Senin, 2 Maret 2026
Banten Raya
  • Daerah
  • NasionalNew
  • Pendidikan
  • Opini
  • Ekonomi & Bisnis
  • Teknologi
  • Hukum & Kriminal
No Result
View All Result
Banten Raya
  • Daerah
  • NasionalNew
  • Pendidikan
  • Opini
  • Ekonomi & Bisnis
  • Teknologi
  • Hukum & Kriminal
Senin, 2 Maret 2026
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Banten Raya
  • Daerah
  • Nasional
  • Pendidikan
  • Opini
  • Ekonomi & Bisnis
  • Teknologi
  • Hukum & Kriminal

Teks Khutbah Jumat Edisi Muharram, Tentang Keutamaan dari Puasa Asyura

Rafly Putra Amy Ramadhan Oleh: Rafly Putra Amy Ramadhan
29 Juli 2022 | 10:02
Teks Khutbah Jumat Edisi Muharram, Tentang Keutamaan dari Puasa Asyura

Masjid Istiqlal dari atas Freepik

Bagikan Ke WhatsAppBagikan Ke FacebookBagikan Ke TwitterBagikan Ke Telegram

BANTENRAYA.COM – Inilah informasi seputar teks khutbah Jumat edisi Muharram tentang keutamaan dari puasa Asyura.

Bulan Muharram merupakan salah satu dari 4 bulan haram atau bulan yang dimuliakan oleh Allah.

Pada bulan Muharram terdapat salah satu puasa sunnah yang disyari’atkan berdasarkan ucapan dan perbuatan Nabi yaitu puasa Asyura.

Baca Juga: Pemkot Cilegon Diminta Tak Sepelekan Peningkatan Kasus DBD Hingga 70 Persen

Seperti kita ketahui puasa Asyura juga diibaratkan sebagai puasa yang dilakukan sebagai wujud syukur terhadap nikmat yang diberikan oleh Allah SWT.

Penasaran dengan isi teks khutbah Jumat edisi Muharram tentang keutamaan dari puasa Asyura? Simak artikel ini sampai selesai.

Dikutip Bantenraya.com dari laman Ngaji.id, Berikut ini adalah teks khutbah Jumat edisi Muharram tentang keutamaan dari puasa Asyura:

Baca Juga: STREAMING Rans Nusantara FC VS PSS Sleman di BRI Liga 1, pada 29 Juli 2022

Khutbah Pertama

إن الحمد لله نحمده ونستعينه ونستغفره, ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا من يهده الله فلا مضل له, ومن يضلل فلا هادي له, وأشهد ألا إله إلا الله وحده لا شريك له, وأشهد أن محمدا عبده ورسوله صلى الله وسلم عليه وعلى آله وصحبه وتبعينا لهم بإحسان إلى يوم الدين و سلم تسلم كتير أما بعد.

فإنَّ أصدقَ الحديثِ كتابُ اللهِ وخير الحديث هديُ محمدٍ ﷺ وشرَّ الأمور مُحدثاتُها، وكل بِدعةٍ ضلالة

قال الله ﷻ: يَـٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِۦ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ

Ma’asyiral Muslimin,

Di siang hari yang berbahagia ini, di atas mimbar, saya wasiatkan kepada diri saya sendiri dan juga saudara-saudara sekalian untuk senantiasa bertakwa kepada Allāh dengan sebenar-benarnya takwa.

BACAJUGA:

israel

Israel akan Panggil 70.000 Tentara, Sesuai Hadist soal Pasukan Dajjal!

1 Maret 2026 | 21:35
Ilustrasi artis bermain tenis. (freepik/freepik)

Peringati Hari Tenis Sedunia, Inilah Deretan Selebriti yang Hobi Bermain Tenis Lapangan

1 Maret 2026 | 17:36
Drakor Undercover Miss Hong. (X/@CJnDrama)

Spoiler Undercover Miss Hong Episode 14: Jung Woo Setujui Kerja Sama dengan Geum Bo?

