BANTENRAYA.COM – Setiap menjelang Lebaran Idul Fitri banyak lapak menyediakan jasa pembelian atau penukaran uang kertas baru.
Karena bukan oleh bank, jasa penukaran uang jelang Lebaran Idul Fitri rawan uang yang kita tukar uang palsu.
Jika kita menukar uang di jasa penukaran uang maka diperlukan kewaspadaan atau ketelitian untuk membedakan uang asli atau bukan uang palsu.
Baca Juga: Apa Itu Filter Rotoscope dan Cara Cepat Menghapus Filter Rotoscope Tiktok
Dikutip BantenRaya.Com dari portal indoneisa.go.id pada Jumat, 8 April 2022, berikut tips dan cara membedakan uang asli dan palsu.
Kenali ciri-ciri keaslian uang rupiah dengan dilihat, diraba, diterawang atau 3D.
1. Dilihat
Perubahan warna benang pengaman pada pecahan Rp100.000 dan Rp50.000, perisai logo BI pada pecahan Rp100.000, Rp50.000, dan Rp20.000.
Baca Juga: Puluhan Warga Kelapa Gading Kota Serang Malam Hari Antre Vaksin Booster
Menemukan angka berubah warna yang tersembunyi pada pecahan Rp100.000, Rp50.000, Rp20.000, Rp10.000, dan gambar tersembunyi berupa tulisan BI dan angka.
2. Diraba
Setelah memperhatikan uang dengan saksama, selanjutnya rabalah uang yang Anda curigai.
Baca Juga: Pendaftaran Mudik Gratis Kemenhub Dibuka Pekan Depan, Vaksin Booster Jadi Syarat Utama
Anda akan merasakan ada bagian uang yang kasar, yaitu pada gambar utama, gambar lambang negara, angka nominal, huruf terbilang, frasa NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA, dan tulisan BANK INDONESIA.
Tuna netra bisa meraba kode tunanetra (blind code) di sisi kiri dan kanan untuk mengenali nilai nominal dan asli atau tidaknya uang kertas.
3. Diterawang
Setelah memperhatikan dan merabanya, angkatlah uang dan arahkan pada cahaya. Anda bisa menemukan gambar pahlawan, gambar ornamen pada pecahan tertentu, dan logo BI yang akan terlihat utuh.
Sementara cara menghindari menerima uang palsu anda juga harus melakukan transaksi di tempat pencahayaan yang baik, lakukan penukaran uang di tempat yang resmi, melakukan pembayaran secara non tunai.
Masyarakat juga harus mampu mengenali ciri-ciri yang rupiah asli.
Baca Juga: Deretan Artis Cantik yang Nempel dengan Marshel Widianto, dari Luna Maya sampai Putri Una
A. Bahan Baku Uang Kertas Rupiah
Uang kertas rupiah terbuat dari kertas khusus yang berbahan serat kapas, serta terdapat benang pengaman seperti dianyam pada uang kertas rupiah pecahan Rp100.000, Rp50.000, dan Rp20.000. Khusus untuk pecahan Rp100.000 dan Rp50.000 akan berubah warna bila dilihat dari sudut pandang tertentu.
Terdapat benang pengaman yang tertanam di kertas uang pada pecahan Rp10.000, Rp5.000, Rp2.000, dan Rp1.000.
Baca Juga: Jadwal Imsak, Sholat dan Buka Bersama untuk Wilayah Kota Tangerang Selatan Sabtu 9 April 2022
Selanjutnya ada tanda air atau watermark, pada semua pecahan uang kertas berupa gambar pahlawan. Pada pecahan Rp100.000, Rp50.000, Rp20.000, dan Rp10.000 ada electrotype yang berupa logo BI dan ornamen tertentu yang akan terlihat jika diterawang ke arah cahaya.
B. Desain
Setiap uang kertas rupiah memiliki desain, ukuran, dan warna uang yang terlihat terang, jelas, dan spesifik/khusus sehingga secara kasatmata mudah dikenali.
Baca Juga: Masih Berlaku! Promo JSM Alfamart, Harga Khusus Minyak Goreng Kemanasan 2 Liter
C. Teknik Cetak
Sebagian besar unsur pengaman pada uang kertas rupiah dibuat menggunakan teknik cetak yang dapat dikenali dengan cara Dilihat, Diraba, Diterawang (3D).
a. Tinta berubah warna (Colour Shifting Ink), pada gambar perisai yang berisi logo Bank Indonesia bisa berubah warna jika melihatnya dari sudut pandang berbeda.
Untuk pecahan Rp100.000 dan Rp50.000 akan berubah warna dari merah keemasan ke warna hijau, sedangkan untuk pecahan Rp20.000 dari hijau ke ungu.
Baca Juga: Jadwal Imsak, Sholat dan Buka Puasa untuk Wilayah Kota Cilegon Sabtu 9 April 2022
b. Lalu ada gambar tersembunyi (multi colour latent image) multiwarna yang berupa angka, yang akan terlihat dari sudut pandang tertentu.
Pada pecahan Rp50.000, terdapat gambar tersembunyi berupa angka 50 dengan kombinasi warna merah, kuning, dan biru.
Pada pecahan Rp20.000, terdapat gambar tersembunyi berupa angka 20 dengan kombinasi warna merah, kuning, dan hijau.
Pada pecahan Rp10.000, terdapat gambar tersembunyi berupa angka 10 dengan kombinasi warna ungu, biru, dan kuning.
Pada pecahan Rp100.000, terdapat gambar tersembunyi berupa angka 100 dengan kombinasi warna merah, kuning, dan hijau.
c. Gambar tersembunyi (latent image), pada bagian depan bagian depan terdapat gambar tersembunyi berupa tulisan BI dalam bingkai persegi panjang yang akan terlihat dari sudut pandang tertentu.
Baca Juga: Pernyataan Lengkap Yusuf Mansur Soal Sehari 1.000 Kali Naik Pesawat
Gambar ini terlihat pada pecahan Rp100.000, Rp50.000, Rp20.000, dan Rp10.000.
Untuk pecahan Rp5.000, Rp2.000, dan Rp1.000 berupa tulisan BI serta angka 5, 2 dan 1 yang terlihat dari sudut pandang tertentu.
Gambar tersembunyi bagian belakang, terdapat gambar tersembunyi berupa angka 100, 50, 20, 10 yang terlihat di sudut pandang tertentu pada pecahan Rp100.000, Rp50.000, Rp20.000, dan Rp10.000.
Baca Juga: Pernah Sehari 1.000 Kali Naik Pesawat, Segini Kekayaan Ustadz Yusuf Mansur
d. Teknik cetak khusus, dimana gambar utama, lambang negara, angka nominal, huruf terbilang dan frasa NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA akan terasa kasar ketika diraba.
e. Pada uang asli Kode tunanetra (blind code) Terdapat pasangan garis pada sisi kanan dan kiri uang yang kasar ketika diraba.
f. Lalu ada gambar saling isi (rectoverso) Logo BI akan terlihat utuh jika diterawang ke arah cahaya.
Demikian cara melihat ciri uang palsu atau asli. ***




















