BANTENRAYA.COM – 81 kapal disiapkan untuk melayani arus mudik Lebaran 1447 Hijriyah dari Pulau Jawa ke Sumatera.
Sebanyak 4 Pelabuhan yakni Pelabuhan Merak, Pelabuhan Bandar Bakau Jaya (BBJ) Bojonegara, Pelabuhan Ciwandan dan Pelabuhan Krakatau Bandar Samudera disiapkan untuk perlintasan arus mudik Jawa-Sumatera.
Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Banten Hermanta menjelaskan, ada sebanyak kurang lebih 81 kapal yang dioperasikan yakni 52 kapal di Pelabuhan Merak, 13 kapal di Pelabuhan Ciwandan, 2 kapal di Pelabuhan KBS dan 14 kapal di Pelabuhan BBJ Bojonegara.
BACA JUGA: BPKP Banten Pelototi Perencanaan Penganggaran Pemkot Serang, 5 Sektor Jadi Sorotan
“Kapal di Merak sedang dilakukan pengecekan dan diharapkan semuanya sudah siap. dari 13 kapal di Pelabuhan Ciwandan 12 dioperasikan an 1 cadangan, sementara di BBJ Bojonegara awalnya hanya 6 pada mudik sebelumnya sekarang sudah 14 dan untuk KBS disiapkan untuk standby jika ada kemungkinan kepadatan,” ujarnya, Kamis 26 Februari 2026.
Hermanta berharap dengan semua persiapan yang matang dan lebih banyak kapal, maka daya angkut akan lebih banyak lagi dan maksimal bagi para pemudik.
“Ini akan meningkatkan daya angkut dengan penambahan kapal. Diharapkan ini bisa mempermudah dan negara hadir memberikan pelayanan terbaik,” jelasnya.
BACA JUGA: Wacana Revitalisasi Pasar Kranggot Disorot, DPRD Kota Cilegon Minta Sertifikasi Aset Dituntaskan
Sementara itu, Direktur Utama (Dirut) PT ASDP Indonesia Ferry Heru Widodo menyampaikan, di lintasan penyeberangan Merak–Bakauheni juga menerapkan kebijakan single tarif atau diberlakukan tarif reguler saja untuk semua dermaga.
“Skema ini berlaku pada 13 Maret 2026 pukul 12.00 WIB hingga 20 Maret 2026 pukul 15.00 WIB untuk keberangkatan dari Pelabuhan Merak, serta 23 Maret 2026 pukul 00.00 WIB hingga 29 Maret 2026 pukul 24.00 WIB untuk keberangkatan dari Pelabuhan Bakauheni,” ujarnya.
Heru menyampaikan, Skema single tarif dilakukan dengan menyamakan tarif layanan eksekutif dengan tarif layanan reguler pada golongan pejalan kaki dan kendaraan penumpang.
“Melalui stimulus dan single tarif, kami ingin memastikan mudik Lebaran 2026 berlangsung lebih tertib, terjangkau, dan lancar,” tuturnya.
“Ini adalah bentuk kolaborasi pemerintah dan BUMN untuk menghadirkan perjalanan penyeberangan yang aman sekaligus meringankan beban masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Agus Suryo Nugroho mengungkapkan, dengan adanya kebijakan Work From Anywhere (WFA) yang sudah diterapkan, maka diharapkan bisa mencegah kepadatan arus mudik pada lebaran 2026.
“Kami prediksi ini puncak mudik akan ada pergeseran seiring kebijakan soal WFA. Kami juga berharap dengan ini bisa mengurai kepadatan pada puncak arus mudik lebaran,” ungkapnya.
Agus menyatakan, dalam upaya memperlancar semua proses, pihaknya juga mengedepankan teknologi untuk bisa mengantisipasi berbagai kemungkinan yang bisa diambil Tindakan cepat.
“Ada command center dimana satu sama lain akan saling memberikan informasi,” pungkasnya. ***


















