BANTENRAYA.COM – Upaya penyelamatan lingkungan di sepanjang Kali Cibanten mulai digerakkan secara serius oleh Jaringan Nasional atau Jarnas Pemuda Hijau.
Organisasi kepemudaan ini menargetkan penanaman 1.500 pohon kelor sebagai langkah konkret mencegah abrasi, pencemaran, dan degradasi ekosistem sungai di wilayah Kota Serang.
Gerakan tersebut diawali dengan penanaman simbolis 100 pohon kelor di bantaran Kali Bedeng, Lingkungan BBS Pengayoman, Kelurahan Sukadana, Kecamatan Kasemen, Sabtu, 24 Januari 2026.
Kegiatan ini melibatkan Komunitas Peduli Sungai Banten, Pramuka Kwarda Banten, serta mendapat dukungan langsung dari Pemerintah Provinsi Banten.
Ketua Umum Jarnas Pemuda Hijau G. Borlak menegaskan bahwa gerakan ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan investasi lingkungan jangka panjang bagi generasi mendatang.
“Tujuan menanam ini adalah merawat lingkungan agar seluruh ekosistem tetap hidup. Bukan hanya manusia, tetapi juga hewan dan seluruh makhluk hidup lainnya. Kalau kita tidak menyiapkan bekal untuk anak cucu kita, maka kita sedang menyiapkan kehancuran,” ujarnya.
BACA JUGA: Dua Pekan Pasca Banjir, Pemerintah Kecamatan Ciwandan Bantu Bersih-bersih Lingkungan
Dia menjelaskan, Kali Cibanten menjadi salah satu fokus utama karena perannya yang vital bagi kehidupan masyarakat sekitar.
“Di sini kami tanam 100 pohon secara seremonial, tetapi total yang kami siapkan di Kali Cibanten ada 1.500 pohon untuk penanaman berkelanjutan. Secara nasional, Jarnas sudah menanam hampir 9.000 pohon di berbagai daerah di Indonesia,” katanya.
Menurutnya, program penghijauan Jarnas juga menyasar wilayah-wilayah kritis lainnya, termasuk lahan pascatambang dan kawasan gersang.
“Yang ditanam bukan hanya di bantaran sungai, tetapi juga di semua lingkungan yang gersang. Kami juga mendorong reforestasi di daerah pascatambang agar lahan-lahan yang sudah rusak bisa ditanami kembali,” tegasnya.
Gubernur Banten Andra Soni yang hadir dalam kegiatan tersebut menyatakan dukungan penuh terhadap gerakan yang digagas kalangan muda itu.
BACA JUGA: Bupati Pandeglang Jenguk Warga Melahirkan Saat Diterjang Banjir
“Gerakan menanam pohon ini adalah inisiatif yang baik dan harus kita tindak lanjuti bersama. Apalagi melibatkan anak-anak muda yang punya tanggung jawab menjaga masa depan mereka, menjaga alamnya, dan menjaga buminya,” ujarnya.
Dia menilai, penghijauan bantaran sungai memiliki peran strategis dalam mengurangi risiko banjir dan kerusakan lingkungan.
“Menjaga sungai dan menanam pohon itu penting agar alam tetap terjaga. Ini bukan hanya untuk hari ini, tetapi untuk masa depan,” katanya.
Selain itu, Pemprov Banten juga tengah menyiapkan program reforestasi di wilayah bekas tambang.
“Kami sedang merencanakan penanaman kembali atau reforestasi, terutama di daerah-daerah pascatambang. Ini tidak boleh dibiarkan, harus kita tanami kembali,” tegas Andra Soni.
Ketua Partai Gerindra Provinsi Banten ini menambahkan, jenis tanaman yang dipilih harus memberi manfaat langsung bagi masyarakat.
BACA JUGA: DPRD Banten Dorong Audit Pertambangan Cilegon Usai Banjir Melanda 6 Kecamatan
“Tanamannya harus yang bermanfaat bagi masyarakat. Kita ingin apa yang kita tanam benar-benar memberi manfaat nyata,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Jarnas Pemuda Hijau Banten Agus mengatakan penanaman di Kali Cibanten akan dilakukan secara bertahap dari hilir hingga hulu.
“Target di Kali Cibanten sebanyak 1.500 pohon, dimulai dari hilir lalu dilanjutkan ke hulu. Target total penanaman dalam satu tahun sekitar 2.500 pohon,” ujarnya.
Dia juga menyebut pihaknya akan menggandeng perusahaan tambang untuk mendukung reklamasi lahan bekas galian.
“Kami akan berkomunikasi dengan pemilik perusahaan tambang agar lahan-lahan bekas galian bisa ditanami kembali,” katanya.
Pemilihan pohon kelor dinilai strategis karena memiliki fungsi ekologis sekaligus ekonomis. Selain mampu menahan erosi dan memperbaiki kualitas tanah, kelor juga bernilai gizi tinggi serta berpotensi dikembangkan sebagai produk pangan dan herbal.
Melalui gerakan ini, Jarnas Pemuda Hijau berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga sungai semakin meningkat. Program penghijauan Kali Cibanten pun diharapkan menjadi contoh kolaborasi antara pemuda, pemerintah, dan masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan di Banten. ***

