1 Maret 2026 | 17:29
Aktivitas kendaraan masyarakat yang tinggi menjelang buka puasa di Pasar Lama Kota Serang. (Dok/MSK)

Hindari Kebiasaan Buruk Ini Saat Berburu Takjil Supaya Tetap Aman di Jalan

1 Maret 2026 | 13:46

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam.” (QS. Ali ‘Imran[3]: 102)

Insyaa Allah kita akan menemui yaumul Asyura (يَوْمُ عَاشُورَاءَ Dinamakan dengan yaum Asyura (يَوْمُ عَاشُورَاءَ) karena dia adalah hari yang ke-10 dari bulan Muharram. Dan di hari tersebut kita disunnahkan untuk melakukan puasa Asyura.

Rasulullah ﷺ pernah mengatakan:

صِيَامُ يَوْمِ عَاشُورَاءَ، أَحْتَسِبُ عَلَى اللهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِي قَبْلَهُ

“Berpuasa di hari Asy-Syura, aku berharap kepada Allāh semoga Allāh mengampuni dosa yang dilakukan selama setahun yang lalu.” (HR. Muslim No. 1162)

Ibnu Abbas pernah mengatakan:

ما رَأَيْتُ النبيَّ صَلَّى اللهُ عليه وسلَّمَ يَتَحَرَّى صِيَامَ يَومٍ فَضَّلَهُ علَى غيرِهِ إلَّا هذا اليَومَ؛ يَومَ عَاشُورَاءَ،

“Aku tidak pernah melihat Rasulullah ﷺ bermaksud untuk berpuasa di satu hari kecuali hari ini.”

Dan yang beliau maksud adalah yaumu Asyura.

Ini menunjukkan bahwa berpuasa di hari Asyura adalah disyari’atkan berdasarkan ucapan dan perbuatan Nabi ﷺ yang telah Ibnu Abbas ceritakan. Dan hikmah disyariatkan puasa di hari Asyura disebutkan di dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dan juga Imam Muslim.

Dari Abdullah Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhumaa,

قَدِمَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْمَدِينَةَ فَرَأَى الْيَهُودَ تَصُومُ يَوْمَ عَاشُورَاءَ فَقَالَ مَا هَذَا قَالُوا هَذَا يَوْمٌ صَالِحٌ هَذَا يَوْمٌ نَجَّى اللَّه بَنِي إِسْرَائِيلَ مِنْ عَدُوِّهِمْ فَصَامَهُ مُوسَى شُكْرًا قَالَ فَأَنَا أَحَقُّ بِمُوسَى مِنْكُمْ نَحْنُ نَصُوْمُهُ تَعْظِيْمًا لَهُ

Nabi ﷺ mendatangi kota Madinah (berhijrah) dan melihat orang-orang Yahudi berpuasa di hari Asyura. Kemudian beliau bertanya, “Apa ini?” (maksudnya, apa puasa yang sedang kalian lakukan?).

Kemudian mereka mengatakan, “Ini adalah hari yang baik, hari di mana Allāh menyelamatkan Bani Israil dari musuh-musuh mereka yaitu Fir’aun. Maka Musa ‘alayhissallām berpuasa pada hari ini sebagai bentuk rasa syukur beliau kepada Allāh.”

Maka Nabi ﷺ ketika mendengar jawaban dari orang-orang Yahudi, beliau mengatakan, “Aku lebih berhak terhadap Musa dari pada kalian.”

Karena kami sama-sama ahlul tauhid, kami sama-sama mengagungkan tauhid yang turun kepada kami. Berbeda dengan Bani Israil (orang-orang Yahudi). Mereka mengubah ayat-ayat yang diturunkan kepada mereka, membangkang kepada nabi yang diutus kepada mereka, bahkan ada di antara nabi yang mereka bunuh atau mereka berusaha untuk membunuhnya.

Maka Nabi ﷺ mengatakan, “Aku lebih berhak terhadap Musa dari pada kalian.”

Yaitu lebih berhak untuk bergembira karena ditampakkan kebenaran oleh Allāh ﷻ dan ditenggelamkan juga dimusnahkan seseorang di antara musuh-musuh Allāh ﷻ.

Maka Nabi ﷺ berpuasa di tanggal 10 Muharram dan memerintahkan manusia untuk melakukan puasa tersebut.

