BANTENRAYA.COM – Usaha makanan dengan cara dibakar menjadi peluang bagi Romansa, sebagai produsen aneka tusukan makanan dari bambu.
Romansa mengatakan, mayoritas tusukan dari bambu yang biasanya digunakan untuk sate, sempol, cimol dan aneka jajanan lainnya dikirim dari Jawa Timur sehingga kebutuhan di pasar Cilegon dan Serang masih belum tercukupi.
“Karena memang di Cilegon belum ada yang bikin jadi saya berinisiatif untuk mengoptimalkan peluang ini dengan membuat aneka jenis tusukan makanan,” kata Roman sapaan akrabnya kepada Bantenraya.com, di Lingkungan Daliran, Kebondalem, Kota Cilegon, Rabu 11 Februari 2026.
BACA JUGA: Malut United Vs Persijap Jepara, Momentum Laskar Kie Raha Bangkit di Kandang
Usaha yang baru dibangun satu tahun tersebut memiliki prospek yang menjanjikan, lantaran dapat memangkas biaya pengiriman dari luar daerah.
“Kalau saya sendiri memang jual lebih murah, harganya mulai dari Rp7 ribu itu setenag kilogram ada sekitar 700 tusuk, kalau mau yang bening harganya Rp9 ribu. Kalau dari luar perkarung bisa Rp100 ribu ongkos kirimnya saja,” ujarnya.
Dalam sehari, Romansa bisa memproduksi sebanyak 100 kilogram aneka tusukan dengan menggunakan mesin khusus, dan dibantu oleh dua orang karyawannya sehingga proses menjadi lebih cepat.
“Enggak menentu juga kalau pengiriman itu namanya juga jualan. Biasanya saya kumpulkan dulu sampai 200 kilogram baru dikirim ke pasar Rau atau di sekitar Cilegon, kadang yang belu juga ambil sendiri,” cakap Romansa.
Ia juga menjelaskan, proses produksi pembuatan tusukan ini dimulai dari bambu batangan yang dipotong lebih kecil, mulai dari ukuran 20-30 centimeter, selanjutnya ditajamkan dengan menggunakan mesin dengan diameter sekitar 27 milimeter.
“Kalau sudah tinggal dijemur supaya tidak jamuran dan bisa awet sampai tahunan. Saya juga menjual untuk bambu yang digunakan sebagai bahan membuat sangkar burung, harganya berbeda yakni Rp15 ribu per setengah kilogram karena lebih panjang,” jelasnya.
Ia juga melayani pemesanan tusuk bambu sesuai dengan permintaan pembeli, apabila konsumen ingin dibentuk atau disesuaikan dengan produk yang akan dibakar.
“Kita juga punya mata pisau yang lebih kecil lagi, jadi pembeli mau ukuran seperti apa bisa custom,” kata Roman.***



















