BANTENRAYA.COM – Dinas Komunikasi Informatika Statistik Dan Persandian atau Diskominfotik Kabupaten Serang bakal membentuk Tim Tanggap Insiden Syber (TTIS).
Pembentukan TTIS tersebut dilakukan untuk mencegah terjadinya serangan syber dan pencurian data yang dapat merugikan masyarakat Kabupaten Serang.
Kepala Diskominfosatik Kabupaten Serang Surtaman mengatakan, Pemkab Serang pernah mendapatkan notifikasi dari Badan Sandi dan Siber Negara (BSN) karena ada upaya pencurian data.
“Kita bentuk TTIS karena di akhir oktober 2025 itu kita dapat notifikasi dari BSSN bahwa ada yang berusaha masuk mau mencuri data kependudukan pada pukul 24.00 WIB, pegawai saya tidur, pagi ketahuan dan langsung dimitigasi” ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa, 24 Februari 2026.
Ia menjelaskan, TTIS akan berupaya memitigasi terjadinya kebocoran data dengan melakukan literasi digital mulai tingkat masyarakat hingga data administrasi pemerintahan.
BACA JUGA: Unboxing Menu MBG di Salah Satu Sekolah di Kabupaten Serang, Cek Isinya untuk Jatah 3 Hari
“Kita sudah ada programkan ada Kominfo Road to Desa, Kominfo Road to School, Kominfo Road to Pesantren. Kegiatan itu dalam rangka edukasi literasi digital,” katanya.
Surtaman menuturkan, Pendidikan literasi digital tersebut sangat penting terutama kelompok rentan di desa seperti orangtua yang baru punya HP dan tidak tahu tentang penggunaan yang baik dan anak-anak yang beranjak dewasa.
“Jangan sampai banyak korban dari digitalisasi seperti korban pinjol, korban scam, maupun korban hacker. Contohnya ada undangan palsu di dibuka isinya nge-hack nomor kita,” jelasnya.
Pihaknya juga mengembangkan sistem yang betnama Aplikasi Serba Digi untuk memudahkan masyarakat dalam mengakses kebutuhan informasi baik kependudukan, industri, investasi hingga pariwisata.
“Tahun lalu sudah bikin satu aplikasi terkait dengan portal satu data, bahkan kita integrasikan dengan instansi-instansi vertikal. Aplikasinya kita sudah punya super app namanya Serba Diggi,” paparnya.
Ia mengungkapkan, banyaknya modus-modus dalam bentuk serangan siber mengancam keselamatan masyarakat Kabupaten Serang sehingga perlu adanya dorongan supaya masyarakat cakap digital.
BACA JUGA: Menu MBG di SD Negeri Pandeglang 4 Terdapat Ulat, SPPG: Tidak Apa-apa
“Intinya masyarakat itu kita akan berikan edukasi literasi digital dan pelajar itu harus punya pondasi literasi digital. Oleh karena itu pada beberapa hari yang lalu kita kita edukasi pelajar di SMAN 1 Cikande,” tuturnya.***

















