Minggu, 1 Maret 2026
Banten Raya
  • Daerah
  • NasionalNew
  • Pendidikan
  • Opini
  • Ekonomi & Bisnis
  • Teknologi
  • Hukum & Kriminal
No Result
View All Result
Banten Raya
  • Daerah
  • NasionalNew
  • Pendidikan
  • Opini
  • Ekonomi & Bisnis
  • Teknologi
  • Hukum & Kriminal
Minggu, 1 Maret 2026
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Banten Raya
  • Daerah
  • Nasional
  • Pendidikan
  • Opini
  • Ekonomi & Bisnis
  • Teknologi
  • Hukum & Kriminal

Sejarah Singkat Dibalik Terbunuhnya Pahlawan Revolusi Jenderal Ahmad Yani

Agung Indarto Oleh: Agung Indarto
20 September 2022 | 16:02
Sejarah Singkat Dibalik Terbunuhnya Pahlawan Revolusi Jenderal Ahmad Yani

Jendral TNI Ahmad Yani pahlawan revolusi yang gugur Tangkapan layar YouTube Freddie Rafdinal

Bagikan Ke WhatsAppBagikan Ke FacebookBagikan Ke TwitterBagikan Ke Telegram

BANTENRAYA.COM – Ahmad Yani merupakan anak laki satu-satunya dari pasangan Sarjo dan Murtini, ayahnya dikenal sebagai M. Wongsorejo

Pahlawan Revolusi Ahmad Yani lahir pada 19 Juni 1922 di Desa Jenar Wetan, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah.

Semasa kecil Ahmad Yani sudah menampilkan kepiawaiannya dibanding anak-anak seumuran denganya.

Baca Juga: Kritikan Najwa Shihab Tentang Gaya Hidup Polisi Tuai Pro Kontra, Begini Respon Kapolri

Hal itu membuat majikan ayahnya, Hulstjin tertarik pada sosok Yani yang menjadikan tokoh pahlawan revolusi itu masuk ke dalam Hollandsch Inlandsche School (HIS) di purworejo.

Sampai ia menamatkan HIS-nya di daerah Bogor.

Setelah tamat dari HIS 1935, Yani melanjutkan sekolahnya di Meer Uitgebreid Lager Onderwijs (MULO) dengan kategori B yang menunjukan anak-anak yang berprestasi.

Baca Juga: Pengguna Facebook Ini Bongkar Trik Legal Beli iPhone 14 Pro Max dengan Uang Rp2 Jutaan, Banyak yang Tak Sadar

MULO diselesaikan oleh Yani selama tiga tahun 1938 dan hingga akhirnya dilanjutkan pada masuk Algemeene Middelbare School (AMS) pada golongan B juga yang mengindikasikan anak-anak berprestasi.

Saat dipertangahan AMS Yani keluar dan masuk pada militer bertepatan dengan dibukanya Corps Opleiding Reserve 1940 oleh Hindia Belanda.

Dirinya diterima sebagai Aspirant dinas Topografi Militer, dilanjut dengan dipindahkanya ke Malang untuk mendapat pendidikan lanjutan dan berhasil meraih pangkat sersan cadangan.

Baca Juga: TAMAT! Ending Serigala Terakhir Season 2: Alex Vs Reno Bertarung Sampai Akhir

Ahmad Yani sempat mendapatkan tugas di Bandung di tahun 1941, tetapi bakat militer di tubuh Yani yang besar menjadikan anak dari Murtini ini dipindahkan ke Bogor untuk menempuh pendidikan secara Intensif.

Pada tahun 1942 Yani sempat menjadi tahanan Jepang setelah negeri Sakura itu memaksa Belanda menyerah, dan dirinya pernah menjadi pengangguran.

Yani masuk dalam HEIHO Magelang di tahun 1943 berkat perwira Jepang Obata yang menambah eksistensi Jenderal Anumerta itu.

Baca Juga: Banding Ferdy Sambo Ditolak, Pengacara Siap Melawan?

Lagi-lagi berkat prestasinya dalam militer membuatnya ditarik dalam SHODANCO yaitu tingkatan prajurit pemimpin pleton dalam pasukan PETA.

Yani menjadi Komandan Dai Ici Syodan Dai San Cudan dari Dai Ni Daidan (sebagai jabatan Komandan Seksi 1 Kompi 3 Batalyon 2).

Pada 5 Desember 1944 dirinya menikahi Yayu istrinya, dan mendapat amukan dari atasanya karena waktu itu prajurit PETA dilarang menikah.

Baca Juga: Penghapusan Listrik 450 VA Tidak Akan Terjadi, Berikut Keteasan dari Presiden Jokowi

Setelah kemerdekaan dan terbubarnya PETA Yani tetap melangsungkan perlawanan terhadap sisa-sisa Jepang secara bergerilya.

