 1.300 meter strategis dekat jalan,” jelasnya.
Baca Juga: Kang Mus Berpotensi Tak Tampil di Preman Pensiun 8, Sang Pemeran Ungkap Punya Masalah Ini
Untuk lahan lokasi kantor Kelurahan Sayar, Romli mengaku sudah mengajukan ke instansi terkait sejak tahun kemarin.
“Yang dipertanyakan persoalan anggaran untuk pembebasan lahannya. Selama ini saya koordinasinya dengan pak camat. Pak camat yang koordinasi dengan Perkim.
Romli berharap pembebasan lahan untuk kantor Kelurahan Sayar terealisasi tahun ini, sehingga lahan tersebut tidak dijual oleh pemiliknya.
Baca Juga: Buntut Viral Perselingkuhan Menantu dan Ibu Mertua, Rozy Diperiksa Polda Banten
“Harapannya tahun ini agar terealisasi baik penyediaan lahan dari pihak Perkim sementara belum ada jawaban. Saya minta pembebasan lahannya dulu biar tanahnya gak dipotong potong pihak lain,” tandas dia. ***



















