BANTENRAYA.COM – Sejumlah aktivis Keluarga Mahasiswa Lebak (KUMALA), serta Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) MPO Lebak, Kamis 7 April 2022 melakukan unjukrasa di depan Gedung DPRD Lebak.
Dalam aksi ini, pendemo menolak jabatan Presiden Jokowi diperpanjang tiga priode. Tidak hanya itu pendemo juga mengkritik pemerintah karena dinilai tidak mampu mengendalikan harga kebutuhan pokok.
Nandi, aktivis HMI MPO Lebak yang ditemui disela-sela aksi demo di depan Gedung DPRD Lebak menegaskan, bila tiga priode untuk jabatan presiden tetap dipaksakan, maka jelas melanggar konstitusi serta menghianati amanat reformasi.
Oleh karena itu, HMI MPO kata Nandi mendesak pemilihan umum tetap berjalan sesuai undang-undang yang ada, serta jabatan presiden tetap dua priode.
Baca Juga: Dapatkan Chip Gratis Hingga 65B, Ini Kode Penukaran Higgs Domino Island 8 April 2022
“Jabatan presiden tiga priode melanggar konstiusi dan kami menduga ditumpangi kepentingan asing. Agar masyarakat tidak semakin tercekik menghadapi kondisi yang serba sulit ini, maka seharusnya, pemerintah fokus menstabilkan harga bukan mengurusi tiga periode,” jelas Nandi.
Nandi menjelaskan, tokoh masyarkat dan Pemkab Lebak harus mengendepankan stabilitas politik dan kesejahteraan masyarakat. “Wacana tiga periode Presiden, tidak diperlukan masyarakat. Warga saat ini sedang kesulitan dapat minyak goreng,” tegasnya.
Bais, aktivis KUMALA menambahkan, selain menolak tiga priode jabatan Presiden serta menolak terhadap kenaikan harga kebutuhan pokok, pihaknyapun mendedak kepada pihak DPRD Lebak agar aspiratif, serta tidak hanya mementingkan kepentingan pribadi dan partainya.
Baca Juga: Jadi Syarat Mudik Warga Pandeglang Berbondong-bondong Ikut Vaksinasi Booster
“Kami menilai, pihak DPRD Lebak kurang perduli untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat, untuk itu kami datang ke sini (DPRD Lebak-red) untuk mengkritisinya,”kata Bais.
Hingga aksi demo berakhir, tidak ada satupun perwakilan dari DPRD Lebak yang menemui, sehingga dua organisasi mahasiswa tersebut meninggalkan Gedung DPRD Lebak dengan rasa kecewa.**

