Berkat perlawananya dirinya ditugaskan untuk memimpin Batalyon Resimen Magelang yang secara organisasi masuk kedalam militer pimpinan Kolonel Sudirman di Purwokerto yaitu Divisi Lima.

BACAJUGA:

Aktivitas kendaraan masyarakat yang tinggi menjelang buka puasa di Pasar Lama Kota Serang. (Dok/MSK)

Hindari Kebiasaan Buruk Ini Saat Berburu Takjil Supaya Tetap Aman di Jalan

1 Maret 2026 | 13:46
Tiga pemain Dewa United Banten FC berlatih jelang lawan Bhayangkara FC di pekan ke-24 BRI Super League 2025-2026. (Instagram @dewaunitedfc)

Dewa United Vs Bhayangkara FC, Sama-sama Lagi On Fire

1 Maret 2026 | 13:06
Ilustrasi bukber Ramadhan 2026, ajak orang terdekat untuk ikut dengan mengirimkan teks undangan. (Instagram/@dewoodscoffee)

3 Contoh Undangan Bukber Ramadan 2026 Simpel Pakai Bahasa Formal hingga Tongkrongan

1 Maret 2026 | 13:00
Ilustrasi buka puasa Ramadan. (freepik/freepik)

Lebih Bugar Selama Ramadan, Yuk Jalankan Tips Atur Pola Hidup Sehat Mudah Ini

1 Maret 2026 | 11:15

Pasukan Yani bersama dirinya sukses mengatasi agresi militer 1 Belanda di Desa Pingit, Temanggung pada tahun 1947.

Baca Juga: Bocoran Preman Pensiun 6 Episode 24 Malam Ini: Ujang Gagal Fokus ke Irin hingga Mata-mata di Pasar Diserang

Atas pencapaianya membuat suami Yayu memperoleh kenaikan pangkat menjadi Letnan Kolonel 1948, dan ditahun 1949 dipercayai menjadi komandan Wehrkreise II untuk mengatasi agresi miter 2 Belanda.

Tidak cukup sampai disitu perlawanan dalam negeri juga terjadi pada tahun 1952, untungnya Yani dan pasukanya bernama Benteng Raiders berhasil menggalkan pemberontakan DI/TII yang terjadi di Jawa Tengah.

Sebelum masuk kedalam Asisten II KSAD, Yani pernah melanjutkan studnya di luar negeri yaitu Command and General Staff College, Forth Leaven Worth Amerika Serikat 1955, dan pernah belajar di Special Wafare Course di inggris tahun 1956.

Baca Juga: Terjerat Hutang Akibat Judi Online, Buruh di Tangerang Nekat Akhiri Hidup

Barulah dirinya masuk sebagai Asisten II KSAD, dengan dibarengi kenaikan pangkatnya menjadi Kolonel dengan jabatan Deputi I KSAD.

Sang Kolonel waktu itu mendapat kesempatan belajar kembali di luar negeri namun, adanya suhu politik yang memanas akhirnya dirinya diperintahkan pulang oleh A. H Nasution di tahun 1958.

Yani ditugaskan untuk memimpin Operasi 17 Agustus demi membasmi pemberontak PRRI di Sumatera, dan menyebabkan kemonceran karirnya dengan penyematan bintang di pundaknya.

Yani diangkat Soekarno menjadi Mayor Jenderal setelah dirinya sukses mengatasi Pembebesan Irian Barat, dan tidak lama menjadikan dirinya naik pangkat Letnan Jenderal.

Baca Juga: Intip Bocoran Cerita Preman Pensiun 6 Episode 24: Ujang Ditaksir Irin, Bang Edi Tahu Muslihat Ujang

Atas prestasinya, membuat langkah Yani menjadi semakin dekat dengan orang nomor satu waktu itu yaitu Soekarno.

Namun sempat mendapat kecemburuan dari perwira tinggi lain, pasalnya Yani bukanlah sosok senior di tubuh angkatan darat.

Bahkan sempat dikabarkan Jenderal Ahmad Yani marah besar terhadap A.H Nasution yang telah melangkahi komandonya saat operasi Dwikora.

Pertengahan 1965, semakin tersebar berita kesehatan sang Proklamator yang memburuk menjadikan suhu perpolitikan semakin memanas.

Baca Juga: Bantuan Subsidi Upah Ternyata Sudah Cair, Buruan Cek Tanggalnya di Sini

Karena waktu itu PKI menganggap akan ada Dewan Jenderal yang nantinya menggulingkan pemerintahan Soekarno.

Saat itu PKI merasa dilindungi oleh Soekarno karena, zaman itu presiden pertama RI membutuhkan basis suara yang banyak untuk menyeimbangi perpolitikan dan pengaruh dari Militer.

