BANTENRAYA.COM – Gunung Anak Krakatau atau GAK di laut Selat Sunda, Lampung Selatan, terus mengalami erupsi dan mengeluarkan asap dari kawah gunung.
Pada periode pengamatan 30 April 2022, pukul 06.00 WIB sampai pukul 12.00 WIB terjadi kegempaan hembusan sebanyak enam kali dan kegembaan low frekuensi terjadi dua kali.
Dikutip bantenraya.com dari website https://magma.esdm.go.id Gunung Anak Krakatau yang berstatus level III siaga juga terpantau mengalami kegempaan tremor menerus.
Hasil pengamatan secara visual gunung terlihat jelas hingga kabut 0-III.
Asap kawah teramati berwarna putih dengan intensitas sedang hingga tebal dan tinggi 50 meter sampai 200 meter di atas puncak kawah.
Sedangkan hasil pemantauan secara visual teramati asap putih sedang-tebal tinggi lebih kurang 50 meter sampai 200 meter dan ombak laut telihat tenang.
Baca Juga: Jadwal Buka Puasa dan Shalat Wilayah Yogyakarta, Sabtu 30 April 2022, Lengkap Doa Berbuka Puasa
Kemudian untuk kegempaan, terjadi hembusan enam kali dengan amplitudo 14 sampai 47 milimeter dan durasi 28 detik sampai 108 detik.
Untuk low frekuensi terjadi dua kali dengan amplitudo 16 sampai 38 milimeter dan durasi 8 sampai 20 detik serta tremor menerus terekam dengan amplitudo 2 sampai 38 milimeter.
Adapun keterangan lain nihil dan tingkat aktivitas GAK level III siaga dengan rekomendasi masyarakat, pengunjung, wisatawan, pendaki tidak mendekati G. Anak Krakatau atau beraktivitas dalam radius 5 kiloemter dari kawah aktif.***



















