BANTENRAYA.COM – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten melalui Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Banten kembali membuka pendaftaran program mudik gratis.
Hal itu dikarenakan masih adanya kuota kosong setelah dilakukan verifikasi akibat sebagian peserta mengundurkan diri.
Kepala Dishub Provinsi Banten, Tri Nurtopo, menegaskan pembukaan ulang ini bukan karena adanya penambahan kuota, melainkan hasil dari verifikasi pembatalan peserta sebelumnya.
BACA JUGA: Horison Altama Pandeglang Punya Paket Iftar Asian Meet Traditional AYCE Cuma Rp119 Ribu
Saat ini, kata dia, tercatat 74 kursi tersedia untuk seluruh rute, baik keberangkatan dari Banten maupun arus balik menuju Banten.
“Kuota ini bukan kita tambah. Tapi karena ada peserta yang mengundurkan diri setelah proses verifikasi,” ujar Tri saat dihubungi, Selasa (24/2/2026).
Diketahui, program mudik gratis yang dibuka pada 18 Februari 2026 itu sebelumnya ditutup kurang dari 24 jam akibat lonjakan pendaftar. Pemprov Banten membuka kuota sebanyak 900 kursi dengan 20 unit bus untuk keberangkatan dari Banten ke sejumlah kota tujuan di Pulau Jawa dan Sumatera. Sementara, untuk arus balik disiapkan 180 kursi dengan empat unit bus.
Tri menjelaskan, pembatalan peserta disebabkan berbagai faktor, mulai dari belum mendapatkan cuti hingga perubahan rencana perjalanan.
“Hasil verifikasi kita alasannya ada yang belum dikasih libur cuti, ada yang tidak jadi mudik, dan lain-lain. Jadi otomatis kursinya kembali ke sistem dan bisa didaftarkan lagi,” jelasnya.
Kendati demikian, Tri menambahkan, jumlah final kuota yang tersedia baru akan diumumkan kembali setelah seluruh proses verifikasi berkas selesai.
“Nanti setelah beres verifikasi baru bisa kita sampaikan jumlah pastinya. Karena masih ada yang kita cek ulang,” katanya.
Tri menegaskan, peserta program wajib memiliki KTP Provinsi Banten dan tidak terdaftar dalam program mudik gratis daerah lain. Pihaknya juga mengaku akan menerapkan sanksi bagi peserta yang membatalkan mendekati hari keberangkatan.
“Kalau membatalkan H-2 tanpa alasan jelas, tidak bisa ikut program mudik gratis tahun depan. Ini supaya kuota tidak terbuang dan benar-benar dimanfaatkan warga yang membutuhkan,” tegas Tri.
Lebih lanjut, ia berharap masyarakat yang mendaftar dapat memastikan kesiapan sebelum melakukan registrasi agar tidak merugikan calon peserta lain.
“Kami ingin program ini tepat sasaran dan berjalan tertib. Jadi pastikan dulu kesiapan sebelum mendaftar,” pungkasnya. (raffi)


