PKI sendiri juga mengajukan proposal pembentukan Angkatan ke IV namun ditentang oleh perwira tinggi Militer termasuk Jenderal Ahmad Yani yang menganggap akan membahayakan negara.

Angkatan ke IV yang dimaksud PKI adalah dengan mempersenjatai buruh dan petani sebagai maksud dari partai komunis itu untuk membantu militer.

Baca Juga: Bikin Sesak Napas, Begini Cara Regina Preman Pensiun 6 Supaya Tak Bayar Uang Keamanan Pedagang ke Bang Edi

Bahkan dari Repulik Rakyat Tiongkok waktu itu siap membagika 100 ribu pucuk senjata ke partai komunis jika terjadi pembentukan angkatan ke IV.

Atas penolakan yang dilakukan sejumlah perwira tinggi menjadikan para Jenderal termasuk Ahmad Yani menjadi sasaran penculikan dengan alasan disuruh menghadap ke paduka Bung Karno.

Alih-alih menemui Bung Karno para Jenderal dibunuh oleh gerakan yang menamainya G 30S PKI.

Para Jenderal berhasil ditangkap pada dini hari tepatnya 1 Oktober 1965 di daerah Menteng Jakarta Pusat dan dibawa ke Lubang Jakarta Timur.

Baca Juga: Link Nonton Drakor The Law Cafe Episode 6 Sub Indo, Lengkap dengan Spoiler dan Jadwal Tayang

Ahmad Yani sendiri terbunuh dirumahnya dengan mengalami luka tembak yang serius menjadikan dirinya mati seketika.

Jasadnya berhasil ditemukan pada tanggal 4 Oktober dan dimakamkan secara layak sehari berselang ditaman makam pahlawan Kalibata.

Atas pengorbananya Ahmad Yani mendapatkan gelar Anumerta. ***

Editor: Administrator
Tags: Ahmad YaniDewan Jenderal
Previous Post

Kritikan Najwa Shihab Tentang Gaya Hidup Polisi Tuai Pro Kontra, Begini Respon Kapolri

Next Post

Asal Mula Rebo Wekasan: Rabu Terakhir di Bulan Shafar adalah Hari Sial, Benarkah?

Related Posts

Aktivitas kendaraan masyarakat yang tinggi menjelang buka puasa di Pasar Lama Kota Serang. (Dok/MSK)
Nasional

Hindari Kebiasaan Buruk Ini Saat Berburu Takjil Supaya Tetap Aman di Jalan

1 Maret 2026 | 13:46
Tiga pemain Dewa United Banten FC berlatih jelang lawan Bhayangkara FC di pekan ke-24 BRI Super League 2025-2026. (Instagram @dewaunitedfc)
Nasional

Dewa United Vs Bhayangkara FC, Sama-sama Lagi On Fire

1 Maret 2026 | 13:06
Ilustrasi bukber Ramadhan 2026, ajak orang terdekat untuk ikut dengan mengirimkan teks undangan. (Instagram/@dewoodscoffee)
Nasional

3 Contoh Undangan Bukber Ramadan 2026 Simpel Pakai Bahasa Formal hingga Tongkrongan

1 Maret 2026 | 13:00
Ilustrasi buka puasa Ramadan. (freepik/freepik)
Nasional

Lebih Bugar Selama Ramadan, Yuk Jalankan Tips Atur Pola Hidup Sehat Mudah Ini

1 Maret 2026 | 11:15
Potret Kereta Api Ekonomi Kerakyatan yang akan segera beroperasi. (Instagram @keretaapikita)
Nasional

Kereta Ekonomi Kerakyatan Beroperasi Mulai 11 Maret, Cek Rute dan Harga Tiketnya

1 Maret 2026 | 11:02
Ilustrasi ibu hamil dan hukum puasa selama Ramadan. (Freepik/valeria_aksakova)
Nasional

Bagaimana Hukum Puasa Ramadan Bagi Ibu Hamil? Simak Penjelasan Lengkapnya

1 Maret 2026 | 09:58
Load More

Popular

  • Seremonial purna tugas Kepala Dinas Pertanian (Distan) Provinsi Banten Agus M Tauchid Jumat (27/2/2026) dihadiri Gubernur Banten Andra Soni. (Muhamad Tohir/ Bantenraya.com)

    Pensiunnya Kepala Distan Banten Agus Tauchid Jadi Momentum Evaluasi Ketahanan Pangan Banten

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Arti Kalimat ‘Nyawit Nih Orang’ yang Banyak Digunakan di Media Sosial

