“Pak Ketua Umum KONI sampaikan, ini kita enggak perlu bangun stadion lagi sih kalau gini, sudah jadi,” ujarnya.
Dari sisi administrasi, Syaukani menyebut Banten dan Lampung telah menunjukkan keseriusan dengan memenuhi kewajiban pendaftaran dan jaminan keikutsertaan. Biaya jaminan sebesar Rp7 miliar akan ditanggung bersama, masing-masing Rp3,5 miliar.
“Dibagi dua Banten dan Lampung masing-masing Rp3,5 miliar,” katanya.
Pemprov Banten Nyatakan Kesiapan
Dia menambahkan, hingga saat ini Banten dan Lampung menjadi pasangan kandidat yang paling siap secara administratif.
Sejumlah daerah lain seperti Kalimantan Barat, Jawa Tengah, dan Sulawesi Tengah masih sebatas wacana dan belum melakukan pendaftaran resmi.
“Keseriusan itu harus dibuktikan dengan mendaftar. Kalau sampai batas akhir Mei tidak ada yang daftar, otomatis kita terpilih. Tapi tetap kita tunggu,” jelasnya.
Syaukani menegaskan, upaya lobi akan terus dilakukan hingga proses bidding berlangsung. Target utama Pemprov Banten adalah meraih suara terbanyak melalui pendekatan persuasif dan penawaran keunggulan daerah.
“Bidding itu suara terbanyak dari seluruh provinsi. Jadi sekarang fokus kami membangun komunikasi dan meyakinkan daerah lain bahwa Banten dan Lampung adalah pilihan paling siap,” pungkasnya.
Sementara itu, Asda I Provinsi Banten Komarudin mengatakan, Pemerintah Provinsi Banten hingga saat ini terus melengkapi sejumlah fasilitas olahraga untuk mendukung kesiapan Provinsi Banten sebagai tuan rumah PON.
Salah satu yang dikejar saat ini adalah pembangunan fasilitas pendukung untuk Banten International Stadium (BIS). ***

















