BANTENRAYA.COM – Pemerintah Kabupaten Serang melakukan penandatanganan pakta integritas penilaian indeks inovasi daerah tahun 2022.
Dalam kegiatan itu terungkap jika rangking kategori inovasi daerah Kabupaten Serang, anjlok turun dari peringkat ke-86 menjadi peringkat ke 217.
Wakil Bupati Serang Pandji Tirtayasa mengatakan, para organisasi perangkat daerah (OPD) dan para camat harus lebih intens lagi dalam melakukan inovasi daerah atau metode pelayanan kepada masyarakat yang lebih simpel dan murah.
Baca Juga: Apa Motif Ferdy Sambo Perintahkan Bharada E Tembak Brigadir J? Ini Kata Kapolri
“Ini kaitannya dengan tuntutan masyarakat yang terus berubah,” ujar Pandji di aula Tb Suwandi, Pemkab Serang, Selasa 9 Agustus 2022.
Ia menejaskan, OPD dan kecamatan harus melakukan terobosan-terobosan salah satunya dengan membuat inovasi daerah karena saat ini tuntutan masyarakat sudah berbeda.
“Bukan lagi jamannya pelayanan publik itu rumit, bertele-tele dan mahal. Masyarakat harus dipuaskan,” katanya.
Baca Juga: MAKI Desak Kejati Ungkap Aktor Lain di Kasus Bank Banten
Pandji memastikan, pelayanan yang berkaitan dengan pelayanan dasar sudah dilakukan seperti penyediaan infrastruktur, sasaran parasana kesehatan dan pendidikan.
Namun yang perlu ditingkatkan pelayanan yang berkaitan dengan pelayanan administrasi karena masih ada masyarakat yang belum puas.
“Tahun 2020 kita sudah masuk kategori daerah yang sangat inovatif, tapi 2021 kita redup lagi dan hanya jadi daerah yang inovatif saja,” tuturnya.
Baca Juga: Harga Tiket Konser BLACKPINK Born Pink Bisa Didapatkan di Mana? Simak Penjelasan Lengkapnya di Sini
“Tahun 2020 kita rangking 86 dari 520 kabupaten/kota se-Indonesia, sekarang kita ranking 217 berarti turun karena tidak ada inovasi yang baru lagi,” ungkapnya.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Serang Rachmat Maulana menejelaskan, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) membuat kategori-kategori terkait dengan penilaian inovasi daerah.
“Untuk daerah yang tidak inovatif berarti dia enggak ikut, daerah yang inovatif dia ikut, daerah yang sangat inovatif berarti stok inovasinya lebih banyak.
Baca Juga: Ferdy Sambo Dikaitan-kaitan dengan Kasus KM 50 yang Menewaskan 6 Laskar FPI, Apa Hubungannya?
Kalau enggak ada inovasi enggak ada teguran tapi publik akan menilai ketika penilaian dipublis,” ujarnya.***

















