BANTENRAYA.COM – Stadion Kanjuruhan menjadi saksi ganasnya dunia sepak bola hingga memakan korban yang begitu banyak.
Namun kalian tahukah siapa yang bertanggung jawab atas tragedi tersebut dan siapa yang menjadi sorotan utama publik?
Yuk simak artikel ini yang telah dirangkum Bantenraya.com dari berbagai sumber, sorotan publik Indonesia terhadap tragedi Arema yang terjadi di Stadion Kanjuruhan, Malang masih terus berlanjut.
Baca Juga: Update Kode Redeem ML Mobile Legends 3 Oktober 2022, Klaim Diamond dan Hero Gratis
Kali ini, sorotan dilayangkan pada PSSI sebagai induk organisasi sepak bola Tanah Air hingga area kejadian.
Memang kejadian yang berlangsung berjalan dengan lancer hingga akhir skor dengan menyatakan Persibaya unggul dengan Arema.
Namun hal tak terduga terjadi di area stadion hingga luar stadion hingga publik meminta PSSI untuk bertanggung atas kejadian tersebut.
Baca Juga: Kode Redeem FF Free Fire 3 Oktober 2022, Banyak Diamond, Skin Epic dan Hadiah Gratis
Akan tetapi kalian bisa berfikir kalo kejadian tersebut merupakan dari pihak spotter, jika tidak ada yang mengawali duluan pasti kejadian tersebut bisa terhindari.
Nah tidak hanya itu, seharusnya pihak PSSI juga harus tahu dari dalam sejumlah unggahan, yang dimana kicauan itu menyorot tentang aturan FIFA yang melarang pemakaian senjata api atau gas pengendali massa.
“Ga usah ngomongin oknum, mengubah culture juga perlu ada regulasi yang jelas dan tegas, tapi yg perlu dicatat bahwa peristiwa kanjuruhan ini bukan pertama kali, @PSSI bisa2nya ga belajar bikin regulasi dan sanksi yang jelas dan tegas dari apa yang pernah terjadi,” tulis salah satu akun.
Sementara akun lain menuliskan,”Inggris & Eropa belajar dari tragedy Hillborough & Heysel salah satunya. Korban saat itu 96 & 30an.PSSI, PT Liga, Panpel, Aparat kalau ndak mau belajar bersinergi & berbenah ndak usah ngurusi event sepakbola. Trauma!”
“Jgn lagi ada kata-kata “ini tanggung jawab bersama”. Sepenuhnya @PSSI bertanggung jawab atas tragedi kanjuruhan ini #ripsepakbolaindonesia”, tulis akun lain.
Di sisi lain, usai tragedi ini, PSSI menyatakan akan segera melakukan investigasi. Dikutip dari laman resmi PSSI, Sekjen PSSI Yunus Nusi, pihaknya masih menunggu laporan resmi dari pengawas pertandingan dan laporan dari Kepolisian.
Baca Juga: Airin Hadiri Turnamen Bola Voli di Ciwandan Cilegon, Mulai Kenalkan Diri Sebagai Calon Gubernur
“PSSI sangat mengecam kerusuhan ini. Namun, sekali lagi kami belum bisa menyimpulkan apa-apa. Tetapi, sanksi keras akan menimpa Arema jika semuanya terbukti. Tim investigasi PSSI akan segera bertolak ke Malang,’’ tutur Yunus.
PSSI pun mendukung pihak Kepolisian untuk menyelidiki kasus ini. Ketum Umum PSSI Mochamad Iriawan pun menyatakan, kompetisi Liga 1 2022/2023 dihentikan selama satu pekan dan Arema FC dilarang menjadi tuan rumah selama sisa kompetisi musim ini.***

















