BANTENRAYA.COM – Persita kalah telak atas Persebaya dengan skor 4-0 dalam laga lanjutan BRI Liga 1 di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Yogyakarta, Rabu 24 November 2021.
Setelah hasil yang cukup mengecewakan ini, Persita Tangerang mau tak mau harus lekas berbenah.
Terlebih ini adalah kekalahan dengan jumlah skor terbanyak selama kiprah Persita di BRI Liga 1 musim ini.
Pelatih Persita Widodo Cahyono Putro mengaku, sebenarnya sudah menebak gaya permainan pressing khas Persebaya.
“Kami sudah antisipasi sebetulnya di menit-menit awal,saya sudah bicara pada pemain bawa mereka pasti akan pressing dan ternyata itu terbukti,” ujarnya.
“Dan di menit kelima kita kemasukan. Mungkin dari situ terlalu cepat gol itu dan kita terus tertekan,” imbuhnya.
Baca Juga: Hari Guru Nasional 25 November, 5 Artis Ini Pernah Jadi Tenaga Pendidik hingga Dosen
Meski demikian, lanjut Widodo, ada beberapa hal yang mesti diperbaiki. Pihaknya tak boleh larut dalam kekalahan karena perjalanan Liga 1 masih panjang.
“Kita harus bangkit kalau memang kita mau berada di zona papan tengah dan mau menuju ke atas,” katanya.
Kebobolan di menit awal memang jadi momok menakutkan buat Persita. Namun kemarin memang bukan malamnya Persita.
Baca Juga: 17 Link Twibbon Hari Guru Nasional 25 November 2021, Terbaru, Terkeren dan Terpopuler
Jika di banyak kesempatan lain Persita bisa bangkit dari ketertinggalan, kali ini justru sebaliknya.
“Saya kira di menit-menit awal itu. Di menit kelima kita sudah kemasukan,” ungkapnya.
“Di situ akhirnya terbuka sistem pertahanan kita terbuka karena pemain ingin cepat membalas dengan akhirnya kita bisa kebobolan,” tuturnya.
Baca Juga: Lisa BLACKPINK Positif Covid-19, YG Entertainment: Member Lain Masih Tunggu Hasil
“Itu mungkin nanti akan menjadikan kita evaluasi ya. Perbaikan, bagaimana di menit-menit awal kita tetap harus fokus untuk antisipasi beberapa serangan dari lawan,” tambah Widodo. ***



















