BANTENRAYA.COM – Direktur Forum Percepatan Transformasi Pesantren (FPTP) KH Saifullah Ma’shum menyebut, Pondok Pesantren (Ponpes) kini tengah menghadapi berbagai tantangan baru.
Bahkan tantangan yang dihadapi ponpes tidak hanya berkaitan dengan pendidikan agama, melainkan kesehatan dan finansial para santri.
Demikian kata KH Saifullah Ma’shum dalam kegiatan pemberdayaan pesantren bertajuk Empower Pesantren One Day Real Impact di Ponpes Labibah Muawanah Malnu Menes, Kecamatan Menes, Kabupaten Pandeglang, Rabu 18 Februari 2026.
Menurutnya, kesehatan dan finansial di lingkungan pesantren sangat penting, sehingga sangat dibutuhkan adanya layanan program dari pemerintah.
“Salah satu yang dihadapi pesantren saat ini adalah isu non keilmuan yang perlu difasilitasi oleh Negara. Misalnya tentang kesehatan, finansial, sanitasi pondok pesantren, dan kesehatan mental,” katanya.
Ia mengatakan, kehadiran Negara sangat penting karena pesantren merupakan salah satu pondasi dan aset bangsa.
BACA JUGA: Doa Menyambut Bulan Ramadan 2026 Lengkap dengan Latin hingga Artinya
Dia memberikan, apresiasi kerja sama yang terjalin dengan Kementerian Koordinator Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM) dalam memperkuat kapasitas pesantren.
Kerja sama tersebut melahirkan sejumlah program diantaranya jaminan sosial, edukasi kesehatan lingkungan, edukasi kesehatan mental, edukasi literasi keuangan, dan sosialisasi program miskin ekstrem.
“Kami menyambut baik inisiasi Kemenko PM dalam merespon kebutuhan pemberdayaan pesantren, baik bagi santri, guru, pengasuh, maupun masyarakat sekitar,” katanya.
Sementara itu, Deputi Bidang Peningkatan Kesejahteraan Sosial Kemenko PM, Nunung Nuryartono mengatakan, kegiatan layanan jaminan kesehatan untuk santri dan Ponpes dilaksanakan bentuk kehadiran Negara kepada masyarakat.
Diharapkan kegiatan tersebut memberikan layanan kepada para santri. “Kegiatan itu harus berkelanjutan. Setiap kegiatan harus mengandung unsur pemberdayaan masyarakat, karena pesantren adalah pilar penting dalam pemberdayaan ekonomi,” terangnya. ***