Hukum Puasa Asyura

Hukum melakukan puasa di hari Asyura adalah mustahab, bukan sebuah kewajiban. Yang demikian berdasarkan hadits Aisyah radhiyallāhu ‘anhā riwayat Al-Bukhari dan juga Muslim. Beliau mengatakan,

كَانَ يَوْمُ عَاشُورَاءَ تَصُومُهُ قُرَيْشٌ فِى الْجَاهِلِيَّةِ وَكَانَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم يَصُومُهُ ، فَلَمَّا قَدِمَ الْمَدِينَةَ صَامَهُ ، وَأَمَرَ بِصِيَامِهِ

“Dahulu hari Asyura adalah hari yang orang-orang Quraisy berpuasa di hari-hari tersebut di masa Jahiliyyah.”

Mengapa demikian? Karena orang-orang Quraisy adalah keturunan Nabi Ibrahim ‘alayhissallām. Dan mungkin ini termasuk syariatnya Nabi Ibrahim ‘alaihissalaam. Ini juga semakin menguatkan kita semua tentang keutamaan puasa hari Asyura. Sampai orang-orang Quraisy di zaman Jahiliyyah berpuasa di hari tersebut.

Dan dahulu ketika Rasulullah ﷺ berada di Mekkah, beliau juga berpuasa. Sebelum beliau datang ke kota Madinah, beliau sudah menjaga puasa di hari Asyura. Karena ini termasuk syariat Nabi Ibrahim ‘alayhissallām.

Kemudian Aisyah Radhiyallahu ‘Anha mengatakan, “Ketika beliau ﷺ sampai di kota Madinah, beliau masih berpuasa. Bahkan beliau memerintahkan manusia untuk melakukan puasa di hari Asyura.”

Ketika diwajibkan puasa di bulan Ramadhan, ini terjadi pada tahun ke-2 Hijriyyah. Maka beliau ﷺ mengatakan,

مَن شَاءَ صَامَهُ وَمَن شَاءَ تَرَكَهُ

“Barang siapa ingin berpuasa di hari Asyura silakan dia berpuasa dan barang siapa tidak ingin berpuasa Asyura maka silakan tinggalkan.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Ucapan beliau, “Barang siapa yang ingin”, menunjukkan bahwasanya hukum puasa Asyura sekarang menjadi mukhayyar. Kita disuruh untuk memilih. “Silakan yang ingin berpuasa, dan silakan yang tidak ingin berpuasa.”

Sebelum diwajibkannya puasa Ramadhan, puasa Asyura ini hukumnya wajib. Kemudian setelah diwajibkannya puasa di bulan Ramadhan pada tahun ke-2 Hijriyyah, maka puasa di hari Asyura hukumnya menjadi sunnah.

Para salaf (pendahulu kita) meskipun puasa ini adalah sunnah, tapi mereka bersemangat untuk melakukan puasa di hari ini. Terbukti dari cerita Rubayi’ bintu Mu’awidz. Beliau mengatakan,

أرسَل رسولُ اللهِ صلَّى اللهُ عليه وسلَّم غداةَ عاشوراءَ إلى قُرى الأنصارِ الَّتي حولَ المدينةِ: ( مَن كان أصبَح صائمًا فليُتِمَّ صومَه ومَن كان أصبَح مُفطرًا فليصُمْ بقيَّةَ يومِه ذلك ) قالت: فكنَّا نصومُه ونُصوِّمُ صبيانَنا الصِّغارَ ونذهَبُ بهم إلى المسجدِ ونجعَلُ لهم اللُّعبةَ مِن العِهْنِ فإذا بكى أحدُهم على الطَّعامِ أعطَيْناها إيَّاه حتَّى يكونَ عندَ الإفطارِ

“Rasulullah ﷺ di pagi hari Asyura mengutus utusan ke desa-desa orang Anshar yang ada di sekitar kota Madinah. Kemudian beliau ﷺ mengatakan, “Barang siapa di antara kalian yang memasuki waktu pagi ini (hari Asyura) dalam keadaan berpuasa, hendaklah dia sempurnakan puasanya. Dan barang siapa yang masuk di waktu hari ini dalam keadaan tidak berpuasa, maka sempurnakan satu hari ini”.” (HR. Bukhari No. 1960 dan Muslim No. 1136A)

Maksudnya adalah menahan diri untuk tidak makan dan minum sampai sore hari, meskipun di waktu pagi dia tidak berpuasa.

Kemudian Rubayi’ bintu Mu’awidz mengatakan, “Maka setelahnya, kami berpuasa di hari tersebut dan kami memerintahkan anak-anak kami yang masih kecil untuk berpuasa di hari tersebut.”

