BANTENRAYA.COM – Telkomsel mulai menerapkan registrasi pelanggan berbasis biometrik pengenalan wajah, atau face recognition untuk aktivasi nomor seluler baru.
Langkah ini dilakukan untuk memperkuat validitas identitas pelanggan, sekaligus menekan risiko penipuan digital seperti scam dan phishing yang semakin marak.
Dalam masa transisi, pelanggan masih dapat melakukan registrasi menggunakan NIK dan nomor KK hingga Juni 2026. Setelah periode tersebut berakhir, registrasi nomor seluler akan sepenuhnya menggunakan identitas valid disertai data biometrik.
VP Customer Care Management Telkomsel Filin Yulia, mengatakan tujuan utama program ini adalah membuat pelanggan lebih aman dan nyaman saat beraktivitas di ruang digital.
“Fokus kami adalah mendukung Kemkomdigi melalui program Semantik, untuk menghadirkan proses registrasi yang lebih aman dan nyaman bagi semua pelanggan,” kata dalam keterangan resminya dikutip Bantenraya.com, Jumat 20 Februari 2026.
BACA JUGA : Telkomsel dan INA AI Bikin Belajar Matematika Jadi Seru Seperti Main Game
Filin melanjutkan, registrasi biometrik akan membuat setiap nomor seluler lebih jelas keterkaitannya dengan identitas pengguna.
“Melalui registrasi biometrik, kita semua bisa ambil peran untuk memastikan agar setiap nomor terhubung dengan identitas yang benar. Dengan demikian, kami berharap pelanggan dan masyarakat dapat merasa lebih tenang saat berkomunikasi dan bertransaksi via digital,” katanya.
Dalam skema baru ini, pelanggan WNI akan melakukan registrasi menggunakan NIK disertai verifikasi wajah.
Sementara itu, untuk pelanggan di bawah 17 tahun dan belum menikah, registrasi akan menggunakan NIK pelanggan sekaligus NIK kepala keluarga sesuai Kartu Keluarga, yang juga dilengkapi verifikasi wajah.
Telkomsel juga menyampaikan bahwa kartu perdana kini wajib diedarkan dalam kondisi tidak aktif. Aktivasi hanya bisa dilakukan setelah data pelanggan tervalidasi untuk WNI atau terverifikasi untuk WNA. Selain itu, pemerintah juga membatasi kepemilikan maksimal tiga nomor prabayar per identitas per operator, dengan pengecualian untuk kebutuhan tertentu.
Melalui sistem biometrik ini, pelanggan juga disebut akan memiliki kendali lebih besar untuk mengecek seluruh nomor yang terdaftar atas NIK mereka. Jika ada nomor yang tidak dikenali, pelanggan dapat meminta pemblokiran melalui kanal layanan resmi.
Untuk melakukan registrasi biometrik, pelanggan bisa datang langsung ke GraPARI dengan membawa KTP. Petugas Telkomsel akan membantu proses registrasi, termasuk untuk pelanggan yang tidak memiliki smartphone.
BACA JUGA : Telkomsel Apresiasi Pelanggan Platinum di Banten
Selain itu, registrasi mandiri juga tersedia melalui laman khusus, di mana pelanggan cukup memasukkan NIK dan melakukan selfie untuk verifikasi.
Telkomsel memastikan data biometrik hanya digunakan untuk proses verifikasi identitas sesuai ketentuan perlindungan data pribadi dan standar keamanan informasi yang berlaku.
Perusahaan juga menyatakan teknologi yang dipakai telah memenuhi prinsip pencegahan penipuan serta ketahanan terhadap ancaman siber sebagaimana dipersyaratkan regulator.
“Dengan kesiapan kanal layanan kami, pelanggan Telkomsel kini dapat merasakan proses registrasi yang singkat, jelas, dan mudah diikuti,” kata Filin.(***)
















