BANTENRAYA.COM – Sepuluh hari jelang pembukaan Piala Dunia 2022 Qatar. Tuan rumah Qatar justru mengutuk wisatawan LGBT.
Praktis ini menjadi kontroversial di tengah persiapan kick off turnamen sepakbola terbesar sejagat raya ini.
Perihal LGBT ini disoalkan oleh seorang duta besar untuk Piala Dunia 2022 Qatar, Khalid Salman.m, dalam sebuah wawancara dengan penyiar publik Jerman ZDF.
Dalam wawancara tersebut, Khalid Salman juga mengatakan bahwa homoseksualitas “adalah bahaya spiritual”.
Baca Juga: Kebijakan Kontroversi Piala Dunia 2022, Al-anshari: Tidak Akan Pindah Agama Hanya Kerena Piala Dunia
“Selama Piala Dunia, banyak hal akan datang ke negara ini. Mari kita bicara tentang gay,” kata Salman dalam bahasa Inggris, yang secara bersamaan di-dubbing ke dalam bahasa Jerman di segmen TV.
“Yang paling penting adalah, semua orang akan menerima bahwa mereka datang ke sini. Tapi mereka harus menerima aturan kita.”
Wawancara itu dipotong oleh petugas media dari panitia penyelenggara Piala Dunia setelah Khalid Salman mengungkapkan pandangannya tentang homoseksual, ZDF melaporkan.
Khalid Salman menyoroti kekhawatiran tentang perlakuan negara konservatif terhadap gay dan lesbian.
Baca Juga: Sadio Mane Dilaporkan Cidera, Sinyal Senegal Kehilangan Kekuatan di Piala Dunia 2022?
Khalid Salman menyebutkan bahwa homoseksualitas sebagai “kerusakan dalam pikiran”.
Mantan pemain tim nasional Qatar ini mengatakan, menjadi gay adalah “haram,” atau dilarang dalam bahasa Arab.
Khalid Salman memiliki masalah dengan anak-anak yang melihat orang gay.
Kutipan wawancara televisi ditampilkan pada hari Senin di program berita ZDF, Heute Journal.
Baca Juga: Absen di Piala Dunia Qatar 2022, Bek Muda Amerika Ini Tulis Pesan Menyentuh Hati
Wawancara lengkap, yang merupakan bagian dari film dokumenter, akan ditampilkan pada hari Selasa di ZDF.
Pernyataan kontroversial Khalid Salman ini mendapat respon dari Menteri Dalam Negeri Jerman Faeser.
Faeser pun mengutuk pernyataan Khalid Salman.
Faeser, yang juga bertanggung jawab untuk olahraga, mengatakan ketika dia mengunjungi Qatar seminggu yang lalu bahwa perdana menteri negara itu telah memberinya “jaminan keamanan” untuk para penggemar “tidak peduli dari mana mereka berasal, siapa yang mereka cintai dan apa yang mereka yakini”.
Baca Juga: 7 Tim Terkuat di Piala Dunia Qatar 2022
Faeser mengatakan tidak ada perubahan sikap dari perdana menteri, yang juga menteri dalam negeri Qatar.
Dia berencana untuk melanjutkan perjalanan ke pertandingan pembukaan Piala Dunia Jerman melawan Jepang.
Bulan lalu, duta besar Jerman untuk Qatar dipanggil oleh pemerintah di sana setelah Faeser muncul untuk mengkritik negara itu karena catatan hak asasi manusianya. ***
Sumber 1news.co.nz















