BANTENRAYA.COM – Perwakilan Majelis Ulama Indonesia (MUI), angkat suara tentang isu pembubaran.
Selain isu pembubaran, MUI juga terseret isu bahwa ada penyusup teroris yang masuk di organisasi tersebut.
Tagar bubarkan MUI viral setelah tiga ulama ditangkap oleh Densus 88.
Baca Juga: Layangan Putus, Fakta dan Sinopsis Reza Rahadian Selingkuh
Tiga ulama MUI yang ditangkap antara lain, Farid Ahmad Okbah, Ahmad Zain An-Najah, dan Anung Al-Hamat.
Tiga ulama tersebut diduga terafiliasi dengan jaringan teroris Jamaah Islamiyah yang dari sejak dulu masih ada sampai sekarang.
Hingga beberapa masyarakat menganggap bahwa MUI telah tersusupi oleh para teroris.
Baca Juga: Original Soundtrack Layangan Putus, Sahabat Dulu Oleh Prinsa Mandagie Beserta Liriknya
Dikutip bantenraya.com dari channel YouTube Indonesia Lawyers Club, berikut tanggapan MUI tentang isu yang beredar.
“MUI berperan aktif melawan terorisme, bahkan ekstrimisme, sampai kami membuat tim khusus untuk ini,” kata KH. Zaitun Rasmin.
KH. Zaitun Rasmin adalah Wakil Sekretaris Wantim MUI.
Baca Juga: Bukan Nyumpahin Orang Supaya Mati, Ini Alasan Warga Sepang Buat Kuburan dari Sampah Liar
“Adapun jika ada seseorang yang melakukan pelanggaran di institusi tersebut, tentu tidak mudah dikatakan disusupi,” lanjut dari perwakilan MUI.
Host acara tersebut, Karni Ilyas kemudian bertanya, siapa sebenarnya yang menggaungkan bubarkan MUI.
“Kami tidak mengedintifikasi secara khusus, siapa yang membesarkan kalimat bubarkan MUI,” jawab KH. Zaitun Rasmin.
Baca Juga: Kasus Pencurian Obat Di RSDP Serang Berhasil Diungkap, Pelakunya Ternyata Security RSDP
“Dan kami sudah kuat terhadap hal ini, sering kita mendapatkan kalimat bubarkan MUI, tapi kita tak hiraukan,” lanjut perwakilan MUI tersebut.
“Permirsa, memang tidak tepat kalau kita menyalahkan satu organisasi karena seorang anggota yang melakukan suatu kesalahan,” tutup Karni Ilyas.***

