Ini menunjukkan bagaimana semangat para salaf untuk membiasakan putra-putri mereka melakukan puasa ini yaitu puasa Asyura.

Kemudian beliau mengatakan, “Agar anak-anak kami kuat untuk berpuasa, kami pergi ke masjid dan kami membuatkan mereka mainan dari kain atau kapas. Apabila ada salah satu di antara mereka yang menangis, maka kami berikan mainan tersebut agar dia sibuk dengan mainannya dan lupa dengan puasanya (lapar dan haus) sampai datang waktu untuk berbuka puasa.”

Ini menunjukkan bagaimana para salaf kita membiasakan putra-putri mereka untuk menghidupkan sunnah Nabi ﷺ.

بارك الله لي ولكم في القرآن العظيم. ونفعني وإياكم بما فيه من الآيات والذكر الحكيم، وأستغفر الله العظيم لي ولكم ولسائر المسلمين ، فاستغفروه إنه هو الغفور الرحيم

Khutbah Jumat Kedua

الحمد لله على إحسانه، والشكر له على توفيقه وامتنانه، وأشهد أن لا إله إلا الله، وحده لا شريك له تعظيماً لشأنه، وأشهد أن محمدًا عبده ورسوله الداعي إلى رضوانه، صلى الله عليه وعلى آله وأصحبه و أخوان وسلم تسليمًا كثيرًا أما بعد

فقال الله ﷻ: يَـٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِۦ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ

Kembali di khutbah yang kedua ini saya ingatkan diri saya sendiri dan juga para jama’ah sekalian tentang bekal kita menuju kepada Allāh ﷻ.

Nabi ﷺ ketika beliau berpuasa selama beberapa tahun di kota Madinah dan melakukan puasa Asyura, saat itu beliau ﷺ melakukan puasa di hari Asyura satu hari saja yaitu pada tanggal 10 Muharram.

Abdullah Ibnu Abbas radhiyallāhu ‘anhumaa menceritakan dalam sebuah hadits, dan hadits ini shahih diriwayatkan oleh Imam Muslim. Beliau mengatakan.

صَامَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَ عَاشُورَاءَ وَأَمَرَ بِصِيَامِهِ قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّهُ يَوْمٌ تُعَظِّمُهُ الْيَهُودُ وَالنَّصَارَى فَقَالَ رَسُولُ الهِع صَلَّى الهُت عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَإِذَا كَانَ الْعَامُ الْمُقْبِلُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ صُمْنَا الْيَوْمَ التَّاسِعَ قَالَ فَلَمْ يَأْتِ الْعَامُ الْمُقْبِلُ حَتَّى تُوُفِّيَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

Ketika Rasulullah ﷺ berpuasa di hari Asyura dan memerintahkan manusia untuk berpuasa pada hari Asyura, para sahabat bertanya kepada beliau ﷺ, “Sesungguhnya hari ini (hari Asyura) adalah hari yang diagungkan oleh orang Yahudi dan Nashrani.”

Orang Quraisy berpuasa pada hari Asy-Syura, orang Yahudi, dan Nashrani juga demikian. Menunjukkan tentang keutamaan hari ini.

Ketika Nabi ﷺ mendengar ini dan itu di akhir kehidupan beliau (beberapa bulan sebelum beliau meninggal dunia) dan umat Islam sudah kuat saat itu, beliau ﷺ ingin menampakkan perbedaan umat Islam dengan Yahudi dan Nashrani.

Beliau mengatakan,

فَإِذَا كَانَ الْعَامُ الْمُقْبِلُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ صُمْنَا الْيَوْمَ التَّاسِعَ

“Kalau kita menemui tahun depan insya Allāh kita akan berpuasa pada tanggal 9 Muharram.” (HR. Muslim)

Maksudnya berpuasa di tanggal 9 dan 10 Muharram.

Dalam riwayat yang lain, beliau mengatakan,

لَئِنْ بَقِيتُ إِلَى قَابِلٍ لأَصُومَنَّ التَّاسِعَ

“Kalau tahun depan aku masih hidup maka aku akan berpuasa pada tanggal 9 dan 10 Muharram.” (HR. Muslim)

Abdullah bin Abbas menceritakan ketika datang tahun setelahnya atau tidak datang tahun setelahnya kecuali Rasulullah ﷺ telah meninggal dunia. Ini menunjukkan bahwa kita disunnahkan berpuasa pada tanggal 9 karena besok tanggal 10. Dan hari ini adalah tanggal 9 Muharram.

