BANTENRAYA.COM – Fraksi Gerindra DPRD Kabupaten Serang mendorong pembangunan Puskesmas Terapung untuk melayani kesehatan warga yang tinggal di pulau-pulau terpencil seperti Pulo Panjang, Pulau Tunda, dan Pulau Sangiang.
Namun Pemerintah Kabupaten Serang mengusulkan pengadaan ambulans laut kepada Kementerian Kesehatan atau Kemenkes. Usulan itu disampaikan langsung oleh Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah.
Walaupun keduanya memiliki tujuan yang sama untuk melayani kesehatan masyarakat, namun ada perbedaan fungsi dan tujuan antara Puskesmas Terapung yang digagas Fraksi Gerindra dengan ambulans laut yang diusulkan Pemkab Serang.
BACA JUGA: Spesifikasi Samsung Galaxy A57, Bakal Hadir Setelah Lebaran
Ketua Fraksi Gerindra DPRD Kabupaten Serang Ahmad Muhibbin menjelaskan, Puskesmas Terapung merupakan kapal yang berfungsi layakanya Puskesmas di darat, yang melayani masyarakat di wilayah kepulauan yang sulit dijangkau melalui jalur darat.
Adapun fungsi utama dari Puskesmas Terapung yakni memberikan pelayanan kesehatan dasar, seperti pemeriksaan umum, imunisasi, KB, pengobatan penyakit ringan hingga menengah.
Selain itu, Puskesmas Terapung juga berfungsi sebagai penyuluh kesehatan, pemeriksaan ibu hamil dan anak yang dapat dilengkapi dengan ruang persalinan sederhana.
“Jadi ada fasilitas ruang periksa, obat-obatan dasar, alat medis dasar, dan tenaga medis seperti dokter, perawat, dan bidan,” ujarnya, Rabu 18 Februari 2026.
Tujuan dari keberadaan Puskesmas Terapung kata Muhibbin, yakni untuk meberikan pelayanan kesehatan rutin, melakukan prevsntif dan promotive secara langsung ke masyarakat di pulau-pulau terpencil. “Puskesmas Terapung itu seperti klinik yang datang langsung ke pulau,” katanya.
Sedangkan ambulans laut kata anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Serang itu, merupakan kapal khsusus yang difungsikan untuk evakuasi atau merujuk pasien melalui jalur laut.
“Fungsi utama ambulans laut, mengangkut pasien gawat darurat, merujuk pasien dari pulau ke rumah sakit, dan evakuasi medis cepat,” tutunya.
Kemudian untuk fasilitas ambulans laut hanya berupa tempat tandu pasien, tabung oksigen, dan alat medis darurat yang kadang dilengkapi monitor jantung sederhana.
“Ambulans laut itu seperti mobil ambulans hanya saja melalui jalur laut,” paparnya.
Ia menegaskan, atas kondisi obyektif pelayanan kesehatan di pulau-pulau terpencil maka diperlukan pendekatan komparasi terkait fungsi Puskesmas Terapung dan ambulans laut.
“Fraksi Gerindra memandang perlu Pemkab Serang untuk merealisasikan program Puskesmas Terapung sebagai bentuk perwujudan komitmen pelayanan kesehatan yang optimal dan berkeadilan bagi masyarakat kepulauan,” ucapnya.
Keberadaan Puskesmas Terapung juga dinilai akan memberikan dampak signifikan dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat kepulauan, khususnya dalam pelayanan rutin dan pencegahan penyakit.
“Ini bukan sekadar program, tetapi wujud nyata keberpihakan kepada masyarakat kepulauan yang selama ini memiliki keterbatasan akses layanan kesehatan,” tegasnya.
Fraksi Partai Gerindra DPRD Kabupaten Serang berharap PemkabSerang dapat segera mengkaji dan merealisasikan program tersebut demi tercapainya pemerataan pelayanan kesehatan di seluruh wilayah Kabupaten Serang.
“Puskesmas terapung juga bisa berfungsi sebagai sarana transportasi bagi pasien dan masyarakat kepulauan yang perlu diberikan perawatan lanjutan atau rujukan rawat inap ke rumah sakit yang ada didarat karena secara operasional bersifat mobile pulang pergi,” katanya.
Sementara itu, Wakil Bupati Serang Muhammad Najib Hamas mengungkapkan, Pemkab Serang telah merencanakan layanan ambulans laut dan sudah diajukan oleh Bupati Serang beberapa waktu lalu saat hearing dengan Kemenkes.
“Akan dikaji oleh pihak Kemenkes apakah efektif dengan layanan ambulans laut atau optimalisasi untuk pelayanan kesehatan di Pulo Ampel dan Pulau Tunda,” ungkapnya.***



















