BANTENRAYA.COM – Dalam upaya memutus mata rantai kemiskinan di Kota Cilegon, Baznas Cilegon telah memberikan puluhan bantuan ZMart dan Z-Auto, Selasa 10 Februari 2026.
Zmart merupakan bantuan berupa toko kelontong atau warung, sedangkan Z-Auto merupakan bantuan berupa bengkel motor.
Berdasarkan data Baznas Cilegon, bantuan Zmart sebanyak 50 unit, dan Z-Auto sebanyak 15 unit.
Ketua Baznas Cilegon Fajri Ali mengatakan, 2 bantuan tersebut diterima oleh Baznas Cilegon dari Baznas pusat untuk modal usaha.
Yang bertujuan untuk membantu para mustahik atau penerima zakat menjadi muzaki atau pembayar zakat.
“Ini bantuan dari Baznas pusat, kita hanya memfasilitasi tempatnya dan penerima manfaatnya,” katanya kepada Banten Raya, Selasa 10 Februari 2026.
Ia turut mengucapkan terima kasih atas bantuan dari Baznas pusat melalui Baznas Provinsi Banten untuk Zmart dan Z-Auto.
“Kami mengucapkan terima kasih atas bantuannya dalam launching Zmart dan Z-Auto yang telah disalurkan langsung oleh Baznas Provinsi Banten,” ucapnya.
Dirinya berharap, bantuan tersebut kedepannya dapat bermanfaat bagi para penerima Zmart dan Z-Auto.
“Mudah-mudahan bantuan ini dapat bermanfaat bagi para penerima manfaat di Kota Cilegon,” harapnya.
Sementara itu, Waka 2 bidang distribusi dan pendayagunaan Baznas Cilegon Habibi Abfat mengungkapkan, bantuan tersebut menjadi salah satu upaya memutus mata rantai kemiskinan.
“Program ini untuk memutus mata rantai kemiskinan dan para penerima manfaat ini bisa untuk sambil usaha,” ungkapnya.
Kata dia, program tersebut sudah ada sejak tahun 2025 lalu, namun baru terealisasi tahun 2026 dikarenakan perlunya pernyortiran penerima manfaat selama 6 bulan.
“Syaratnya itu kita memilih mustahik yang sudah punya usaha nanti kita bantu permodalannya, dan gerai usahanya milik sendiri,” jelasnya.
Alasan pihaknya memilih mustahik yang memiliki gerai sendiri dikarenakan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
“Kalau tokonya bukan punya sendiri, nanti takutnya diakuisisi yang punyanya jadi beralih,” ujarnya.
Diketahui dari bantuan tersebut Baznas Cilegon dianggarjan oleh Baznas Republik Indonesia sebesar Rp 700 juta.
“Itu anggarannya dari uang zakat, dan anggarannya juga dari Baznas pusat,” pungkasnya. ***
