Kalau ada di antara jama’ah sekalian yang Alhamdulillāh di hari ini melakukan puasa, maka ini adalah yang Rasulullah ﷺ sunnahkan dan niatkan. Dan ini lebih sempurna. Tapi kalau ada di antara kita yang belum berpuasa di hari ini, maka kalau bisa jangan sampai ketinggalan puasa. Dan tidak masalah melakukan puasa Asyura di hari Sabtu.

Di dalam sebuah hadits Nabi ﷺ, pada hari Jum’at beliau mendatangi istri beliau Juwairiyyah bintu Al-Harits radhiyallāhu ‘anhā dan saat itu Juwairiyyah dalam keadaan puasa. Kemudian Nabi ﷺ mengatakan,

أَصُمْتِ أَمْسِ

“Apakah engkau berpuasa kemarin (hari Kamis)?” Juwairiyyah mengatakan, “Tidak”.

Maka Nabi ﷺ mengatakan,

أَنْ تَصُومِي غَدًا

“Apakah besok engkau akan berpuasa?” Juwairiyyah pun mengatakan, “Tidak”. Maka Nabi ﷺ pun mengatakan, “Kalau demikian berbukalah!” (HR. Bukhari No. 1986)

Ini menunjukkan bolehnya seseorang berpuasa di hari Sabtu. Yang penting maksud kita bukan mengistimewakan hari Sabtu itu dan bukan memaksudkan puasa pada hari Sabtu.

Yang perlu kita ingatkan di sini bahwa ada beberapa amalan yang mungkin ada di sekitar kita yang sebagian saudara kita lakukan. Dan itu tidak ada dasarnya di dalam agama Islam yang berkaitan dengan hari Asyura.

Ada sebagian kaum muslimin di malam Asyura mereka menghidupkan malam ini dengan berbagai ibadah. Ketika shalat Shubuh di hari Asyura mereka mengkhususkan membaca ayat-ayat yang di situ menyebutkan tentang Nabi Musa ‘alaihissalam.

Mungkin maksud mereka ingin mengingat kembali bagaimana dahulu Allah Subhanahu wa Ta’ala memenangkan Nabi Musa ‘alaihissalam dan Allah Subhanahu wa Ta’ala menenggelamkan Fir’aun. Dan ini tidak ada dalilnya.

Sebagian kelompok sesat, mereka menjadikan hari Asyura sebagai hari bela sungkawa/ hari bersedih. Karena di hari tersebut telah meninggal (terbunuh) cucu Nabi ﷺ yaitu Husain. Dan mereka adalah orang-orang yang sangat ghuluw dan berlebihan terhadap Husain.

Sehingga di hari Asyura mereka melakukan penyiksaan terhadap diri mereka sendiri. Memukul dan melukai diri mereka sendiri. Maka ini juga tidak ada dalilnya di dalam syariat Rasulullah ﷺ.

Dan sebaliknya, ada sebagian aliran yang mereka bertolak belakang dengan aliran yang pertama. Mereka menjadikan hari Asyura ini sebagai hari raya. Sehingga mereka membeli baju baru serta meluaskan makanan dan juga minuman karena mereka bergembira dengan meninggalnya Husain bin Ali bin Abi Thālib radhiyallāhu ‘anhu.

Tentunya ini adalah perkara yang tidak ada dalilnya di dalam agama kita. Alhamdulillāh, sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Rasulullah ﷺ.

Kaum muslimin yang Allah Subhanahu wa Ta’ala muliakan,

Allāh Subhānahu wa Ta’ala telah memerintahkan kita untuk bershalawat dan salam bagi Rasulullah ﷺ.

