BANTENRAYA.COM – Sejarah berdirinya KPJ Lebak layak diketahui karena di Kabupaten Lebak banyak komunitas seni yang produktif.
KPJ adalah komunitas seni lahir yang bisa dikatakan terlahir dari jalanan namun kemudian bisa membuat karya yang positif dan jadi kebanggan daerah Lebak.
Kelompok Penyanyi Jalanan (KPJ) secara resmi dibentuk 26 Desember 1996 yang diprakarsai oleh Ugas seorang pria tulen yang lahir dan besar di Lebak. Ugas bisa dikatakan sesepuh karena ia mampu menyatukan tiga kubu kelompok seniman jalanan yang berbeda. Ada kubu penyanyi jalanan Kebon Kopi, Pasir Jati, dan Sampay. Pada akhirnya, Ugas dan kawan-kawan sepakat membentuk satu korps yang sama yakni KPJ.
Baca Juga: Dapat Promosi Jabatan di Lampung, Wakajati Banten Hingga Asisten Diganti
Dalam perjalannya, anggota KPJ tidak saja bernyanyi dan menghibur. Soalnya ada beberapa diantara anggota kelompok ini adalah santri yang turut aktif belajar di Pondok Pesantren di Cinangka bersama para ustadz. Tidak heran, dalam KPJ ada program pengajian yasinan rutin setiap malam Jum’at di Saung KPJ dan kegiatan positif lainnya.
“KPJ ibarat Madrasah Kehidupan yang memiliki banyak dinamika kehidupan dengan segala kegiatan yang inspiratif dengan harapan jadi pahala jariyah bagi sesama,” kata Ugas, sesepuh KPJ Lebak.
KPJ juga punya banyak prestasi dalam hal seni dan musik sejak berdirinya 26 tahun lalu. Mulai dari prestasi dalam kompetisi musik di Pekan Raya Jakarta (PRJ) dan lainnya. “KPJ ini lahir dan eksis sampai saat ini berkat karya seni dan musik yang dilakukan sejak dulu kala. Apalagi eksistensi KPJ ini ditunjang oleh adanya kegiatan pengajian yasinan rutin tiap malam Jum’at,” kata Bang Ugas.
Baca Juga: Bacaan Niat Puasa Sunnah Senin dan Kamis, Tulisan Arab, Latin dan Artinya hingga Doa Berbuka
Selain kegiatan pengajian yasin rutin setiap malam Jum’at, KPJ juga aktif mengisi kegiatan di Car Free Day (CFD) Alun-Alun Rangkasbitung dan mengisi kegiatan Gaul Bareng Komunitas dan kegiatan lainnya. “KPJ ini aktif jadi mitra Pemerintah Kabupaten Lebak dalam mengisi kegiatan-kegiatan yang produktif, seperti halnya kegiatan CFD itu sejak pertama kali dimeriahkan oleh KPJ,” tambah Bang Ugas.
Egom yang juga dianggap orangtua di kalangan KPJ mengatakan, KPJ ini tetap dalam hati dan hikmah yang bisa disampaikan pada masyarakat umumnya tetap aktif dalam kegiatan-kegiatan positif dan produktif seperti ngaji dan sebagainya.
“Kami dari KPJ juga mendidik anak-anak yatim piatu di Lebak ini untuk dapat menjadi regenerasi KPJ yang bisa mengisi hari-harinya dengan kegiatan positif dan inspiratif,” tegas Bang Egom. (mg-finka) ***



















