BANTENRAYA.COM – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Banten Bersatu secara resmi menggelar kegiatan peletakan batu pertama sebagai tanda dimulainya pembangunan Taman Baca Masyarakat (TBM) dan renovasi Majelis Ta’lim di Hunian Sementara (Huntara) Kampung Cigobang, Desa Banjarsari, Lebak Gedong, Kabupaten Lebak, Banten pada Selasa (10/02).
Kegiatan peletakan batu pertama TBM dan renovasi Majelis Ta’lim Huntara yang dilaksanakan secara langsung oleh BEM Banten Bersatu merupakan sebuah bagian dari rangkaian pengabdian masyarakat dalam upaya mendukung pemulihan kehidupan sosial, pendidikan, dan keagamaan masyarakat pasca bencana.
Selain itu, peletakan batu pertama menjadi sebuah simbol awal komitmen mahasiswa untuk menghadirkan ruang belajar yang layak bagi anak-anak dan tempat ibadah yang lebih nyaman bagi masyarakat.
BACA JUGA: Budi Rustandi Tertibkan Peminta Sumbangan Masjid di Tengah Jalan
Pembangunan TBM dari BEM Banten Bersatu tersebut diharapkan menjadi pusat literasi dan ruang tumbuhnya semangat belajar generasi muda yang ada di Huntara.
Sementara itu, renovasi Majelis Ta’lim dilaksanakan dengan tujuan agar masyarakat memiliki fasilitas ibadah yang lebih aman dan representatif sebagai pusat kegiatan keagamaan serta penguatan nilai-nilai spritual.
Koordinator Pusat BEM Banten Bersatu, Bagas Yulianto menekankan bahwa kegiatan ini merupakan sebuah bentuk nyata kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat sekaligus panggilan moral atas kondisi yang selama ini terjadi.
“Peletakan batu pertama ini bukan sekadar simbol dimulainya pembangunan fisik, tetapi juga menjadi langkah awal dalam merawat harapan masyarakat. Sudah 6 tahun masyarakat di Huntara hidup dalam keterbatasan, sementara pembangunan infrastruktur yang dijanjikan tak kunjung terealisasi. Kehadiran kami adalah bentuk kepedulian sekaligus pengingat bahwa rakyat tidak boleh terus dibiarkan menunggu tanpa kepastian,” ungkap Bagas Yulianto.
Ketua Pelaksana Pengabdian Masyarakat, Rizqi, menyampaikan bahwa program ini lahir dari semangat gotong royong dan kepedulian bersama untuk menjawab kebutuhan nyata masyarakat.
“Kami berupaya menghadirkan sesuatu yang benar-benar dibutuhkan masyarakat. TBM ini diharapkan menjadi ruang tumbuh bagi anak-anak untuk terus belajar, sementara renovasi Majlis Ta’lim menjadi bentuk kepedulian kami terhadap kehidupan spiritual warga. Ini mungkin langkah kecil, tetapi menjadi bukti bahwa gerakan bersama bisa menghadirkan perubahan,” katanya.
Ketua RT Kampung Cigobang, Bared, turut menyampaikan apresiasi atas kepedulian mahasiswa dari BEM Banten Bersatu yang telah hadir dan bergerak langsung membantu warga.
“Kami sangat berterima kasih kepada adik-adik mahasiswa BEM Banten Bersatu yang telah peduli dan mau turun langsung membantu masyarakat di sini. Selama bertahun-tahun kami hidup di hunian sementara dengan kondisi infrastruktur yang terbatas. Kehadiran taman baca dan perbaikan Majlis Ta’lim tentu sangat bermanfaat bagi anak-anak dan warga kami,” katanya.
Tidak hanya itu, dalam momentum ini BEM Banten Bersatu juga menyampaikan kritik konstruktif kepada pemerintah daerah (Pemda) maupun pusat agar lebih serius memperhatikan kondisi masyarakat di Lebak Gedong, khususnya di Kampung Cigobang.
Selama kurang lebih 6 tahun, warga masih bertahan di hunian sementara dengan fasilitas infrastruktur yang belum memadai dan pembangunan yang belum kunjung tuntas.
BEM Banten Bersatu menilai bahwa kondisi tersebut tidak boleh terus berlarut-larut. Negara harus hadir secara nyata dalam memastikan hak masyarakat untuk mendapatkan tempat tinggal yang layak, akses pendidikan, serta infrastruktur yang memadai.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya bergerak dalam aksi sosial, tetapi juga menyuarakan harapan masyarakat agar pembangunan yang dijanjikan dapat segera direalisasikan. TBM dan renovasi Majlis Ta’lim menjadi simbol bahwa harapan masih terus dijaga, sekaligus pengingat bahwa tanggung jawab besar tetap berada di tangan pemerintah.
Antusiasme warga dalam kegiatan peletakan batu pertama ini menunjukkan kuatnya semangat kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat. Momentum ini menjadi awal dari proses panjang gotong royong dalam membangun kembali harapan dan kehidupan yang lebih baik di Huntara Kampung Cigobang. *


















