BANTENRAYA.COM – Karang Taruna Kota Cilegon melakukan studi Banding ke Katang Tatuna Kota Bandunh Provinsi Jawa Barat selama 3 hari.
Studi banding dilakukan dalam rangka mendapatkan sharing pengetahuan dan pengalaman praktis dari kawan-kawan pengurus Karang Taruna Kota Bandung terkait kiprah sejarah perjalanan roda organisasi hingga seperti saat ini.
Ada berbagi tips dan trick serta kiat sukses, sampai yang krusial adalah pentingnya komitmen dan keberpihakan dari kepala daerah dalam mendukung keberadaan Karang Taruna.
Ketua Karang Taruna Kota Cilegon Ahmad Mahdi menjelaskan, Pemerintah Kota Cilegon saat ini telah menunjukkan keseriusan dan komitmennya dalam membangun SDM khususnya Potensi Sumber Kesejahteraan Sosial (PSKS) dikalangan generasi muda yaitu Karang Taruna sebagai pilar sosial.
Baca Juga: NGL Link Anonymous QnA di Instagram Ramai Digunakan, Benarkan Aman Digunakan?
Untuk itu, studi banding bisa dilaksana dengan adanya komitmen untuk meningkatkan penguatan kelembagaan dan mendukung visi Cilegon baru, modern, dan bermartabat.
“Alhamdulillah pemerintah kota Cilegon saat ini telah menunjukkan keseriusan dan komitmennya dalam membangun SDM khususnya Potensi Sumber Kesejahteraan Sosial (PSKS) dikalangan generasi muda yaitu Karang Taruna sebagai pilar sosial,” katanya lewat rilis yang diterima BantenRaya.Com Sabtu 25 Juni 2022.
“Bahkan di sela-sela kesibukannya Pak Walikota menyempatkan waktu memonitor kegiatan kami melalui video call untuk memastikan agenda Study Banding Karang Taruna berjalan efektif sebagaimana yang diharapkan” ujarnya.
Baca Juga: RM Member BTS Bakal Segera Menikah? Begini Jawaban Big Hit Music
Sementara itu, Sekretaris Karang Taruna Kota Bandung Septiani Hidayat mengungkapkan, ada banyak pencapaian yang sudah dilakukan, terutama dalam bidang usaha ekonomi produktif.
Dimana setiap Karang Taruna kelurahan mendapatkan Rp100 juta untuk pengembangan pemberdayaan ekonomi.
“Bahwa pencapaian KT Bandung hari ini tak lepas dari dukungan kebijakan konkret dari Pembina umum saat itu Walikota Ridwan Kamil. sejak Tahun 2015 menggelontorkan anggaran sebesar Rp.100 juta per tahun untuk masing-masing sejumlah 151 Karang Taruna tingkat Kelurahan se-Kota Bandung,” ungkapnya.
“Rp100 juta itu sebagai dana stimulus untuk menjalankan program kerja organisasi terutama di bidang Usaha Ekonomi Produktif (UEP) dan kebijakan tersebut diteruskan hingga hari ini,” paparnya.
Wakil Ketua Karang Taruna Kota Cilegon Deni Hidayat menambahkan, penting adalah bagaimana bisa mengimplementasikannya kedepan. Banyak hal yang menginspirasi dan butuh diterapkan.
“Banyak sekali pelajaran dan pengalaman yang kami peroleh dalam kegiatan Study Banding ini, semoga dapat bermanfaat untuk di aplikasikan dalam rangka penguatan kelembagaan Karang Taruna Kota Cilegon kedepannya,” jelasnya.
“Kami juga berharap untuk terus menjalin silaturahmi dan komunikasi dengan sahabat kami pengurus Karang Taruna Kota Bandung yang telah memberikan kesan luar biasa yang menginspirasi,” paparnya.
Sekretaris Karang Taruna Kota Cilegon Hasanudin Rachim menambahkan, peran stakeholder dan pemerintah yang sudah begitu peduli dan mensuport karang taruna harus di imbangi dengan keseriusan pengurus kota, kecamatan atau kelurahan membantu menyampaikan program pemerintah.
Baca Juga: Teken Pakta Integritas dengan Kejaksaan, Bupati Pandeglang: Kami Ingin Sejajar dengan Banten Utara
“Dimana untuk menjadi Garda terdepan Pemberdayaan generasi muda dan penguatan SDM seperti yang di gelorakan oleh bapak Walokota Cilegon, Beasiswa Full Sarjana, serta program program lain yang selaras dengan perkembangan zaman,” ujarnya. *

















