BANTENRAYA.COM – Pemprov Banten bergerak cepat mengamankan dukungan dari berbagai daerah demi mewujudkan ambisi menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Nasional atau PON 2032 bersama Provinsi Lampung.
Upaya tersebut dilakukan Pemprov Banten melalui pendekatan intensif kepada pemerintah provinsi di seluruh Indonesia yang memiliki hak suara dalam penentuan tuan rumah.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Banten Ahmad Syaukani mengatakan, strategi lobi menjadi langkah penting karena penetapan tuan rumah PON dilakukan melalui mekanisme voting antarprovinsi.
BACA JUGA: TAMAT! Spring Fever Episode 12 Sub Indo: Ending Drakor Ahn Bo Hyun dan Lee Joo Bin
Pendekatan pun dilakukan kepada sejumlah provinsi agar provinsi-provinsi tersebut mau mendukung Provinsi Banten dan Provinsi Lampung sebagai tuan rumah PON.
“Sekarang kami sudah melakukan pendekatan kepada provinsi-provinsi yang lain sebagai pemilik suara. Kami sudah koordinasi, sudah bagi tugas. Lampung berkomunikasi dengan provinsi mana dan Banten dengan provinsi mana, kita sudah bagi tugas,” kata Syaukani, Selasa 10 Februari 2026.
Menurutnya, Banten dan Lampung telah lebih dulu mendaftarkan diri sebagai kandidat tuan rumah bersama dan kini memasuki tahap membangun komunikasi politik serta kedekatan antardaerah menjelang proses bidding yang dijadwalkan berlangsung pada Mei 2026.
BACA JUGA: Harapan di Depan Mata, Fans Garis Keras Manchester United Siap Cukur Rambut!
“Pendekatan ngobrol-ngobrol, komunikasi, kan tak kenal maka tak sayang,” ujarnya.
Dalam lobi tersebut, Pemprov Banten aktif mempromosikan sejumlah keunggulan daerahnya, terutama dari sisi akses transportasi dan efisiensi biaya perjalanan kontingen.
Syaukani menilai, posisi strategis Banten membuat mobilisasi atlet dan ofisial dari berbagai daerah menjadi lebih mudah.
“Kalau dilaksanakan di kita ya sekali naik kalau naik pesawat. Kalau provinsi lain ada yang harus transit dulu. Itu satu dari sisi biaya transportasi akan lebih murah,” katanya.
Selain aksesibilitas, kesiapan infrastruktur juga menjadi materi utama dalam pendekatan kepada provinsi lain.
Banten International Stadium (BIS) disebut sebagai salah satu aset utama yang membuat Banten tidak perlu membangun stadion baru. Apalagi keberadaan stadion tersebut masih sangat baru.
“Fasilitas sarana prasarana kita lebih memadai. Kita enggak usah bangun stadion baru. Di Tangerang saja semua lengkap dan berstandar internasional,” ungkap Syaukani.
Sebagai bagian dari strategi lobi, Pemprov Banten juga mengajak Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) untuk meninjau langsung BIS. Kunjungan itu pun mendapatkan respon yang positif dari Ketua Umum KONI.















