BANTENRAYA.COM – Jelang kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) secara hitungan keekonomian, harga Pertalite dan Solar saat ini bakal naik di awal bulan tepatnya 1 September 2022.
Menurut Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati mengatakan, harga Pertalite dijual jauh di bawah harga keekonomian.
Harga Pertalite saat ini dijual sebesar Rp7.650 per liter padahal seharusnya dijual Rp17.200 per liter (harga keekonomian pada Juli 2022), dikutip Bantenraya.com 31 Agustus 2022.
Baca Juga: Hemat Akhir Bulan! 20 Kode Promo Gojek, GoFood, GoRide, GoCar, 31 Agustus 2022, Diskon 90 Persen
Dengan begitu, dari penjualan Pertalite saja ada selisih sebesar Rp9.550 per liter.
Hal ini tentu menjadi beban untuk Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) karena Pertalite masuk kategori BBM subsidi.
Selaras dengan ucapan Dirut Pertamina, Menteri ESDM Arifin Tasrif mempunyai hitungan harga keekonomian Pertalite mencapai Rp17.200 per liter dari harga saat ini Rp7.650 per liter.
Baca Juga: Cantiknya Nggak Ada Obat! Sosok Putri Ziani, Pemeran Irin Karyawan Baru Kang Mus di Preman Pensiun 6
Kemudian, harga keekonomian Solar adalah sebesar Rp17.600 per liter. Adapun keekonomian Pertamax adalah sebesar Rp19.900 per liter.
Namun menurut publik sedikit saja kenaikan begitu berpengaruh dan dampaknya sangalah sensitif.
Sementara itu, Menko Airlangga mengatakan, harga sejumlah jenis BBM seperti Pertalite dan Pertamax masih di bawah harga keekonomian dan ramah kantong konsumen.
Baca Juga: Detik-detik Kronologi Pelecehan Seksual Sesama Jenis Terjadi di KRL, Korban Mengamuk
Hal ini menjadi salah satu cara untuk menahan kenaikan angka inflasi.
“Kita lihat harga keekonomian Pertamax Rp15.150 per liter. Namun kita masih memberikan harga eceran Rp12.500 per liter.
Demikian juga Pertalite, harga keekonomiannya Rp13.150 per liter, ecerannya masih Rp7.650 per liter,” katanya.
Baca Juga: Heboh Pelecehan Seksual Sesama Jenis Terjadi di KRL, Korban: Ini Tangannya Bergerak
Tahun ini pemerintah mengalokasikan subsidi energi sebesar Rp502 triliun atau naik dari rencana awal yang hanya Rp170 triliun.
Sementara, harga BBM penugasan pertalite masih ditahan di level Rp7.650 per liter dan solar bersubsidi Rp5.150 per liter.
Akan tetapi disatu sisi pemerintah melihat adanya masukam dari berbagai pohak jika subsidi BBM selama ini tak tepat sasaran.
Baca Juga: Sinopsis Preman Pensiun 6 Episode 11 31 Agustus 2022: Bubun Tamat, Pacar Anak Kang Mus dalam Bahaya
Oleh karena itu, semua berharap pemerintah dapat berhenti memberikan subsidi untuk orang kaya.
Sebelumnya, Presiden Jokowi pernah menyebut pemerintah tidak akan gegabah dalam mengambil keputusan.
Pemerintah, kata dia, akan melakukan kalkulasi sebelum memutuskan harga BBM subsidi seperti Pertalite.
Baca Juga: Per 1 September BBM Siap Naik? Berikut Update Harga Terbaru Pertalite, Solar, Hingga Pertamax
Presiden Jokowi mengemukakan keputusan terkait harga bensin subsidi perlu dipikirkan dengan matang, baik dari sisi waktu maupun besaran.***




















