BANTENRAYA.COM – Pria berinisial S ditemukan tak bernyawa Komplek Arga Baja Pura, Kelurahan Kotasari, Kecamatan Grogol, Kota Cilegon akibat gantung diri atau gandir.
Pria berinisial S berusia 59 tahun berstatus sebagai karyawan swasta, dan warga Kecamatan Purwakarta, Kota Cilegon.
Diketahui S ditemukan meninggal dunia dalam keadaan gandir di Komplek Arga Baja Pura pada Selasa 10 Februari 2026 kemarin pukul 05.30 WIB.
Rumah itu sudah kosong tak ditempati pemiliknya selama 5 tahun lamanya.
Kasi Humas Polres Cilegon AKP Sigit Dermawan mengatakan, S diminta oleh pemilik rumah Muhammad untuk membersihkan rumahnya yang berada di Komplek Arga Baja Pura.
Pemilik rumah Muhammad dengan S ini merupakan seorang teman, namun Muhammad kini tinggal di Pasuruan, Jawa Timur.
“Korban diminta tolong pemilik rumah untuk membersihkan rumahnya yang kosong, keduanya berstatus sebagai teman,” katanya kepada Banten Raya, Rabu 11 Februari 2026.
S diminta oleh pemilik rumah Muhammad untuk dapat membersihkan rumahnya karena akan segera dijual.
Tapi justru setelah bersih-bersih rumah, S melakukan gandir.
“Korban diminta bersih-bersih oleh temannya yang pemilik rumah itu, karena rumahnya mau dijual. Pemilik rumah sudah tau korbannya meninggal kemarin,” lanjutnya.
BACA JUGA: Polisi Pandeglang Amankan Minuman Keras Dari Warung Jamu di Mandalawangi
Pihaknya memastikan korban meninggal dunia gandir di rumah kosong tersebut karena mengalami depresi.
“Korban depresi, tidak ada hal yang mencurigakan atau kekerasan lainnya, jadi gantung diri,” ungkapnya.
Sebelum melakukan aksi gandir, korban telah lebih dulu mencari cara bunuh diri yang tidak menyakitkan dan ditemukan melalui media sosialnya korban.
“Jadi di handphone korban ada screenshot media sosial yang mencari cara bunuh diri,” terangnya.
Tetapi pihaknya tak mengetahui secara pasti korban tersebut mengalami depresi karena hal apa.
BACA JUGA: Polisi Periksa 5 Saksi Kasus Pembongkaran Makam di Jawilan
“Kami kurang tau depresinya karena apa, tapi di handphone korban memang ada mencari cara bunuh diri yang tidak menyakitkan,” jelasnya.
Saat ditemukan anggota Polres Cilegon, korban sudah langsung dibawa ke RSUD Cilegon dan diserahkan ke pihak keluarga.
“Kasus ini tidak ditemukan kekerasan, murni karena bunuh diri,” tandasnya.
Pertama kali S ditemukan meninggal dunia oleh istri dan sang anaknya yang mendatangi kediaman rumah kosong tersebut.
Ia menyampaikan, berdasarkan keterangan saksi dari anaknya yang datang dengan ibunya ke lokasi untuk mencari keberadaan ayahnya yang dilacak melalui email korban.
BACA JUGA: Kriminalitas di Kabupaten Serang Tinggi, PP Hamas Soroti Lemahnya Tindakan Kepolisian
“Setelah tau lokasi ayahnya, anak dan ibu panjat pagar rumah, lalu mengintip lewat jendela karena rumahnya terkunci, dan korban ditemukan sudah gantung diri,” pungkasnya.***
