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Budi Rustandi Tegaskan Pemkot Serang Tidak Zalim, Gaji Ratusan Guru PPPK Paruh Waktu Telah Dibayar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemkot Cilegon Siapkan 50 Bus Mudik Gratis, Pendataran Segera Dibuka Via Online

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mitra Strategis Pemerintah, Pengurus Dewan Masjid Indonesia Kota Serang Periode 2026-2031 Dilantik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Banyak yang Mengundurkan Diri, Pemprov Banten Buka Ulang Pendaftaran Mudik Gratis

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dindikbud Banten Gelar Forum Renja OPD 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Isi Ramadan, DKM Musala Nurul Yakin Bojonegara Gelar Pelatihan Hisab Rukyat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Yandri Susanto Minta PAN Kota Cilegon Menangi Pileg 2029

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tok! Ini Daftar Gaji Guru PPPK Paruh Waktu di Kabupaten Serang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Petugas Dapur SPPG Yayasan Sukaratu 6, Kecamatan Majasari, Kabupaten Pandeglang, memperlihatkan selembar surat cinta dari siswa yang terselip dalam ompreng MBG, Rabu 11 Februari 2026. (Dokumentasi Bantenraya.com)

Selipkan Pesan di Ompreng MBG, Peserta Didik di Pandeglang Request Menu: Minta Nasi Goreng hingga Ayam

12 Februari 2026 | 05:00
SMAN 1 Cimarga

Pengakuan Siswi SMAN 1 Cimarga yang Ikut Mogok Sekolah, Bukan Dukung Siswa Merokok tapi……

18 Oktober 2025 | 12:16
Pemprov Banten kembali membuka pendaftaran mudik gratis

Banyak yang Mengundurkan Diri, Pemprov Banten Buka Ulang Pendaftaran Mudik Gratis

24 Februari 2026 | 14:42
Kabupaten serang PT PWI

Sempat Produksi Sepatu di Kabupaten Serang, PT PWI 1 Bakal Bangkit Buka Usaha Baru di Cikande

2 Februari 2026 | 17:11

Dukung Pemulihan Ekonomi Nasional, Bjb Backup Total Pembiayaan UMKM

Asooooy… Kepala Desa akan Diajak Studi Banding ke Korea dan China

Seluruh Ospek di Kampus Diputuskan Digelar Online, Termasuk di Banten

Mudik Resmi Dilarang, Efektif 24 April

Jalan nasional di Ciwandan yang bakal dilalui pemudik. (Tia/Bantenraya.com)

Pemerintah Kecamatan Ciwandan Maksimalkan Pelayanan Pemudik Roda Dua Menuju Sumatera

1 Maret 2026 | 16:18
Ilustrasi beasis AVYLS 2026-2027. (Freepik/4045)

Daftar 33 Universitas Tujuan Beasiswa ACYLS, Ini Syarat dan Cara Daftarnya

1 Maret 2026 | 15:42
Ilustrasi beasiswa ASEAN-China Young Leaders Scholarship 2026/ 2027. (Freepik.com/ wirestock)

Beasiswa ASEAN-China Young Leaders Scholarship Segera Dibuka, Kesempatan Besar Bagi Warga Indonesia

1 Maret 2026 | 15:09
Teknisi PT MSK Honda Banten saat memberikan layanan perbankan kepada unit kendaraan sepeda motor milik konsumen di bengkel AHASS Sempu, Kota Serang. (Dokumentasi Honda Banten)

Berkah di Bengkel AHASS 2026, Temani Ramadan dan Persiapan Mudik Lebaran

1 Maret 2026 | 14:00

Tag

2022 Andra Soni ASN banjir Banten BRI Brigadir J BRI Super League Cilegon drakor drama Korea Film Harga Tiket Helldy Agustian Indonesia Jadwal jadwal tayang Kabupaten Lebak kabupaten serang Kota Cilegon Kota Serang Lebak link nonton link twibbon lowongan kerja Pandeglang Pemkot Cilegon pemkot serang Pemprov Banten pilkada Preman Pensiun 6 Preman Pensiun 7 profil provinsi banten Ramadhan Robinsar serang sinopsis spoiler spoiler sub indo Timnas Indonesia Twibbon UMKM viral
Banten Raya

© 2026 Banten Raya - Berkualitas dan Berbeda

Nomor ID Pers : 26666 | Status Pendataan : Terverifikasi Faktual | Sertifikat : 1393/DP-Verifikasi/K/VIII/2025

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Digital Banten Raya
  • Ecommerce Banten Raya
  • Siding Banten Raya
  • Share Banten Raya

Ikuti Kami

  • Daerah
  • Nasional
  • Pendidikan
  • Opini
  • Ekonomi & Bisnis
  • Teknologi
  • Hukum & Kriminal

© 2026 Banten Raya - Berkualitas dan Berbeda