BANTENRAYA.COM – Ratusan mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB) menjadi korban pinjama online atau pinjol.
Kasus mahasiswa IPB yang terjerat pinjol menjadi perhatian publik karena ditaksir nilainya sampai miliaran rupiah.
Sejumlah mahasiswa IPB yang terjerat pinjol telah melapor kejadian itu kepada Polresta Bogor Kota.
Baca Juga: 15 Link Twibbon KTT G20 Bali, Unggah di Media Sosial untuk Ikut Dukung dan Sukseskan
Namun ada juga beberapa yang masih berdiam karena merasa takut disalahkan oleh orang tuanya.
Besaran pinjol yang mendera mahasiswa bervariasi, dimulai dari Rp3 sampai Rp13 jutaan rupiah.
Bermula pada sebuah penawaran proyek yang dilakukan kakak tingkat mahasiswa yang menjadi korban pinjol dengan menawarkan keuntungan 10 persen setiap bulannya.
Baca Juga: Ribuan Warga Mengeluh Premanisme di Terminal Kampung Rambutan, Hotman Paris : Tembak di Tempat
Akhirnya sejumlah mahasiswa yang tergiur sepakat untuk mengambil proyek tersebut dan mulai masuk kedalam grup penjualan online.
Mereka yang telah bergabung ditugaskan untuk melakukan order fiktif dan investasi dana didalamnya.
Singkat cerita usaha yang dilakukan para mahasiswa itu tak berjalan alias mandek, alih-alih mendapat keuntungan yang ditawarkan malahan mereka sekarang di keja-kejar debt collector.
Salah satu mahasiswa juga menceritakan, Aurelia (20 tahun) mahasiswa dari Fakultas Pertanian mengungkapkan kini dirinya tengah terjerat pinjol sebesar Rp6 Juta.
Pada bulan Agustus lalu, Aurelia diajak berinvestasi di grup penjualan online itu, setelah mendapat keuntungan 10 persen yang ditawarkan tak berselang usahanya tersebut mandek.
“Iya, ini sempat dikejar kejar debt collector. Sempat ke rumah malahan,” ungkap Aurel.
Baca Juga: Kesaksian Penonton yang Sudah Menonton Sri Asih: Ekspektasi 100 Persen, Dikasih 200 Persen
Berita mahasiswa IPB yang terjerat pinjol menjadikan pihak kampus bertindak cepat dengan untuk membantu permasalahan yang menimpa para peserta akademiknya itu.
Arif Satria selaku Rektor IPB menyatakan bahwa pihaknya telah membuka posko pengaduan terkait mahasiswa yang terjerat pinjol dan dirinya beserta pihak kampus akan memberikan bantuan hukum kepada korban.***



















