BANTENRAYA.COM — Asosiasi Pemandu Gunung Indonesia (APGI) meminta Pemerintah Provinsi Banten dan pemerintah kabupaten/ kota mencegah penggundulan gunung.
Sebab penggundulan gunung menjadi salah satu faktor terjadinya banjir di wilayah Banten, seperti banjir besar yang melanda pada 1 Maret 2022 lalu.
“Kalau gunung digunduli dan pohon ditengani tidak ada lagi pohon yang bisa menyerap air hujan sehingga akan terjadi bencana banjir,” kata Ketua APGI Provinsi Banten Jeje Sudrajat, Kamis, 24 Maret 2022.
Jeje mengatakan, selain penggundulan gunung, APGI juga meminta pembangunan perumahan tidak berada di lokasi daerah serapan air.
Baca Juga: Ramadhan 2022, Walkot Syafrudin: Salat Tarawih Boleh Dilaksanakan di Masjid tapi Terapkan Prokes
Karena jika itu terjadi, air tidak akan memiliki lagi tempat untuk berkumpul, yang juga akan menjadi cadangan air bagi daerah sekitar.
Sementara itu, Ketua Umum DPP APGI Periode 2022-2022 Rahman Mukhlis mengatakan, di masa kepengursannya saat ini, APGI mengusung kampanye “APGI Juara, Indonesia Maju” sebagai visi, misi, dan program kerja kepengurusan.
Dengan kampanye ini, diharapkan APGI menjadikan organisasi yang berkarakter, menciptakan SDM yang berkualitas, dan dipercaya para pemangku kepentingan sehingga dapat mendorong kesejahteraan anggota dan masyarakat Indonesia.
Program Kerja DPP APGI 2022-2025 adalah rumusan untuk menjawab kebutuhan anggota hasil Munas. Hanya satu yang diharapkan oleh anggota APGI yaitu manfaat. Namun, semestinya bukan hanya manfaat untuk anggota saja, tetapi juga untuk Indonesia.
Baca Juga: 32 Sekolah Meriahkan Festival Rampak Bedug Provinsi Banten
Tiga hal yang menjadi rumusan APGI yaitu make to be stronger, trusted, dan impactfull. Konsep ini kemudian telah dibahas dan ditetapkan dalam Rakernas VII APGI Tahun 2022.
Dari hasil rakernas ini disepekati, APGI harus mampu menguatkan sistem organisasi yang kuat, profesional dan berkarakter dari pusat hingga ke cabang, agar organisasi dapat berkembang lebih baik dan berkelanjutan.
Dari organisasi yang profesional dan karakter budaya organisasi yang kuat akan menghasilkan SDM yang berkualitas dan berdaya saing global.
Baca Juga: Ramadhan 2022, Walkot Syafrudin: Salat Tarawih Boleh Dilaksanakan di Masjid tapi Terapkan Prokes
Sehingga dengan demikian akan meningkatkan pengakuan dan kepercayaan para pemangku kepentingan terhadap APGI, termasuk di dalamnya menggunakan jasa anggota APGI dalam melaksanakan program pendakian gunung.
Semoga apa yang telah dihasilkan dalam rakernas ini bisa menjadi pedoman bagi para pengurus dalam menjalankan kerjanya dan bermanfaat untuk pengembangan profesi pemandu gunung Indonesia. ***



















