Asal Usul Terjadinya Hujan Meteor, Fenomena yang Akan Terjadi Pada Malam Tahun Baru Islam 1444 Hijriah

- Jumat, 29 Juli 2022 | 08:45 WIB
Berikut adalah asal usul terjadinya fenomena astronomi langka hujan meteor yang juga akan terjadi pada malam Tahun Baru Islam 1444 Hijriah. (Starwalk.space)
Berikut adalah asal usul terjadinya fenomena astronomi langka hujan meteor yang juga akan terjadi pada malam Tahun Baru Islam 1444 Hijriah. (Starwalk.space)

BANTENRAYA.COM - Artikel ini akan membahas mengenai asal usul terjadinya fenomena hujan meteor.

Fenomena langka hujan meteor sendiri akan terjadi dalam waktu dekat, tepatnya 29-31 Juli atau bertepatan dengan malam tahun Baru Islam 1444 Hijriah.

Tak hanya 1, akan ada 2 hujan meteor sekaligus yang terjadi pada akhir Juli ini yakni hujan meteor Alpha-Capricornids dan Delta-Aquariids.

Baca Juga: Inilah TikToker Mariam Hadid Yang Dapat Kecaman, Dari Salat Pakai Kostum Hingga Ngaku Nabi 

Terakhir, hujan meteor juga terjadi pada akhir Juni lalu dimana Jakarta menjadi salah satu lokasi terbaik untuk melihatnya.

Kini kabar baiknya, 2 hujan meteor di akhir Juli akan terjadi di langit bumi selatan yang berarti bisa diamati dari Indonesia. 

Di sisi lain, ada penjelasan ilmiah terkait asal usul fenomena hujan meteor bisa terjadi sebagaimana dikutip Bantenraya.com dari laman LAPAN.

Baca Juga: TAYANG PERDANA! Nonton Serial The Sexy Doctor is Mine Full HD: Kisah Dokter jadi Incaran Dua Wanita

Pada dasaranya fenormena hujan meteor sendiri terjadi saat bumi berpapasan dengan benda angkasa yang melintas serta debu batuan yang terbawa masuk ke dalam atmosfer bumi.

BUmi dan benda angka tersebut bisa saling berpapasan lantaran sama-sama mengorbit ke matahari.

Saat memasuki atmosfer bumi, debu komet ini terbakar dengan panas mencapai 1.650 derajat celcius dan nyaris semua habis terbakar.

Baca Juga: Spoiler One Piece Chapter 1055: Kelompok Topi Jerami Tinggal Selangkah Lagi Menuju Laugh Tale

Pada proses debu-debu terbakar ini yang kita saksikan sebagai hujan meteor di bumi.

Suara ledakan dari daratan bisa saja terdengar ketika hujan meteor terjadi yang berasal dari debu meteor dengan ukuran agak besar yang terbakar lebih lama dan terlihat seperti bola api.

Dan pada saat gugusan debu komet paling banyak terbakar secara bersamaan di atmosfer bumi, di momen itu hujan meteor mencapai puncaknya.

Halaman:

Editor: Jermainne Tirta Dewa

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Demo Tolak UU Cipta Kerja Warnai Aksi Bakar Ban

Jumat, 31 Maret 2023 | 19:13 WIB

Terpopuler

X