Allāh Subhānahu wa Ta’ala mengatakan,

إِنَّ ٱللَّهَ وَمَلَـٰٓئِكَتَهُۥ يُصَلُّونَ عَلَى ٱلنَّبِىِّ ۚ يَـٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ صَلُّوا۟ عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا۟ تَسْلِيمًا

“Sesungguhnya Allāh dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.” (QS. Al-Ahzab:56)

اللهم صل على محمد وعلى آل محمد، كما صليت على إبراهيم، وعلى آل إبراهيم، إنك حميد مجيد، اللهم بارك على محمد، وعلى آل محمد كما باركت على إبراهيم، وعلى آل إبراهيم إنك حميد مجيد. اللهم اغفر للمسلمين والمسلمات والمؤمنين والمؤمنات الأحياء منهم والأموات، انك سميع قريب مجيب الدعوات، اللهم اجعلنا من أهل الجنة، اللهم أدخلنا الجنة، و أعذنا من النار، اللَّهُمَّ إِنِنا نسْأَلُكَ الهُدَى، وَالتُّقَى، وَالعفَافَ، والغنَى، اللَّهُمَّ إِنِنا نسْأَلُكَ الهُدَى، وَالتُّقَى، وَالعفَافَ، والغنَى، اللهُم ارفع عنا البلاء و الوباء و المحان، رَبَّنَا آَتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.

عبد الله

إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَىٰ وَيَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنكَرِ وَالْبَغْيِ ۚ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ

فاذكروا الله يذكركم واشكروه على نعمه يزدكم، ولذكر الله أكبر، والله يعلم ما تصنعون

Baca Juga: Asal Usul Terjadinya Hujan Meteor, Fenomena yang Akan Terjadi Pada Malam Tahun Baru Islam 1444 Hijriah

Demikian teks khutbah Jumat edisi Muharram tentang keutamaan dari puasa Asyura.***

Editor: Administrator
Previous Post

Peristiwa Penting dalam Sejarah Islam pada bulan Muharram, Gugurnya Husein Bin Ali Cucu Rasulullah di Karbala

Next Post

Contoh Teks Sambutan Acara Tahun Baru Islam Singkat 2022 oleh Ketua Pelaksana

Related Posts

israel
Nasional

Israel akan Panggil 70.000 Tentara, Sesuai Hadist soal Pasukan Dajjal!

1 Maret 2026 | 21:35
Ilustrasi artis bermain tenis. (freepik/freepik)
Nasional

Peringati Hari Tenis Sedunia, Inilah Deretan Selebriti yang Hobi Bermain Tenis Lapangan

1 Maret 2026 | 17:36
Drakor Undercover Miss Hong. (X/@CJnDrama)
Nasional

Spoiler Undercover Miss Hong Episode 14: Jung Woo Setujui Kerja Sama dengan Geum Bo?

1 Maret 2026 | 17:29
Aktivitas kendaraan masyarakat yang tinggi menjelang buka puasa di Pasar Lama Kota Serang. (Dok/MSK)
Nasional

Hindari Kebiasaan Buruk Ini Saat Berburu Takjil Supaya Tetap Aman di Jalan

1 Maret 2026 | 13:46
Tiga pemain Dewa United Banten FC berlatih jelang lawan Bhayangkara FC di pekan ke-24 BRI Super League 2025-2026. (Instagram @dewaunitedfc)
Nasional

Dewa United Vs Bhayangkara FC, Sama-sama Lagi On Fire

1 Maret 2026 | 13:06
Ilustrasi bukber Ramadhan 2026, ajak orang terdekat untuk ikut dengan mengirimkan teks undangan. (Instagram/@dewoodscoffee)
Nasional

3 Contoh Undangan Bukber Ramadan 2026 Simpel Pakai Bahasa Formal hingga Tongkrongan

1 Maret 2026 | 13:00
Load More

Popular

  • Seremonial purna tugas Kepala Dinas Pertanian (Distan) Provinsi Banten Agus M Tauchid Jumat (27/2/2026) dihadiri Gubernur Banten Andra Soni. (Muhamad Tohir/ Bantenraya.com)

    Pensiunnya Kepala Distan Banten Agus Tauchid Jadi Momentum Evaluasi Ketahanan Pangan Banten

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Arti Kalimat ‘Nyawit Nih Orang’ yang Banyak Digunakan di Media Sosial

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemkot Cilegon Siapkan 50 Bus Mudik Gratis, Pendataran Segera Dibuka Via Online

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Israel akan Panggil 70.000 Tentara, Sesuai Hadist soal Pasukan Dajjal!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Banyak yang Mengundurkan Diri, Pemprov Banten Buka Ulang Pendaftaran Mudik Gratis

