BANTENRAYA.COM – Pelabuhan Merak akan dijadikan jalur alternatif utama jika terjadi bencana alam saat momen mudik Lebaran Idul Fitri 1447 Hijriah.
Persiapan mudik Lebaran Idul Fitri 1447 Hijriah semakin dioptimalkan oleh Pemkot Cilegon dan Forkopimda setempat untuk dapat memberikan pelayanan terbaik kepada para pemudik.
Kapolres Cilegon AKBP Martua Raja Taripar Laut Silitonga mengatakan, skema arus mudik Lebaran 2026 berbeda dengan skema arus mudik Nataru 2025.
BACA JUGA: Redmi A7 Pro Resmi Meluncur, HP Rp1 Jutaan dengan Baterai 6.000 mAh dan 120Hz
“Untuk mudik Lebaran ini tidak ada pengalihan arus kemacetan seperti di BBJ Bojonegara untuk dialihkan ke Merak, berlaku juga di Pelindo Ciwandan,” katanya kepada awak media, Senin 2 Maret 2026.
Ia menjelaskan, pengalihan arus dilakukan apabila terjadi hal yang urgent, salah satunya ketika terjadi bencana.
Jika terjadi bencana alam saat arus mudik Lebaran Idul Fitri, maka penyeberangan akan dialihkan dan dipusatkan pada satu titik di Pelabuhan Merak.
BACA JUGA: Peringatan Hari Musik Nasional 2026 Dihadiri Menteri Fadli Zon, Dimeriahkan Penyanyi Religi Kenamaan
“Kalau terjadi bencana alam yang menghambat arus lalu lintas, maka akan dialihkan ke Pelabuhan Merak,” jelasnya.
Dikutip Bantenraya.com dari Instagramnya @asdp191, ASPD merilis pengaturan lalu lintas selama arus mudik dan arus balik Lebaran Idul Fitri 2026.
Untuk lintasan Jawa-Sumatera arus mudik periode 13 Maret dimulai pukul 12.00 sampai 20 Maret sampai pukul 15.00 terbagi dalam 3 pelabuhan yang terdiri atas:
1. Pelabuhan Merak
Melayani pejalan kaki, golongan IVA (mobil penumpang), golongan IVB (mobil barang atau pick up panjang 5 meter), golongan VA (bus sedang, hiace, elf), dan golongan VIA (bus besar panjang 7-10 meter).
2. Pelabuhan Ciwandan
Melayani golongan I (sepeda), golongan II (motor), golongan III (motor besar dan kendaraan roda 3), golongan VB kendaraan berukuran panjang 5-7 meter (mobil barang, truk tangki).
















