BANTENRAYA.COM – Masuk tahun ke 6 program Ngabar atau Ngabuburit Bareng, selama Ramadan Kecamatan Ciwandan akan mengunjungi 21 pondok pesantren.
Selama bulan Ramadan pihaknya berkomitmen akan melaksanakan program Ngabar dengan para ulama dan santri di pondok pesantren yang ada di Kecamatan Ciwandan.
Pihaknya juga turut menggandeng industri, beserta Forkopimcam Ciwandan, dan Baznas Cilegon untuk mengikuti program Ngabar.
BACA JUGA: Beasiswa Taiwan MOE 2026–2027 Resmi Dibuka, Tunjangannya hingga Rp10 Juta per Bulan
Camat Ciwandan Agus Ariyadi mengatakan, program Ngabar menjadi salah satu program unggulan pada bulan ramadan dengan mengunjungi pondok pesantren.
Berdasarkan data Kecamatan Ciwandan, pondok pesantren di lingkungan Kecamatan Ciwandan terdapat 21 unit terdiri dari pondok pesantren modern dan salafi.
Saat ini pihaknya baru saja mengunjungi 3 pondok pesantren, dan akan bertahap mengunjungi pondok pesantren yang lainnya di Kecamatan Ciwandan.
“Ini prgram silaturahmi minimal 1 tahun sekali kami hadir di pondok pesantren, Alhamdulillah sudah berjalan 6 tahun program Ngabar setiap bulan ramadan,” katanya kepada Banten Raya, Selasa 24 Februari 2026.
Diadakannya program Ngabar di lingkungan pondok pesantren sebagai salah satu bentuk dukungan dan perhatian dari Pemkot Cilegon melalui pihak kecamatan.
“Sasarannya Ponpes karena untuk perhatian khusus, semua lini harus diperhatikan, kita juga tetap memperhatikan elemen masyarakat dari pondok pesantren,” ungkapnya.
Dirinya tak hanya sekedar berkunjung di pondok pesantren saja, tetapi mendengarkan kultum ramadan sekaligus memberikan bantuan sosial.
Bantuan tersebut diberikan oleh pihak Kecamatan Ciwandan untuk membantu para ulama, ustadz, dan para santri.
“Kami datang ke sana membawa bantuan juga seperti lemari untuk kitab, papan tulis, ATK, Al-Quran, sembako, dan lain-lain,” tuturnya.
Program Ngabar tersebut bukan bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Cilegon, melainkan kerjasama dengan pihak industri dan Baznas Cilegon.
Menurutnya, untuk berbagi kepada yang lainnya tak perlu menunggu dari APBD Cilegon saja, bisa mencari dari sumber lainnya.
“Ini program non APBD, karena kita ingin memberikan berbagi di bulan ramadan yang ga harus berpatok pada APBD. InsyaAllah ada jalanya untuk beribadah,” jelasnya.
Agus berharap, kedepannya Pemkot Cilegon juga dapat memberikan ruang dan dukungan yang lebih juga kepada para pondok pesantren.
“Harapanya pemerintah tetap selalu sinergi denga ulama dan santri, pembelajaran ponpes juga sama pentingnya seperti pendidikan formal lainnya,” harapnya.***
