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mitra Strategis Pemerintah, Pengurus Dewan Masjid Indonesia Kota Serang Periode 2026-2031 Dilantik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Budi Rustandi Tegaskan Pemkot Serang Tidak Zalim, Gaji Ratusan Guru PPPK Paruh Waktu Telah Dibayar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Spoiler Undercover Miss Hong Episode 14: Jung Woo Setujui Kerja Sama dengan Geum Bo?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Huawei Mate X7 Siap Rilis, Bawa Fitur Tahan Air dan Super Fast Charging 66W

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • APBMI Soroti Kecelakaan Kerja di Pelindo Banten, Temukan Tidak Ada Flagman dan Foreman

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Petugas Dapur SPPG Yayasan Sukaratu 6, Kecamatan Majasari, Kabupaten Pandeglang, memperlihatkan selembar surat cinta dari siswa yang terselip dalam ompreng MBG, Rabu 11 Februari 2026. (Dokumentasi Bantenraya.com)

Selipkan Pesan di Ompreng MBG, Peserta Didik di Pandeglang Request Menu: Minta Nasi Goreng hingga Ayam

12 Februari 2026 | 05:00
SMAN 1 Cimarga

Pengakuan Siswi SMAN 1 Cimarga yang Ikut Mogok Sekolah, Bukan Dukung Siswa Merokok tapi……

18 Oktober 2025 | 12:16
Pemprov Banten kembali membuka pendaftaran mudik gratis

Banyak yang Mengundurkan Diri, Pemprov Banten Buka Ulang Pendaftaran Mudik Gratis

24 Februari 2026 | 14:42
Kabupaten serang PT PWI

Sempat Produksi Sepatu di Kabupaten Serang, PT PWI 1 Bakal Bangkit Buka Usaha Baru di Cikande

2 Februari 2026 | 17:11

Dukung Pemulihan Ekonomi Nasional, Bjb Backup Total Pembiayaan UMKM

Asooooy… Kepala Desa akan Diajak Studi Banding ke Korea dan China

Seluruh Ospek di Kampus Diputuskan Digelar Online, Termasuk di Banten

Mudik Resmi Dilarang, Efektif 24 April

israel

Israel akan Panggil 70.000 Tentara, Sesuai Hadist soal Pasukan Dajjal!

1 Maret 2026 | 21:35
Ilustrasi jalan minim penerangan. (Freepik.com/ wirestock)

Jalur Wisata di Provinsi Banten Masih Minim Penerangan

1 Maret 2026 | 20:34
Kondisi perbaikan jalan akses mudik lebaran yang hanya tambal sulam dengan pengaspalan. (Uri/banten raya)

Perbaikan Jalan Akses Mudik Cilegon Hanya Tambal Sulam, H-10 Diklaim Selesai

1 Maret 2026 | 20:27
Kondisi JLS yang tengah dilakukan pembangunan dan ditarget selesai pada H-10 mudik lebaran 2026. (Diskominfo Cilegon)

Perbaikan JLS Cilegon Ditarget H-10 Mudik Lebaran, Progres Diklaim Jalan 60 Persen

1 Maret 2026 | 20:21

Tag

2022 Andra Soni ASN banjir Banten BRI Brigadir J BRI Super League Cilegon drakor drama Korea Film Harga Tiket Helldy Agustian Indonesia Jadwal jadwal tayang Kabupaten Lebak kabupaten serang Kota Cilegon Kota Serang Lebak link nonton link twibbon lowongan kerja Pandeglang Pemkot Cilegon pemkot serang Pemprov Banten pilkada Preman Pensiun 6 Preman Pensiun 7 profil provinsi banten Ramadhan Robinsar serang sinopsis spoiler spoiler sub indo Timnas Indonesia Twibbon UMKM viral
Banten Raya

© 2026 Banten Raya - Berkualitas dan Berbeda

Nomor ID Pers : 26666 | Status Pendataan : Terverifikasi Faktual | Sertifikat : 1393/DP-Verifikasi/K/VIII/2025

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Digital Banten Raya
  • Ecommerce Banten Raya
  • Siding Banten Raya
  • Share Banten Raya

Ikuti Kami

  • Daerah
  • Nasional
  • Pendidikan
  • Opini
  • Ekonomi & Bisnis
  • Teknologi
  • Hukum & Kriminal

© 2026 Banten Raya - Berkualitas dan Berbeda