BANTENRAYA.COM – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) terbuka dengan calon perempuan di Pilkada Gubernur atau Pilgub Banten 2024 mendatang.
PKS tidak akti pada calon perempuan, karena itu terbuka dengan calon perempuan, baik dalam konteks Pilpres maupul Pilgub Banten.
Bendahara Umum DPW PKS Provinsi Banten Budi Prajogo mengatakan, pihaknya tidak anti dengan calon perempuan.
Baca Juga: Target Pertumbuhan Ekonomi di Atas 5 Persen Dinilai Masih Rasional, tapi Harus Reliable
Dalam konteks Banten, PKS pernah bahkan beberapa kali mendukung calon perempuan.
“Jadi, PKS tidak alergi dengan calon perempuan,” ujar Budi usai Konsolidasi Pemenangan Pemilu 2024 ‘Siap Songsong Kemenangan PKS di Provinsi Banten’ yang digelar di Aula Teras, Kota Serang, Selasa, 11 Oktober 2022, Selasa, 11 Oktober 2022.
Budi mengatakan, pada tahun 2020 PKS mendukung pencalonan Ratu Tatu Chasanah sebagai Bupati Serang saat itu.
Baca Juga: Cepat Klaim!!! Kode Redeem ML Mobile Legends Terbaru 12 Oktober 2022, Ada Skin Istimewa
Di tahun yang sama, PKS sebenarnya juga intens berkomunikasi dengan Ratu Ati Marliati yang saat itu akan mencalonkan diri sebagai calon Wali Kota Cilegon.
Namun karena Ati memutuskan tidak berkoalisi dengan PKS, maka akhirnya PKS batal mendukung.
“Di Kota Tangsel juga PKS dukung Bu Airin (mantan Wali Kota Tangsel Airin Rachmi Diany-red). Bahkan 2 kali dukung Bu Airin. Jadi nggak ada isu PKS tidak mendukung perempuan,” katanya.
Baca Juga: Prof Romli Atmasasmita Minta PT Antam Lakukan PK Hadapi Konglomerat Budi Said
Dengan sejumlah rekam jejak itu, kata Budi, menunjukkan PKS tidak alergi dengan calon perempuan.
Sebab sebagai partai politik, yang ingin dicapai PKS juga sama, yaitu meraih sebanyak-banyaknya suara.
Karena itu, yang diperhitungkan oleh PKS bukan soal jenis kelamin melainkan oleh kemampuan calon untuk bisa menang. PKS akan mempertimbangkan kemampuan kemenangan calon.
Baca Juga: Awas Dicaplok, Komisi III DPRD Cilegon Ingatkan PCM Soal Ini
Begitu juga ketika PKS melihat sosok Puan Maharani sebagai capres.
“Kecuali kalau Mbak Puan moncer (secara elektabilitas-red),” katanya.
Ketua BPKK DPW PKS Provinsi Banten Shinta Wishnu Wardhani mengatakan, PKS akan memaksimalkan potensi suara dari pemilih perempuan.
Karena jumlah perempuan di Banten hampir seimbang dengan jumlah lelaki, maka suara perempuan akan dimaksimalkan untuk memenangkan Pemilu 2024 yang akan datang.
“Perempuan punya potensi menyumbang kemenangan,” katanya.
Shinta mengatakan, PKS juga memberikan peluang yang sama dengan lelaki. Tidak ada diskriminasi dengan perempuan di PKS.
Baca Juga: Spesial Bulan Mulud: Tentang Tawa dan Canda Rasulullah SAW Menurut Imam At Tirmidzi
Siapa pun perempuan yang memiliki potensi diberikan ruang yang sama dengan lelaki. Bahkan, ada 3 anggota DPRD Banten dari 11 anggota DPRD Banten dari PKS.
Presiden PKS Ahmad Syaikhu mengatakan, dia menginstruksikan kepada jajaran PKS di Banten agar melakukan politik silaturahim dengan menyapa seluruh stakeholder di Banten.
Selain itu juga melakukan politik pemberdayaaan, dengan melakukan pemberdayan masyarakat karena saat ini banyak masyarakat yang terdampak, baik dari sisi ekonomi, kesehatan, pendidikan, dan lain-lain.
Terkait suara kader PKS di Banten yang menginginkan agar Gembong menjadi calon Gubernur Banten, Syaikhu mengatakan, nama Gembong baru sebatas usulan.
Nanti nama Gembong akan dibahas oleh DPP PKS dan diputuskan.
Meski demikian, dia mengatakan, karena agenda terdekat adalah pileg, maka PKS saat ini masih fokus pada calon untuk pileg.
“Saat ini kami fokus ke caleg setelah itu baru bahas calon pilkada,” katanya. ***



















