BANTENRAYA.COM – Banyak orang yang merasa terganggu dengan jerawat, terutama kaum hawa. Tapi tahukah kalian, ternyata ada bacaan doa saat jerawat mengganggu.
Artikel ini menyediakan bacaan doa saat jerawat mengganggu, cocok bagi kalian yang sering kedatangan jerawat dan sangat terganggu dengan kehadirannya.
Maka dari itu, yang penasaran dengan bacaan doa saat jerawat mengganggu, simak artikel ini sampai selesai.
Menurut para ahli kesehatan, terdapat banyak fakto yang menyebabkan datangnya jerawat antara lain, faktor genetik, faktor lingkungan, faktor hormonal, dan faktor gaya hidup.
Sementara itu, bacaan doa saat jerawat mengganggu yang diajarkan Rasulullah SAW ini ternyata mempunyai sebuah kisah unik.
Dikutip Bantenraya.com NU Online, doa ini pertama kali diajarkam Rasulullah ketika salah seorang istrinya sedang terkena penyakit bisul.
Baca Juga: Buruh Tolak Penutupan PLTU Suralaya Karena Bisa PHK Massal dan Dinilai Tergesa-gesa
“Suatu hari Rasulullah SAW menemui salah seorang istrinya. Beliau mendapati ujung jari istrinya itu melenting karena bisul.
Rasulullah SAW lalu meminta sebuah ramuan obat terkenal yang berasal dari India untuk dipupurkan di ujung jari yang membengkak.
Setelah itu Rasulullah SAW mengajarkan istrinya doa sebagai berikut.
Baca Juga: Ini Peluang Airin di Pilgub Banten Bila Sudah Ada Ketua Umum Golkar yang Baru
اللَّهُمَّ مُصَغِّرَ الْكَبِيرِ ، وَمُكَبِّرَ الصَّغِيرِ صَغِّرْ مَا بِي
Allâhumma mushagghiral kabîr wa mukabbiras shaghîr, shagghir mâ bî.
Artinya, “Wahai Tuhan yang (kuasa) mengecilkan sesuatu yang besar, dan (sanggup) membesarkan yang kecil, kecilkanlah penyakit yang ada padaku.”
Baca Juga: Anti Mainstream! Panjat Pinang di Cianjur Berhadiah Janda Muda
Setelah diikuti semua petunjuk suaminya, umul mukminin ini melihat bisulnya berangsur susut mengempis.”
Sebab bisul dan jerawat terlihat mirip, doa ini juga bisa dipakai saat jerawat tumbuh dan membuat kalian terganggu.
Sehingga, doa ini bisa diamalkan ketika tumbuh bisul dan jerawat.
Dijelaskan NU Online bahwa doa di atas disebutkan Imam Nawawi dalam karangannya Al Adzkar.***


















